Pasar Kondominium Masih Terbuka Lebar

Minggu, 07 Desember 2014 - 10:07 WIB
Pasar Kondominium Masih...
Pasar Kondominium Masih Terbuka Lebar
A A A
MEDAN - Kenaikan harga tanah di Kota Medan membuat pengembang enggan membangun Rumah Sejahtera Tapak (RST).

Saat ini pengembang mulai melirik pasar bangunan vertikal atau sekelas kondominium. Terlebih lagi, pasarnya masih terbuka lebar di Kota Medan dan sekitarnya.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Irman Gusman saat menghadiri acara ground breaking pembangunan low cost condominium, Setia Budi, Jalan Harmonika Baru, Medan, Sabtu (6/12) mengungkapkan, pemerintah telah mendorong pengembang untuk membangun low cost housing atau rumah berbiaya rendah dan low cost condominium atau kondominium berbiaya rendah.

“Namun dikarenakan harga tanah yang sudah terlalu tinggi di perkotaan, saya lebih cenderung kepada low cost condominium . Pengembang tidak mungkin membangun low cost housing dengan harga tanah Rp10 juta per meter,” paparnya usai kegiatan yang juga dihadiri anggota DPD RI lainnya, seperti Parlindungan Purba dan Dedi Iskandar Batubara.

Irman Gusman menambahkan, tingginya tingkat inflasi di Indonesia hingga mencapai 7% membuat bunga deposito hanya mencapai 6% per tahun. Karena itu, investasi di bidang properti dianggap lebih menguntungkan daripada menyimpan uang di bank.

Direktur Utara (Dirut) PT Lima Putra Realti selaku pengembang yang akan membangun Setia Budi Condominium, Bally Saputra mengungkapkan, pihaknya menyiapkan lahan seluas 1,6 hektare (ha) untuk membangun enam tower kondominium berbiaya rendah dengan total 848 unit. Mereka membangun kondominium dengan nilai investasi Rp300 miliar tersebut karena melihat pasarnya masih terbuka lebar di Kota Medan.

Dia memprediksi lima tahun ke depan warga kota ini membutuhkan 50.000 unit kondominium lagi, tentu dengan harga terjangkau. “Dengan meminimalisasi biaya pembangunan, makanya kami bisa membangun low cost condominium . Walau low cost dengan harga jual Rp200 jutaan per unit, bukan berarti bangunan ini tidak berkualitas. Kami menargetkan pembangunannya selesai 2016 mendatang,” tandas Bally Saputra.

Dengan pembangunan kondominium itu, pihaknya turut membantu pemerintah dalam mempersempit jumlah pengangguran. Pihaknya akan mempekerjakan 600 orang untuk mengelola kondominium tersebut. Sementara Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Sumut Umar Husin yang turut hadir dalam acara tersebut mengungkapkan, jumlah backlog atau kekurangan pasokan rumah di Indonesia sudah mencapai 15 juta unit.

Dengan pembangunan kondominium berbiaya rendah berkapasitas 848 unit tersebut, berarti dibutuhkan lebih banyak kondominium lagi. “DPD REI Sumut pun akan berupaya mengikuti jejak PT Lima Putra Realti membangun low cost condominium,” paparnya.

Dicky irawan
(ars)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu...
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu Sumatera Utara
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
43 menit yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
57 menit yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
1 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
1 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
1 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
2 jam yang lalu
Infografis
China Luncurkan AI Baru...
China Luncurkan AI Baru Manus, Pintar Analisis Pasar Saham
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved