Korban Tewas Miras Oplosan di Garut Terus Bertambah
Kamis, 04 Desember 2014 - 11:52 WIB
Korban Tewas Miras Oplosan di Garut Terus Bertambah
A
A
A
GARUT - Jumlah pemuda Garut yang tewas akibat menenggak miras oplosan bertambah menjadi 16 orang.
Agus (18), warga Pangdaharan, Kecamatan Wanaraja, dinyatakan tewas belum lama setelah masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dr Slamet Garut.
Deden (26), warga Kecamatan Leles juga dinyatakan meninggal pada pukul 11.16 WIB. Dengan demikian, jumlah total korban tewas akibat miras oplosan menginjak angka 16 orang.
"Dari catatan kami, yang tewas di IGD rumah sakit menjadi 16 orang. Jumlahnya bertambah dari sebelumnya 14 jadi 16 orang, karena ada pasien bernama Agus dengan ciri gejala sama, baru datang ke IGD lalu meninggal. Deden juga meninggal. Padahal Deden sudah sempat dirawat sejak subuh tadi," kata Asep Roni Irianto, petugas medis IGD RSUD dr Slamet Garut, saat dihubungi KORAN SINDO, Kamis (4/12/2014).
Sementara, empat pasien lain masih mendapat perawatan intensif dan pemulihan. Dua korban yang kritis adalah Moch Yanwar (22) warga Kecamatan Leles dan Irfan (19) warga Kecamatan Wanaraja. Sementara dua korban dirawat di ruang rawat inap yaitu Roni (19) dan Romi (17), warga Kecamatan Garut Kota.
"Jadi total yang masuk ke IGD, baik yang sudah meninggal dan yang masih hidup ada 20 orang," ujarnya.
Asep mengaku jumlah korban akibat miras oplosan di Garut bisa lebih banyak. Sebab, dari informasi yang dia terima, sudah ada pula warga lain tewas sebelum sempat dibawa ke IGD.
"Saya dengar dari pihak keluarga yang mengantar ke sini, katanya ada juga yang meninggal di luar rumah sakit. Satu orang di (Kecamatan) Cibatu dan satu lainnya di Leles. Dua orang keburu meninggal sebelum sempat dibawa ke sini. Ciri-cirinya sama, keracunan miras," ungkapnya.
Adapun ke-16 orang yang tewas di IGD rumah sakit ini adalah Sudar (15), warga Sukaregang, Kecamatan Garut Kota; Ripal (18), warga Sukaresmi, Kecamatan Bayongbong; Asep (23), warga Sindangwargi, Kecamatan Tarogong Kaler; Budiman (24), warga Kecamatan Garut Kota; dan Dani (23), warga Kecamatan Garut Kota.
Korban selanjutnya, Yanyan (24), warga Kecamatan Garut Kota; Sobar (25), warga Kecamatan Garut Kota; Andri (19), warga Kecamatan Bungbulang; Erwin (20), warga Kecamatan Garut Kota; Denis (22), warga Kecamatan Cibatu; Firman (30), warga Cinunuk Kecamatan Wanaraja; Taryana (24), warga Kecamatan Sucinaraja, Engkus (26), warga Kecamatan Leles, Egi (20), warga Kecamatan Wanaraja; Agus (18), warga Pangdaharan, Kecamatan Wanaraja; dan Deden (26), warga Kecamatan Leles.
Agus (18), warga Pangdaharan, Kecamatan Wanaraja, dinyatakan tewas belum lama setelah masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dr Slamet Garut.
Deden (26), warga Kecamatan Leles juga dinyatakan meninggal pada pukul 11.16 WIB. Dengan demikian, jumlah total korban tewas akibat miras oplosan menginjak angka 16 orang.
"Dari catatan kami, yang tewas di IGD rumah sakit menjadi 16 orang. Jumlahnya bertambah dari sebelumnya 14 jadi 16 orang, karena ada pasien bernama Agus dengan ciri gejala sama, baru datang ke IGD lalu meninggal. Deden juga meninggal. Padahal Deden sudah sempat dirawat sejak subuh tadi," kata Asep Roni Irianto, petugas medis IGD RSUD dr Slamet Garut, saat dihubungi KORAN SINDO, Kamis (4/12/2014).
Sementara, empat pasien lain masih mendapat perawatan intensif dan pemulihan. Dua korban yang kritis adalah Moch Yanwar (22) warga Kecamatan Leles dan Irfan (19) warga Kecamatan Wanaraja. Sementara dua korban dirawat di ruang rawat inap yaitu Roni (19) dan Romi (17), warga Kecamatan Garut Kota.
"Jadi total yang masuk ke IGD, baik yang sudah meninggal dan yang masih hidup ada 20 orang," ujarnya.
Asep mengaku jumlah korban akibat miras oplosan di Garut bisa lebih banyak. Sebab, dari informasi yang dia terima, sudah ada pula warga lain tewas sebelum sempat dibawa ke IGD.
"Saya dengar dari pihak keluarga yang mengantar ke sini, katanya ada juga yang meninggal di luar rumah sakit. Satu orang di (Kecamatan) Cibatu dan satu lainnya di Leles. Dua orang keburu meninggal sebelum sempat dibawa ke sini. Ciri-cirinya sama, keracunan miras," ungkapnya.
Adapun ke-16 orang yang tewas di IGD rumah sakit ini adalah Sudar (15), warga Sukaregang, Kecamatan Garut Kota; Ripal (18), warga Sukaresmi, Kecamatan Bayongbong; Asep (23), warga Sindangwargi, Kecamatan Tarogong Kaler; Budiman (24), warga Kecamatan Garut Kota; dan Dani (23), warga Kecamatan Garut Kota.
Korban selanjutnya, Yanyan (24), warga Kecamatan Garut Kota; Sobar (25), warga Kecamatan Garut Kota; Andri (19), warga Kecamatan Bungbulang; Erwin (20), warga Kecamatan Garut Kota; Denis (22), warga Kecamatan Cibatu; Firman (30), warga Cinunuk Kecamatan Wanaraja; Taryana (24), warga Kecamatan Sucinaraja, Engkus (26), warga Kecamatan Leles, Egi (20), warga Kecamatan Wanaraja; Agus (18), warga Pangdaharan, Kecamatan Wanaraja; dan Deden (26), warga Kecamatan Leles.
(zik)