Korban Tewas Miras Oplosan di Garut Menjadi 14 Orang
Kamis, 04 Desember 2014 - 08:56 WIB
Korban Tewas Miras Oplosan di Garut Menjadi 14 Orang
A
A
A
GARUT - Korban tewas akibat miras oplosan Cherrybelle di Garut, Jawa Barat, terus berjatuhan. Firman (30), warga Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, dinyatakan meninggal pada pukul 24.00 WIB.
Nyawa Firman tak tertolong meski petugas medis Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Slamet Garut telah berupaya keras menyelamatkannya. Firman sebelumnya dilarikan ke rumah sakit pada Rabu (3/12/2014) pukul 14.00 WIB.
"Kami sudah berupaya keras, namun nyawanya tak tertolong. Selain itu, tadi malam ada enam korban lain yang juga datang berurutan dalam kondisi kritis ke IGD pukul 22.00 WIB hingga subuh tadi," kata Asep Roni Irianto, petugas medis IGD RSUD dr Slamet Garut, saat dihubungi KORAN SINDO, Kamis (4/12/2014).
Berdasarkan informasi sementara, tiga dari enam korban yang baru datang ini juga dilaporkan meninggal dunia. Sementara tiga lainnya masih menjalani perawatan intensif. "Kami masih melakukan observasi kepada para korban yang kritis ini," ujarnya.
Tiga korban yang baru datang dan dinyatakan meninggal adalah Taryana (24), warga Kecamatan Sucinaraja; Engkus (26), warga Kecamatan Leles; dan Egi (20), warga Kecamatan Wanaraja.
Sementara tiga korban yang kritis adalah Deden (26), warga Kecamatan Leles; Moch Yanwar (22), warga Kecamatan Leles; dan Irfan (19), warga Kecamatan Wanaraja.
"Taryana masuk IGD jam 23.00 WIB dan meninggal pukul 24.00 WIB. Engkus masuk IGD pukul 24.00 WIB dan meninggal pukul 02.25 WIB. Sementara Egi masuk pukul 01.15 WIB dan meninggal pukul 02.30 WIB," sebutnya.
Sedangkan Deden dilarikan ke IGD pukul 01.00 WIB, Moch Yanwar masuk pukul 05.00 WIB, dan Irfan masuk pukul 06.00 WIB.
"Mereka bertiga ini masih ditangani dan dicoba dibersihkan pencernaannya. Kondisi kesehatannya memprihatinkan," jelasnya.
Meski belum dipastikan, seluruh gejala yang dialami para korban memiliki kesamaan, yakni intoxicasi alcohol dengan ciri penderita muntah-muntah dan kejang akibat miras oplosan. Dengan demikian, pada Rabu malam hingga Kamis dini hari, korban meninggal dalam kasus miras oplosan ini sebanyak empat orang.
Bila ditotal dengan korban yang tewas beberapa hari sebelumnya, jumlahnya menjadi 14 orang. Para korban tewas ini adalah Sudar (15), warga Sukaregang, Kecamatan Garut Kota; Ripal (18), warga Sukaresmi, Kecamatan Bayongbong; Asep (23), warga Sindangwargi, Kecamatan Tarogong Kaler; Budiman (24), warga Kecamatan Garut Kota; dan Dani (23), warga Kecamatan Garut Kota.
Selanjutnya, Yanyan (24), warga Kecamatan Garut Kota; Sobar (25), warga Kecamatan Garut Kota; Andri (19), warga Kecamatan Bungbulang; Erwin (20), warga Kecamatan Garut Kota; Denis (22), warga Kecamatan Cibatu; Firman (30), warga Cinunuk Kecamatan Wanaraja; Taryana (24), warga Kecamatan Sucinaraja, Engkus (26), warga Kecamatan Leles; dan Egi (20) warga Kecamatan Wanaraja.
Sementara korban yang masih dirawat total tercatat lima orang. Dua di antara kelima korban ini adalah Roni (19) dan Romi (17), warga Kecamatan Garut Kota.
"Kedua kakak beradik itu dalam perawatan masa pemulihan di ruang perawatan rawat inap. Sementara yang tiga lagi masih kritis di IGD," tandasnya.
Nyawa Firman tak tertolong meski petugas medis Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Slamet Garut telah berupaya keras menyelamatkannya. Firman sebelumnya dilarikan ke rumah sakit pada Rabu (3/12/2014) pukul 14.00 WIB.
"Kami sudah berupaya keras, namun nyawanya tak tertolong. Selain itu, tadi malam ada enam korban lain yang juga datang berurutan dalam kondisi kritis ke IGD pukul 22.00 WIB hingga subuh tadi," kata Asep Roni Irianto, petugas medis IGD RSUD dr Slamet Garut, saat dihubungi KORAN SINDO, Kamis (4/12/2014).
Berdasarkan informasi sementara, tiga dari enam korban yang baru datang ini juga dilaporkan meninggal dunia. Sementara tiga lainnya masih menjalani perawatan intensif. "Kami masih melakukan observasi kepada para korban yang kritis ini," ujarnya.
Tiga korban yang baru datang dan dinyatakan meninggal adalah Taryana (24), warga Kecamatan Sucinaraja; Engkus (26), warga Kecamatan Leles; dan Egi (20), warga Kecamatan Wanaraja.
Sementara tiga korban yang kritis adalah Deden (26), warga Kecamatan Leles; Moch Yanwar (22), warga Kecamatan Leles; dan Irfan (19), warga Kecamatan Wanaraja.
"Taryana masuk IGD jam 23.00 WIB dan meninggal pukul 24.00 WIB. Engkus masuk IGD pukul 24.00 WIB dan meninggal pukul 02.25 WIB. Sementara Egi masuk pukul 01.15 WIB dan meninggal pukul 02.30 WIB," sebutnya.
Sedangkan Deden dilarikan ke IGD pukul 01.00 WIB, Moch Yanwar masuk pukul 05.00 WIB, dan Irfan masuk pukul 06.00 WIB.
"Mereka bertiga ini masih ditangani dan dicoba dibersihkan pencernaannya. Kondisi kesehatannya memprihatinkan," jelasnya.
Meski belum dipastikan, seluruh gejala yang dialami para korban memiliki kesamaan, yakni intoxicasi alcohol dengan ciri penderita muntah-muntah dan kejang akibat miras oplosan. Dengan demikian, pada Rabu malam hingga Kamis dini hari, korban meninggal dalam kasus miras oplosan ini sebanyak empat orang.
Bila ditotal dengan korban yang tewas beberapa hari sebelumnya, jumlahnya menjadi 14 orang. Para korban tewas ini adalah Sudar (15), warga Sukaregang, Kecamatan Garut Kota; Ripal (18), warga Sukaresmi, Kecamatan Bayongbong; Asep (23), warga Sindangwargi, Kecamatan Tarogong Kaler; Budiman (24), warga Kecamatan Garut Kota; dan Dani (23), warga Kecamatan Garut Kota.
Selanjutnya, Yanyan (24), warga Kecamatan Garut Kota; Sobar (25), warga Kecamatan Garut Kota; Andri (19), warga Kecamatan Bungbulang; Erwin (20), warga Kecamatan Garut Kota; Denis (22), warga Kecamatan Cibatu; Firman (30), warga Cinunuk Kecamatan Wanaraja; Taryana (24), warga Kecamatan Sucinaraja, Engkus (26), warga Kecamatan Leles; dan Egi (20) warga Kecamatan Wanaraja.
Sementara korban yang masih dirawat total tercatat lima orang. Dua di antara kelima korban ini adalah Roni (19) dan Romi (17), warga Kecamatan Garut Kota.
"Kedua kakak beradik itu dalam perawatan masa pemulihan di ruang perawatan rawat inap. Sementara yang tiga lagi masih kritis di IGD," tandasnya.
(zik)