Proyek Jembatan Makan Korban

Jum'at, 05 Desember 2014 - 11:22 WIB
Proyek Jembatan Makan...
Proyek Jembatan Makan Korban
A A A
DELISERDANG - Proyek pembangunan pelebaran jembatan parit 3 pada ruas jalan provinsi jurusan Lubukpakam–Tanah Abang di Jalan Galang-Pasar Melintang, memakan korban.

Sebuah mobil jenis Toyota Rush BK 1937 MN warna hitam terperosok ke dalam pekerjaan pembangunan pelebaran jembatan pada Kamis (4/12) sekitar pukul 00.00 WIB. Namun, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Informasi dihimpun menyebutkan, kecelakaan itu terjadi pada dini hari, namun baru siang hari dievakuasi. Akibatnya arus lalu lintas di jalan alternatif menuju Dolok Masihul dan Tebingtinggi itu macet total.

Diketahui, proyek pembangunan jembatan yang dikerjakan Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tersebut dibiayai negara dengan total anggaran sekitar Rp1,9 miliar yang dikelola CV Tujuh Bintang Bersinar. Sopir mobil, Eka Muradi, 49, warga Dagang Kelambir, Kecamatan Tanjung Morawa mengatakan, sebelum kejadian itu, pikiran dan keadaan tubuhnya sedang kurang sehat dan lemas.

Akibatnya, dia pun tak mampu berkonsentrasi mengendarai kendaraan. "Saya enggak mengantuk, cumasaya sakitseringmasukangin. Jadi, dari Galang ini baru saja berobat dengar orang pintar. Ya terkejutlah tiba-tiba ada proyek. Mau berhenti menginjak rem, namun terinjak gas," ungkap saat ditemui di lokasi kejadian.

Diketahui, pengerjaan pelebaran jembatan tersebut sudah berjalan selama dua bulan. Sayangnya pengerjaan proyek pelebaran jembatan itu tak dilengkapi rambu-rambu yang menandakan untuk berhati-hati. Selain itu, lampu penerangan di sekitar jembatan hanya diterangi dua bola lampu yang berukuran kecil. "Enggak ada ramburambu juga. Makanya aku tidak tahu dari jauh, pas sudah dekat baru tahu. Kira-kira lari 40 km per jam saat itu," ucap Eka.

Seorang warga yang ditemui di lokasi pengerjaan proyek mengatakan, sebelum kejadian, kawasan tersebut memang diguyur hujan deras. "Tadi malam memang hujan deras. Ada mendengar suara seperti tabrakan. Tapi tidak tahu suara apa. Hujan deras sekali, kami lebih memilih tidur," ungkapnya.

Warga lainnya, Indra Silaban, warga Pasar Melintang mengungkapkan, di tempat terperosoknya mobil itu ada timbunan yang mengganggu pengguna jalan.

"Pukul 06.00 WIB aku baru tahu ada mobil terperosok ke dalam proyek pelebaran jalan. Sekarang sudah enggak ada lagi timbunan tanah, sebelumnya memang ada. Kalau orang enggak pernahkedaerahsana, pastiakan menabrak. Sebab, lokasi proyek tidak ditutupi seng," ucapnya.

M Andi Yusri
(ftr)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu...
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu Sumatera Utara
Berita Terkini
Menkes: Korban Penyekapan...
Menkes: Korban Penyekapan dan Penganiayaan Brutal Pacar selama 3 Tahun Bakal Jalani Rekonstruksi Wajah
4 jam yang lalu
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
4 jam yang lalu
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
5 jam yang lalu
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
6 jam yang lalu
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
6 jam yang lalu
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
8 jam yang lalu
Infografis
Senjata Makan Tuan,...
Senjata Makan Tuan, Tarif Trump Ancam Industri Senjata AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved