Warga Kembali Keluhkan BPJS

Rabu, 10 Desember 2014 - 17:01 WIB
Warga Kembali Keluhkan...
Warga Kembali Keluhkan BPJS
A A A
MEDAN - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dinilai belum mampu mengelola program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan baik. Keluhan demi keluhan dilayangkan masyarakat maupun rumah sakit provider BPJS Kesehatan.

Seperti yang dikeluhkan Yessi, 37, warga Medan Denai. Dia mengaku terkejut saat akan membayar premi bulanannya melalui ATM BNI diharuskan membayar premi senilai Rp750.000. Padahal, dia hanya ingin membayar premi satu bulan. “Aku ikut BPJS Kesehatan kelas I, harusnya premi yang dibayarkan tak lebih dari Rp200.000 kalau dihitung dengan bulan Desember ini. Kalau harus bayar Rp750.000 mana sanggup,” katanya di Medan kemarin.

Tak mau putus asa, Yessi mencoba pembayaran langsung ke teller bank. Namun, Yessi hanya bisa membayar milik dirinya sendiri, sedangkan milik suaminya tidak bisa dibayar. “Kata teller bank, nomornya lagi bermasalah. Kok begitu, padahal kami sudah mendaftar sejak Oktober lalu. Mendaftar sulit, membayarpremilebihsulit lagi. Maunya apa ya,” ucapnya. Yessi khawatir karena tidak bisa dibayar, BPJS Kesehatan akan menonaktifkan kartunya. Jadi, saat tiba-tiba sakit, manfaat jaminan kesehatan ini tidak bisa digunakan.

Untuk rumah sakit provider , minimnya ketersediaan obat menjadi masalah yang sangat mengganggu layanan. Seperti diungkapkan Wakil Direktur Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan, Rustam.

Menurutnya, obat-obatan e-katalog atau dari formularium nasional yang diwajibkan untuk diambil rumah sakit sering tidak ada, terutama untuk penyakit kronis. Jadi, rumah sakit harus membeli obat di luar dengan harga lebih mahal. “Karena tidak boleh beli obat di luar, harus buat surat lagi. Proses pengadaan obat jadi lebih lama dan lebih mahal. Seharusnya masalah ini diperhatikan dengan lebih serius,” ujar dia.

Menanggapi masih banyaknya keluhan masyarakat dan rumah sakit provider , anggota Tim Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Zaenal Abidin, berjanji akan menyampaikan masalah ini di tingkat pusat, sehingga bisa dicarikan solusi yang tepat. “Sebab, bagaimanapun masalah ini akan mengganggu layanan kesehatan untuk masyarakat,” ucap dia.

Sementara Kepala Kantor Wilayah BPJS Kesehatan Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara (Sumut)-Aceh, Ferry Aulia, mengakui masih banyak kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program JKN. “Begitu juga dengan jaringan. Sebab, terlalu banyak peserta yang dikelola langsung dari pusat. Maka jaringan sering lambat,” ujarnya.

Siti Amelia
(ftr)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu...
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu Sumatera Utara
Berita Terkini
Pesawat AMA Dibakar...
Pesawat AMA Dibakar di Yahukimo, Kemenko Polkam Dorong Tindakan Tegas
33 menit yang lalu
HKTI Papua Dukung Agenda...
HKTI Papua Dukung Agenda Ketahanan Pangan Nasional dari Biak
1 jam yang lalu
Polisi Ungkap Peran...
Polisi Ungkap Peran 7 Tersangka Kasus Penyekapan Karyawan Percetakan di Senen
1 jam yang lalu
Roy Suryo Kembali Ajukan...
Roy Suryo Kembali Ajukan Praperadilan, Ini Respons Polda Metro Jaya
2 jam yang lalu
Status Gunung Anak Krakatau...
Status Gunung Anak Krakatau Naik Level Siaga, Masyarakat Dilarang Mendekat Radius 3 Km
3 jam yang lalu
Gugat Polda Metro, Roy...
Gugat Polda Metro, Roy Suryo Kembali Ajukan Praperadilan Terkait Penetapan Tersangka
3 jam yang lalu
Infografis
Diskon dan Pembebasan...
Diskon dan Pembebasan BBNKB untuk Warga Jakarta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved