16 Orang Tewas akibat Miras Oplosan, MUI Garut Prihatin
Jum'at, 05 Desember 2014 - 13:39 WIB
16 Orang Tewas akibat Miras Oplosan, MUI Garut Prihatin
A
A
A
GARUT - Kasus miras oplosan yang memakan belasan korban jiwa dipantau oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut. Ketua MUI Garut KH Agus Muhammad Soleh menyatakan keprihatinannya.
Menurut Agus Muhammad Soleh, Kabupaten Garut dikenal sebagai kota santri. "Namun yang sungguh disayangkan, mengapa masih ada warga Garut yang meninggal karena miras. Dalam hukum agama jelas, miras itu haram. Tapi tidak bisa dihindari, ternyata ada saja kejadian seperti ini," ucapnya, Jumat (5/12/2014).
Menurut Agus, kasus miras oplosan dengan jumlah korban terbanyak di Garut tersebut harus menjadi cambuk bagi para ulama, pemerintah, dan aparat penegak hukum dalam menanggulangi penyakit masyarakat tersebut.
"Jangan sampai lagi kasus ini terulang di kemudian hari. Dengan ini, kami dari MUI Garut menyatakan prihatin. Semoga menjadi cambuk bagi kita semua akan dampak minuman haram itu."
Seperti diketahui, sebanyak 20 pemuda Garut tumbang akibat miras oplosan Cherrybelle. Sebanyak 16 orang di antaranya tewas.
Menurut Agus Muhammad Soleh, Kabupaten Garut dikenal sebagai kota santri. "Namun yang sungguh disayangkan, mengapa masih ada warga Garut yang meninggal karena miras. Dalam hukum agama jelas, miras itu haram. Tapi tidak bisa dihindari, ternyata ada saja kejadian seperti ini," ucapnya, Jumat (5/12/2014).
Menurut Agus, kasus miras oplosan dengan jumlah korban terbanyak di Garut tersebut harus menjadi cambuk bagi para ulama, pemerintah, dan aparat penegak hukum dalam menanggulangi penyakit masyarakat tersebut.
"Jangan sampai lagi kasus ini terulang di kemudian hari. Dengan ini, kami dari MUI Garut menyatakan prihatin. Semoga menjadi cambuk bagi kita semua akan dampak minuman haram itu."
Seperti diketahui, sebanyak 20 pemuda Garut tumbang akibat miras oplosan Cherrybelle. Sebanyak 16 orang di antaranya tewas.
(zik)