Siap Dilintasi
Kamis, 04 Desember 2014 - 12:32 WIB
Siap Dilintasi
A
A
A
MEDAN - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Gatot Pujo Nugroho, memastikan jalan layang (fly over) Jalan Jamin Ginting sudah siap dilintasi. Untuk itu, gubsu meminta fly over sepanjang 850 meter itu segera dioperasikan.
"Saya akan menghubungi pusat (Kementerian Pekerjaan Umum) untuk melaporkan bahwa fly over (Jamin Ginting) sudah selesai dan diharapkan bisa dioperasikan secepatnya untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di kawasan itu, sekaligus untuk bisa mempercepat program Mebidangro (Medan- Binjai-Deliserdang dan Karo)," ujar gubsu saat meninjau pembangunan fly over Jamin Ginting ber-sama Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumut Effendy Pohan; Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Wilayah I Medan Basuni; dan Kadis Perhubungan Sumut Anthony Siahaan, kemarin.
Dalam kesempatan itu, Gatot juga mengingatkan keindahan fly over mendapat perhatian serius dari Pemko Medan. “Selain menjaga keamanan, perlu diperhatikan keindahan fly over mulai dari sejak gerbang awal dan gerbang ujung hingga di kawasan sekitar. Saya minta Pemko Medan turut memastikan ini. Mungkin Pemko Medan melibatkan kelurahan, kecamatan, atau pihak lainnya agar ada rasa memiliki atas jalan layang itu," katanya.
Menurut gubsu, pembangunan jalan baru sangat dibutuhkan Sumut sejalan dengan kebutuhan yang meningkat, termasuk untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah ke depannya. Selain itu, diketahui Mebidangro merupakan salah satu program Pemprov Sumut untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah ini.
Selain fly over berbiaya Rp101 miliar itu, ada juga pelaksanaan jalan akses Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) sepanjang 14 kilometer (km) dengan estimasi pendanaan sebesar Rp294 miliar. Kemudian pembangunan jalan layang akses KNIA sepanjang 1.000 m yang juga ditargetkan selesai Desember 2014.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Wilayah I Medan, Basuni, menyebutkan, setelah tiga proyek selesai Desember ini, direncanakan ada delapan jalan baru yang dibangun di kawasan Mebidangro mulai 2016 hingga 2019. Pada 2016 akan dibangun fly over Pinang Baris sepanjang 1.500 m, underpass Jalan Brigjen Katamso sepanjang 750 m, dan lingkar luar utara sepanjang 17,25 km.
Adapun pada 2018 akan dibangun fly over Gatot Subroto sepanjang 1.000 m, lingkar luar selatan sepanjang 25 km, dan lingkar luar barat sepanjang 14 km. Lalu disusul pembangunan lingkar luar barat I sepanjang 25 km, dan lingkar luar pantai utara sepanjang 40 km.
Soal aliran listrik untuk lampu penerangan jalan layang itu, menurut Basuni, sedang dalam proses di PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). "Kami akan melaporkan pekerjaan yang sudah rampung ini, dan sudah ditinjau Pak Gubernur kepada Menteri PU dengan harapan jalan itu bisa segera dioperasikan," kata Basuni.
Sementara anggota Komisi D DPRD Kota Medan, Ilhamsyah, mengatakan, fly over Jamin Ginting sudah sangat mendesak dioperasikan untuk mengatasi kemacetan di daerah itu. Dia juga menyambut baik pembangunan fly over dan underpass yang sudah direncanakan pada 2016-2019, karena sangat baik sebagai solusi mengatasi kemacetan mengingat pertumbuhan jalan di Kota Medan relatif tak ada .
Tapi dia mengingatkan pembangunannya direncanakan dengan benar, sehingga tidak membuat kemacetan dan mengurangi kenyamanan di jalan raya selama proses pembangunan. “Pembangunan fly over (Jamin Ginting) yang sudah dilakukan bisa jadi indikatornya. Jadi yang belum baik itu disempurnakan, agar masyarakat juga bisa nyaman selama proses pembangunan,” ucapnya.
Dia juga berharap pemerintah daerah memastikan bahwa persoalan pembebasan lahan tidak berlarut-larut. Sangat disayangkan hanya gara-gara pembebasan lahan, anggaran yang sudah disiapkan untuk fasilitas yang baik itu pindah ke daerah lain. “Pemko Medan dan Pemprovsu harus bersinergi mengerjakan pembebasan lahan ini,” tandasnya.
Fakhrur Rozi
"Saya akan menghubungi pusat (Kementerian Pekerjaan Umum) untuk melaporkan bahwa fly over (Jamin Ginting) sudah selesai dan diharapkan bisa dioperasikan secepatnya untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di kawasan itu, sekaligus untuk bisa mempercepat program Mebidangro (Medan- Binjai-Deliserdang dan Karo)," ujar gubsu saat meninjau pembangunan fly over Jamin Ginting ber-sama Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumut Effendy Pohan; Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Wilayah I Medan Basuni; dan Kadis Perhubungan Sumut Anthony Siahaan, kemarin.
Dalam kesempatan itu, Gatot juga mengingatkan keindahan fly over mendapat perhatian serius dari Pemko Medan. “Selain menjaga keamanan, perlu diperhatikan keindahan fly over mulai dari sejak gerbang awal dan gerbang ujung hingga di kawasan sekitar. Saya minta Pemko Medan turut memastikan ini. Mungkin Pemko Medan melibatkan kelurahan, kecamatan, atau pihak lainnya agar ada rasa memiliki atas jalan layang itu," katanya.
Menurut gubsu, pembangunan jalan baru sangat dibutuhkan Sumut sejalan dengan kebutuhan yang meningkat, termasuk untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah ke depannya. Selain itu, diketahui Mebidangro merupakan salah satu program Pemprov Sumut untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah ini.
Selain fly over berbiaya Rp101 miliar itu, ada juga pelaksanaan jalan akses Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) sepanjang 14 kilometer (km) dengan estimasi pendanaan sebesar Rp294 miliar. Kemudian pembangunan jalan layang akses KNIA sepanjang 1.000 m yang juga ditargetkan selesai Desember 2014.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Wilayah I Medan, Basuni, menyebutkan, setelah tiga proyek selesai Desember ini, direncanakan ada delapan jalan baru yang dibangun di kawasan Mebidangro mulai 2016 hingga 2019. Pada 2016 akan dibangun fly over Pinang Baris sepanjang 1.500 m, underpass Jalan Brigjen Katamso sepanjang 750 m, dan lingkar luar utara sepanjang 17,25 km.
Adapun pada 2018 akan dibangun fly over Gatot Subroto sepanjang 1.000 m, lingkar luar selatan sepanjang 25 km, dan lingkar luar barat sepanjang 14 km. Lalu disusul pembangunan lingkar luar barat I sepanjang 25 km, dan lingkar luar pantai utara sepanjang 40 km.
Soal aliran listrik untuk lampu penerangan jalan layang itu, menurut Basuni, sedang dalam proses di PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). "Kami akan melaporkan pekerjaan yang sudah rampung ini, dan sudah ditinjau Pak Gubernur kepada Menteri PU dengan harapan jalan itu bisa segera dioperasikan," kata Basuni.
Sementara anggota Komisi D DPRD Kota Medan, Ilhamsyah, mengatakan, fly over Jamin Ginting sudah sangat mendesak dioperasikan untuk mengatasi kemacetan di daerah itu. Dia juga menyambut baik pembangunan fly over dan underpass yang sudah direncanakan pada 2016-2019, karena sangat baik sebagai solusi mengatasi kemacetan mengingat pertumbuhan jalan di Kota Medan relatif tak ada .
Tapi dia mengingatkan pembangunannya direncanakan dengan benar, sehingga tidak membuat kemacetan dan mengurangi kenyamanan di jalan raya selama proses pembangunan. “Pembangunan fly over (Jamin Ginting) yang sudah dilakukan bisa jadi indikatornya. Jadi yang belum baik itu disempurnakan, agar masyarakat juga bisa nyaman selama proses pembangunan,” ucapnya.
Dia juga berharap pemerintah daerah memastikan bahwa persoalan pembebasan lahan tidak berlarut-larut. Sangat disayangkan hanya gara-gara pembebasan lahan, anggaran yang sudah disiapkan untuk fasilitas yang baik itu pindah ke daerah lain. “Pemko Medan dan Pemprovsu harus bersinergi mengerjakan pembebasan lahan ini,” tandasnya.
Fakhrur Rozi
(ftr)