11 Bulan, 14 Penderita HIV/AIDS di Kudus Meninggal
Jum'at, 28 November 2014 - 11:05 WIB
11 Bulan, 14 Penderita HIV/AIDS di Kudus Meninggal
A
A
A
KUDUS - Sejak Januari hingga November 2014 di Kabupaten Kudus tercatat sudah ada 14 orang penderita HIV/AIDS yang meninggal dunia.
Ke- 14 penderita yang meninggal dunia, terdiri dari lima orang laki-laki, tujuh perempuan dan dua anak-anak. Angka ini masih dimungkinkan bertambah karena tak semua penderita HIV/AIDS berhasil dideteksi.
”Padahal tahun lalu angkanya di bawah itu,” kata Koordinator Kelompok Dampingan Sebaya (KDS) Kudus, Eni Madiyanti , di Kudus, Jumat (28/11/2014).
Selain itu, jumlah kasus yang ditemukan juga mengalami peningkatan hampir dua kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sejak awal kali ditemukan di tahun 2008, jumlah kasus yang terdeteksi hanya ada 1 kasus.
Jumlah tersebut meningkat pesat pada 2009 yang mencapai 28 kasus, 2010 sebanyak 58 kasus. Tahun 2013, jumlah kasus yang ditemukan hanya sebanyak 38 kasus saja.
Namun angkanya kembali naik signifikan tahun ini. Sejak Januari 2014 hingga bulan ini, ada 72 kasus yang sudah teridentifikasi positif HIV/AIDS.
Mayoritas penderita yang meninggal dunia atau yang belum adalah ibu rumah tangga yang sebenarnya bukan termasuk dalam resiko tinggi (risti). Diduga, keduanya mengidap HIV/AIDS akibat tertular dari suaminya.
Selain itu, diantara penderita yang terdata, ada diantaranya yang merupakan kaum homoseksual. Selebihnya adalah laki-laki yang sering bergonta-ganti pasangan.
Meski demikian, Eni meyakini kalau jumlah sebenarnya penderita HIV/AIDS yang ada jauh lebih besar. Sebab,
dipastikan masih banyak penderita yang belum terdeteksi.
‘’Kasus HIV/AIDS seperti fenomena gunung salju. Yang terlihat di permukaan kecil padahal di bawahnya justru lebih besar," tandasnya.
Ke- 14 penderita yang meninggal dunia, terdiri dari lima orang laki-laki, tujuh perempuan dan dua anak-anak. Angka ini masih dimungkinkan bertambah karena tak semua penderita HIV/AIDS berhasil dideteksi.
”Padahal tahun lalu angkanya di bawah itu,” kata Koordinator Kelompok Dampingan Sebaya (KDS) Kudus, Eni Madiyanti , di Kudus, Jumat (28/11/2014).
Selain itu, jumlah kasus yang ditemukan juga mengalami peningkatan hampir dua kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sejak awal kali ditemukan di tahun 2008, jumlah kasus yang terdeteksi hanya ada 1 kasus.
Jumlah tersebut meningkat pesat pada 2009 yang mencapai 28 kasus, 2010 sebanyak 58 kasus. Tahun 2013, jumlah kasus yang ditemukan hanya sebanyak 38 kasus saja.
Namun angkanya kembali naik signifikan tahun ini. Sejak Januari 2014 hingga bulan ini, ada 72 kasus yang sudah teridentifikasi positif HIV/AIDS.
Mayoritas penderita yang meninggal dunia atau yang belum adalah ibu rumah tangga yang sebenarnya bukan termasuk dalam resiko tinggi (risti). Diduga, keduanya mengidap HIV/AIDS akibat tertular dari suaminya.
Selain itu, diantara penderita yang terdata, ada diantaranya yang merupakan kaum homoseksual. Selebihnya adalah laki-laki yang sering bergonta-ganti pasangan.
Meski demikian, Eni meyakini kalau jumlah sebenarnya penderita HIV/AIDS yang ada jauh lebih besar. Sebab,
dipastikan masih banyak penderita yang belum terdeteksi.
‘’Kasus HIV/AIDS seperti fenomena gunung salju. Yang terlihat di permukaan kecil padahal di bawahnya justru lebih besar," tandasnya.
(sms)