Seluruh Korban Miras Oplosan di Garut Diperbolehkan Pulang
Jum'at, 05 Desember 2014 - 15:11 WIB
Seluruh Korban Miras Oplosan di Garut Diperbolehkan Pulang
A
A
A
GARUT - Seluruh korban miras oplosan yang menjalani perawatan di RSUD dr Slamet Garut akhirnya pulang ke rumah masing-masing. Roni (19) dan Romi (17), kakak beradik asal Kecamatan Garut Kota, menjadi korban miras oplosan yang diperbolehkan pulang.
"Mereka berdua sudah pulang tadi kurang lebih pukul 13.00 WIB. Dengan demikian, sudah tidak ada lagi korban miras oplosan yang dirawat di rumah sakit," kata Humas RSUD dr Slamet Garut Ade Sunarya, Jumat (5/12/2014).
Roni dan Romi sudah menjalani perawatan di ruang rawat inap Zamrud sejak Rabu (3/12/2914). Mereka dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Slamet Garut pada Selasa (2/12/2014).
Sebelumnya, sekitar pukul 10.00 WIB, Irfan (19), warga Kecamatan Wanaraja dan M Yanwar (22) warga Kecamatan Leles juga diperbolehkan pulang. Irfan sebelumnya menjalani perawatan di IGD, sementara M Yanwar di ruangan Mutiara Bawah.
"Dokter yang memeriksa menyatakan kondisi kedua korban sudah pulih. Mereka sudah boleh pulang dan harus berobat jalan," kata petugas medis IGD dr Slamet Garut Asep Roni Irianto.
Kasus miras oplosan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, membuat 20 pemuda Garut menjadi korban. Sebanyak 16 orang di antaranya meninggal dunia.
"Mereka berdua sudah pulang tadi kurang lebih pukul 13.00 WIB. Dengan demikian, sudah tidak ada lagi korban miras oplosan yang dirawat di rumah sakit," kata Humas RSUD dr Slamet Garut Ade Sunarya, Jumat (5/12/2014).
Roni dan Romi sudah menjalani perawatan di ruang rawat inap Zamrud sejak Rabu (3/12/2914). Mereka dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Slamet Garut pada Selasa (2/12/2014).
Sebelumnya, sekitar pukul 10.00 WIB, Irfan (19), warga Kecamatan Wanaraja dan M Yanwar (22) warga Kecamatan Leles juga diperbolehkan pulang. Irfan sebelumnya menjalani perawatan di IGD, sementara M Yanwar di ruangan Mutiara Bawah.
"Dokter yang memeriksa menyatakan kondisi kedua korban sudah pulih. Mereka sudah boleh pulang dan harus berobat jalan," kata petugas medis IGD dr Slamet Garut Asep Roni Irianto.
Kasus miras oplosan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, membuat 20 pemuda Garut menjadi korban. Sebanyak 16 orang di antaranya meninggal dunia.
(zik)