Universitas Diminta Turut Andil dalam Penanggulangan Kabut Asap

Rabu, 12 November 2014 - 07:01 WIB
Universitas Diminta...
Universitas Diminta Turut Andil dalam Penanggulangan Kabut Asap
A A A
PALEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan, H Alex Noerdin mengajak semua elemen masyarakat termasuk civitas akademika untuk turut andil dalam penanggulangan bencana kabut asap.

Menurut Alex, masalah utama yang sedang terjadi di Sumatera Selatan sekarang adalah polusi udara.

Di mana polusi udara ini adalah akibat dari kabut asap yang mulai mengganggu kegiatan perseorangan dan masyarakat hingga even-even yang akan dilakukan di Sumsel.

"Karenanya kita berikan kesempatan pada universitas khususnya Universitas Muhammadiyah Palembang untuk dapat turut andil dalam mengatasi kabut asap. Kalau bisa tahun depan di musim kemarau tidak ada lagi kabut asap di Sumatera Selatan,” jelas Alex Noerdin saat menerima Majelis Pendidikan Tinggi Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) di Ruang Tamu Gubernur, Selasa (11/11/2014).

Karena itu, kata Alex, pihaknya meminta kepada UMP untuk ikut memikirkan bagaimana cara mencegah kabut asap ini tidak terjadi lagi tahun depan.

"Cari jalan keluarnya, metode-metode dan usaha-usaha apa saja yang diperlukan agar tidak terjadi lagi kebakaran lahan tahun depan,” timpal Alex.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang HM Idris mengungkapkan, saat ini lebih dari 7.000 lahan gambut terbakar di Ogan Komering Ilir (OKI) selama musim kemarau.

Akibatnya, banyak lahan menjadi hangus dan tidak hijau lagi. Universitas Muhammadiyah Palembang mengajukan tim peneliti guna memanfaatkan lahan gambut yang telah terbakar (pasca-kebakaran).

”Kami ingin bekerjasama dengan pemerintah dalam upaya memanfaatkan lahan pasca kebakaran. Tapi usai audiensi ini ternyata Pak Gubernur menginginkan untuk diteliti kabut asap yang terjadi sehingga tahun depan tidak terjadi lagi kebakaran lahan gambut yang menyebabkan kabut asap di Sumsel, “ paparnya.

Pihaknya menawarkan kepada Gubernur Sumsel perihal pemanfaatan dan peremajaan kembali lahan gambut usai kebakaran.

"Kami siap memberikan solusi lahan gambut yang terbakar untuk direhabilitasi. Jadi kalau bisa tahun depan tidak ada lagi asap dan dananya dapat difungsikan untuk kepentingan rakyat yang lainnya," jelasnya.
(sms)
Berita Terkait
Jambi Dikepung Kabut...
Jambi Dikepung Kabut Asap, Pelajar PAUD hingga SMP Diliburkan
Kabut Asap Memburuk,...
Kabut Asap Memburuk, Sekolah di Kota Jambi Terpaksa Diliburkan
Kabut Asap Kepung Palembang,...
Kabut Asap Kepung Palembang, Kualitas Udara Memburuk
Dikepung Kabut Asap...
Dikepung Kabut Asap Karhutla, Warga Rokan Hilir Mulai Mengungsi
Bencana Kabut Asap di...
Bencana Kabut Asap di Palembang Kian Parah
Viral AC Mobil Keluar...
Viral AC Mobil Keluar Kabut Sampai Berembun, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
2 jam yang lalu
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
7 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
7 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
8 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
8 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
8 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved