Permukiman dan Perlintasan Tanpa Pintu Hambat Railbus

Jum'at, 05 Desember 2014 - 10:35 WIB
Permukiman dan Perlintasan...
Permukiman dan Perlintasan Tanpa Pintu Hambat Railbus
A A A
SOLO - PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali mengujicobakan Railbus Bathara Kresna dengan rute pergi-pulang (PP) Stasiun Purwosari Solo-Stasiun Wonogiri, kemarin.

Uji coba menemukan sejumlah kendala untuk pengoperasian kereta tersebut. Di antara kendala adalah bantalan rel yang sudah keropos, rel yang terlalu kecil, serta banyaknya perlintasan tanpa palang pintu. Persoalan lain adalah permukiman kumuh di Kampung Sampangan, Kelurahan Sangkrah, Pasarkliwon, Solo yang terlalu menjorok ke rel.

Jarak rumah dengan rel hanya sekitar 30 cm sehingga masinis harus mengurangi kecepatan kereta, bahkan sempat menghentikan laju kereta untuk memastikan kereta tidak menyerempet bangunan yang menjorok itu. Executive Vice President (EVP) PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi VI Jogja, Sunarja menerangkan, permukiman kumuh itu menjadi kendala besar dalampengoperasian railbus dari Solo menuju Wonogiri.

Jumlahnya yang banyak membuat pihaknya sulit menertibkan secara langsung. “Yang susah itu banyak permukiman kumuh yang menjorok, itu sangat berbahaya. Bahkan, banyak anak-anak yang bermain di perlintasan kereta api,” paparnya.

Bambang menyebut, sesuai aturan undang-undang, jarak aman antara rel kereta api dengan permukiman adalah 11,5 meter. Permasalahan serius lainnya banyak perlintasan tanpa palang pintu. Dari Purwosari hingga Wonogiri, ada sekitar 174 perlintasan.

Dari jumlah itu, hanya empat perlintasan yang memiliki pintu otomatis dan dijaga oleh petugas dari PT KAI. Dua permasalahan itu akan segera dilaporkan kepada jajaran pimpinan agar segera ditindaklanjuti. “Ya nanti kita akan meminta bantuan kepada pemerintah daerah setempat untuk ikut memikirkan masalahmasalah itu,” ujar Bambang.

Pengoperasian kereta Solo- Wonogiri ini sudah lama dinantikan warga karena bisa menjadi alternatif transportasi umum. Ishan, warga Wonogiri, berharap kereta ini beroperasi setiap hari dengan jam operasi minimal pada pagi dan sore hari.

Arief Setiadi
(ftr)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
2 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
2 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
2 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
2 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
2 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved