Warga Lokal Kurang Memanfaatkan, Nelayan Luar Daerah Berdatangan

Senin, 03 November 2014 - 16:43 WIB
Warga Lokal Kurang Memanfaatkan,...
Warga Lokal Kurang Memanfaatkan, Nelayan Luar Daerah Berdatangan
A A A
PACITAN - Kabupaten Pacitan, Jawa Timur dikenal sebagai wilayah yang gersang dan tandus. Sumber air bersih sulit di dapat sehingga warga di pesisir selatan Pulau Jawa itu banyak yang mengandalkan air dari sungai untuk keperluan sehari-hari.

Kondisi geografis yang didominasi pegunungan kapur juga membuat tanah kelahiran mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu minim tanaman padi. Sebagian warga menanam palawija dan kayu keras. Infrastruktur jalan juga masih terbatas.

Demikian pula dengan sinyal telekomunikasi yang minim. Namun, di balik kekurangan yang ada, kabupaten yang berbatasan langsung dengan wilayah Jawa Tengah itu memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, terutama perikanan laut. Salah satu jenis ikan yang banyak ditangkap nelayan adalah ikan layur. Jenis ikan ini sangat tersohor di kalangan nelayan pesisir Pulau Jawa. Karena ikan jenis ini di wilayah Pacitan banyak, nelayan dari luar daerah rela berbondong- bondong datang untuk ikut mendapat keuntungan.

Saat KORAN SINDO bersama Humas Pemkot Solo melakukan kunjungan ke sana, menjumpai beberapa nelayan dari luar daerah. Andes, salah satunya. Nelayan asal Kabupaten Garut, Jawa barat ini rela meninggalkan pekerjaannya di Ibu Kota Jakarta demi datang ke Pacitan untuk mencari ikan. Dia juga berani mencari pinjaman uang dari pengusaha besar sebagai modal membuat kapal sebagai sarana melaut setiap hari.

Keputusannya ini tidak sia-sia. Hasil tangkapan yang melimpah membuatnya tidak kesulitan membayar utang. Hasil melaut itu lebih dari cukup untuk dipakai membiayai kehidupan keluarganya yang tinggal di Garut. Dengan harga ikan layur sekitar Rp35.000 per kilogram, saat sedang mujur, dalam sekali melaut dia bisa meraup Rp5 juta- Rp7 juta. “Uang sebesar itu biasanya kita bagi dua atau tiga orang, tergantung dalam satu kapal berapa orang yang berlayar,” ucap Andes. Andes hanya salah satu dari belasan warga Garut yang menjadi nelayan di Pacitan.

Nelayan asal Garut lainnya, Budi, mengatakan potensi ikan layur di wilayah Kabupaten Pacitan memang luar biasa. Hal itu terbukti dari tangkapan yang didapatkan setiap berlayar. Padahal cara menangkap ikan itu hanya sederhana, yakni dengan cara memancingnya menggunakan umpan ikan yang dicacah. Dia menilai potensi ikan ini belum dimanfaatkan dengan baik oleh para masyarakat lokal.

Masih sedikit nelayan lokal di perairan Pacitan. Selain itu, dukungan pemerintah untuk nelayan juga belum maksimal. Buktinya, dermaga dan tempat pelelangan ikan (TPI) masih kecil. “Dermaganya itu kecil, bahkan tidak muat jika semua nelayan berlabuh di tempat itu,” ucapnya.

Arief Setiadi
(ars)
Berita Terkait
Kearifan Lokal, Wakil...
Kearifan Lokal, Wakil Kepala BPIP: Pancasila Falsafah Bangsa
Digitalisasi Konservasi...
Digitalisasi Konservasi Mangrove
Potret Festival Dolanan...
Potret Festival Dolanan Anak 2025 di Lapangan Laboratorium Prof Soegijono FIK Unnes
Ganjar Pranowo, Gubernur...
Ganjar Pranowo, Gubernur yang Merakyat
4 Kota dengan Janda...
4 Kota dengan Janda Terbanyak di Jawa Tengah, Nomor 3 Lebih dari 5.000
6 Penghargaan yang Diterima...
6 Penghargaan yang Diterima Ganjar Pranowo saat Menjadi Gubernur Jawa Tengah
Berita Terkini
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
24 menit yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
8 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
8 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
8 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
8 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
10 jam yang lalu
Infografis
Pemilu Nasional dan...
Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah, Apa Saja Dampaknya?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved