Bupati Kendal Bantah Tuduhan DPRD

Selasa, 04 November 2014 - 04:02 WIB
Bupati Kendal Bantah...
Bupati Kendal Bantah Tuduhan DPRD
A A A
KENDAL - Bupati Kendal Widya Kandi Susanti membantah tuduhan DPRD setempat bahwa usulan eksekutif tidak pro-rakyat dan berpotensi disalahgunakan untuk kepentingan Pilkada 2015.

Widya berdalih, usulan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) justru untuk kepentingan desa. Menurutnya, banyak anggaran tahun 2015 yang akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dan ekonomi desa.

"Untuk tahun 2015, kita memang banyak mengalokasikan dana untuk desa karena untuk pembangunan infrastruktur desa, juga untuk pengembangan ekonomi desa," ujar Bupati, saat menggelar sosialisasi Undang-undang Desa di Desa Wonosari, Kecamatan Pegandon, kemarin.

Selain itu, usulan KUA-PPAS untuk 2015 menyebutkan Alokasi Dana Desa (ADD) mencapai Rp97 miliar. Sedangkan jumlah keseluruhan desa di Kabupaten Kendal ada 266 desa. Diperkirakan, tiap desa menerima ADD sekitar Rp360 juta.

"Dana desa itu justru untuk pemerataan, kalau tidak ada pemerataan, nanti keliru," lanjutnya.

Bupati Kendal juga menjelaskan bahwa bantuan sosial (bansos) yang diusulkan lewat KUA-PPAS hanya Rp1,6 miliar. "Tidak ada unsur politis. Jumlah yang dianggarkan untuk bansos itu tidak banyak."

Kendati demikian, Widya menyampaikan maaf atas kegagalan sejumlah lelang proyek perbaikan. Dana proyek yang gagal lelang akan dialokasikan kembali dan ditambah pekerjaan yang baru.

"Saya minta maaf kalau ada proyek yang gagal karena perbaikan jalan menjadi mundur," tandasnya.

Sebelumnya, DPRD Kabupaten Kendal menilai KUA-PPAS untuk tahun 2015 yang diusulkan eksekutif tidak pro-rakyat, bahkan dicurigai untuk kepentingan Pilkada 2015, sehingga pembahasannya belum menuai kesepakatan.

Salah satu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kendal Sakdullah mengatakan, usulan dari eksekutif hanya akan mengutamakan kepentingan pemerintah. Dirinya juga khawatir, KUA-PPAS akan diarahkan untuk kepentingan Bupati Kendal Widya Kandi Susanti dalam Pilkada 2015.

"Jadi sudah tidak sesuai dengan prinsip keadilan bagi masyarakat, terutama dalam hal pemerataan pembangunan," katanya, kemarin.
(zik)
Berita Terkait
Kembali Diwaduli Pedagang...
Kembali Diwaduli Pedagang Pasar Weleri, DPRD Desak Pemkab Kendal Tanggapi Keluhan Sepinya Pasar Relokasi
Peringati Hari Batik,...
Peringati Hari Batik, Paslon NUrani Berkomitmen Angkat Potensi Batik Kendal Mendunia
Cabup Ali Nurudin Berkomitmen...
Cabup Ali Nurudin Berkomitmen Permudah Birokrasi dan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Kendal
DPRD Kendal Kampanyekan...
DPRD Kendal Kampanyekan Pilkada Damai
Bukti Pluralisme PKB,...
Bukti Pluralisme PKB, Warga Nonmuslim Siap Menangkan Paslon Nurani
DPRD Kendal Minta Pemkab...
DPRD Kendal Minta Pemkab Beri Fasilitas yang Layak untuk Para Atlet
Berita Terkini
BEM Psikologi UI Sebut...
BEM Psikologi UI Sebut LGBT Bukan Penyimpangan, MUI: Kampus Harus Ajarkan Mental Spiritual
42 menit yang lalu
Viral Video Letusan...
Viral Video Letusan Gunung Anak Krakatau Disertai Semburan Api Merah, PVMBG: Hoaks Buatan AI
1 jam yang lalu
Menteri LH Bocorkan...
Menteri LH Bocorkan Potensi 'Harta Karun' Perdagangan Karbon, Bantar Gebang Jadi Contoh
2 jam yang lalu
Koops TNI Habema Ungkap...
Koops TNI Habema Ungkap Satu Warga Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata OPM
3 jam yang lalu
Emak-emak Kian Banyak...
Emak-emak Kian Banyak Bergabung, DPD Partai Perindo Kota Palu Perkuat Struktur hingga Akar Rumput
4 jam yang lalu
Momen Menegangkan Pasukan...
Momen Menegangkan Pasukan TNI Evakuasi Jenazah Pilot AS yang Ditembak OPM di Yahukimo
4 jam yang lalu
Infografis
Inilah Bupati Pati yang...
Inilah Bupati Pati yang Diprotes Warganya karena Naikkan Pajak 250%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved