Satu Lagi Korban Miras Oplosan di Garut Masuk RS
Rabu, 03 Desember 2014 - 16:37 WIB
Satu Lagi Korban Miras Oplosan di Garut Masuk RS
A
A
A
GARUT - Miras oplosan kembali memakan korban. Seorang warga Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Firman (30), dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Slamet Garut, Rabu ini.
"Kurang lebih pukul 14.00 WIB tadi, korban dalam keadaan kritis datang diantar keluarganya," kata petugas medis IGD RSUD dr Slamet Garut Asep Roni Irianto, saat dihubungi KORAN SINDO, Rabu (3/12/2014).
Meski kritis, Firman masih dalam kondisi sadar. "Taraf kritis di sini karena korban kondisinya lemas dan penglihatannya sudah kabur. Kondisi kesadarannya menurun, tapi masih bisa ditanyai oleh petugas medis," ujarnya.
Kepada petugas medis, Firman pun mengaku meminum miras oplosan. Jenisnya sama seperti apa yang dikonsumsi 12 korban miras oplosan sebelumnya, yaitu Cherrybelle.
"Namun kali ini dia membeli miras Cherrybelle bukan di Terminal Guntur, melainkan di kawasan Panday, Kecamatan Wanaraja. Beda tempat membeli, tapi yang dibeli sama," jelasnya.
Tak tanggung-tanggung, Firman meminum miras Cherrybelle sebanyak tiga botol sekaligus. Sebagai upaya penyelamatan nyawanya, tim medis mencoba menguras lambung Firman.
"Lambungnya sudah dikuras, dia sudah muntah-muntah. Kami juga sudah memberinya obat-obatan dan memberikan oksigen dengan menggunakan alat."
Hingga berita ini ditulis, jumlah total korban miras Cherrybelle bertambah menjadi 13 orang. 10 orang dinyatakan tewas, dua orang yang sebelumnya kritis berangsur-angsur normal, dan satu orang masih kritis.
Mereka yang sudah dinyatakan tewas adalah Sudar (15), warga Sukaregang, Kecamatan Garut Kota; Ripal (18), warga Sukaresmi, Kecamatan Bayongbong; Asep (23), warga Sindangwargi, Kecamatan Tarogong Kaler; Budiman (24), warga Kecamatan Garut Kota; dan Dani (23), warga Kecamatan Garut Kota.
Lalu, Yanyan (24), warga Kecamatan Garut Kota; Sobar (25), warga Kecamatan Garut Kota; Andri (19), warga Kecamatan Bungbulang; Erwin (20), warga Kecamatan Garut Kota; dan Denis (22), warga Kecamatan Cibatu.
Sementara dua kakak beradik yang kondisinya mulai membaik adalah Roni (19) dan Romi (19), warga Kecamatan Garut Kota. Perawatan keduanya telah dipindah dari ruang IGD ke Ruang Rawat Inap Zamrud.
"Kurang lebih pukul 14.00 WIB tadi, korban dalam keadaan kritis datang diantar keluarganya," kata petugas medis IGD RSUD dr Slamet Garut Asep Roni Irianto, saat dihubungi KORAN SINDO, Rabu (3/12/2014).
Meski kritis, Firman masih dalam kondisi sadar. "Taraf kritis di sini karena korban kondisinya lemas dan penglihatannya sudah kabur. Kondisi kesadarannya menurun, tapi masih bisa ditanyai oleh petugas medis," ujarnya.
Kepada petugas medis, Firman pun mengaku meminum miras oplosan. Jenisnya sama seperti apa yang dikonsumsi 12 korban miras oplosan sebelumnya, yaitu Cherrybelle.
"Namun kali ini dia membeli miras Cherrybelle bukan di Terminal Guntur, melainkan di kawasan Panday, Kecamatan Wanaraja. Beda tempat membeli, tapi yang dibeli sama," jelasnya.
Tak tanggung-tanggung, Firman meminum miras Cherrybelle sebanyak tiga botol sekaligus. Sebagai upaya penyelamatan nyawanya, tim medis mencoba menguras lambung Firman.
"Lambungnya sudah dikuras, dia sudah muntah-muntah. Kami juga sudah memberinya obat-obatan dan memberikan oksigen dengan menggunakan alat."
Hingga berita ini ditulis, jumlah total korban miras Cherrybelle bertambah menjadi 13 orang. 10 orang dinyatakan tewas, dua orang yang sebelumnya kritis berangsur-angsur normal, dan satu orang masih kritis.
Mereka yang sudah dinyatakan tewas adalah Sudar (15), warga Sukaregang, Kecamatan Garut Kota; Ripal (18), warga Sukaresmi, Kecamatan Bayongbong; Asep (23), warga Sindangwargi, Kecamatan Tarogong Kaler; Budiman (24), warga Kecamatan Garut Kota; dan Dani (23), warga Kecamatan Garut Kota.
Lalu, Yanyan (24), warga Kecamatan Garut Kota; Sobar (25), warga Kecamatan Garut Kota; Andri (19), warga Kecamatan Bungbulang; Erwin (20), warga Kecamatan Garut Kota; dan Denis (22), warga Kecamatan Cibatu.
Sementara dua kakak beradik yang kondisinya mulai membaik adalah Roni (19) dan Romi (19), warga Kecamatan Garut Kota. Perawatan keduanya telah dipindah dari ruang IGD ke Ruang Rawat Inap Zamrud.
(zik)