Anak-anak Pedagang Asongan di Cikarang Terancam Putus Sekolah

Senin, 03 November 2014 - 15:11 WIB
Anak-anak Pedagang Asongan...
Anak-anak Pedagang Asongan di Cikarang Terancam Putus Sekolah
A A A
GARUT - Puluhan anak-anak pedagang asongan di Stasiun Cipeundeuy, Desa Cikarang, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terancam putus sekolah. Hal itu menyusul larangan berjualan di stasiun oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Dedi (60), warga Kampung Cipeundeuy mengungkapkan, sejak larangan itu diberlakukan, dirinya tidak bisa berjualan lagi di stasiun. Dengan otomatis, dirinya tidak lagi memiliki penghasilan untuk membiayai hidup sehari-hari.

Alih-alih untuk kebutuhan rumah tangga, dan membayar biaya sekolah bagi kedua putranya yang duduk di bangku SMK dan SMP, Dedi yang kini menganggur mengaku menjadi tidak punya penghasilan lagi.

“Dari mana saya bisa membiayai hidup keluarga dan anak-anak sekarang? Penghasilan tidak ada, karena sekarang dilarang jualan,” kata Dedi, kepada wartawan, Senin (3/11/2014).

Dia menambahkan, selama ini kedua anaknya juga jarang berangkat ke sekolah. Dalam seminggu, mereka paling bersekolah hanya dua atau tiga kali.

“Berangkat ke sekolah juga harus mengeluarkan uang. Minimal untuk ongkos dan uang saku mereka. Ongkos pulang pergi ke sekolah Rp10 ribu seorang, karena anak saya dua, totalnya jadi Rp20 ribu. Belum uang sakunya masing-masing Rp10.000. Jadi jika anak-anak sekolah, dalam sehari saya harus mengeluarkan uang Rp30 ribu,” ungkapnya.

Menurut Dedi, sebelum PT KAI memberlakukan aturan itu, dirinya mampu mengantongi uang hasil berjualan sebanyak Rp60 ribu dalam satu hari. “Sekarang jangankan Rp60 ribu, uang Rp10 ribu pun susah didapat,” terangnya.

Kenyataan yang dialami oleh Dedi dan keluarganya juga dirasakan oleh para pedagang lainnya. Nasib mereka sama-sama menjadi semakin tercekik ketika kebijakan larangan berjualan dari PT KAI itu benar-benar diberlakukan sepenuhnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Asongan Pasar Stasiun Cipeundeuy Wawan mengaku, kehidupan yang dialami para pedagang saat ini sangat sulit untuk dijalani.

“Sekarang, ekonomi kami sebagai pedagang morat-marit. Sangat jauh untuk membicarakan biaya sekolah, biaya buat makan sehari-hari saja kejepit. Harus ngutang sana-sini,” katanya.

Wawan pun mengutarakan kesulitan yang dia alami. Agar bisa membeli beras, dia terpaksa menggunakan uang simpan-pinjam dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) yang seharusnya digunakan untuk modal usaha.

“Saya bahkan sampai nekat meminjam uang PNPM buat membeli beras. Padahal, sebenarnya bukan itu (beli beras) peruntukannya, tetapi untuk usaha. Namun mau bagaimana lagi agar bisa tetap bertahan hidup,” ujarnya.

Wawan menyebut, sebelum peraturan baru diberlakukan pada pertengahan 2014 lalu, jumlah pedagang asongan di Stasiun Cipeundeuy sebanyak 150 orang. Kini jumlah pedagang yang masih bertahan hanya tinggal sekitar 30 orang saja.

“Itu juga jualannya sambil kucing-kucingan sama petugas berseragam yang disuruh pihak PT KAI. Mending kalau penghasilannya tetap sama dengan waktu dulu. Sekarang sudah jualannya sembunyi-sembunyi, penghasilan pun hanya Rp5.000 sehari,” ucapnya.
(san)
Berita Terkait
3 Alasan Mengapa Kereta...
3 Alasan Mengapa Kereta Api Tidak Bisa Berhenti Mendadak Menurut KAI
Deretan Kecelakaan Kereta...
Deretan Kecelakaan Kereta Api Terburuk dalam Sejarah, Nomor 5 Paling Tragis
10 Kereta Api Tercepat...
10 Kereta Api Tercepat di Dunia, Nomor 1 Melaju 460 Km/Jam
Kereta Tabrak Bus di...
Kereta Tabrak Bus di Thailand, 8 Orang Tewas
Dampak Banjir, Seluruh...
Dampak Banjir, Seluruh Perjalanan KA Jarak Jauh dan Lokal Kembali Dibatalkan Hari ini
Pembebasan Lahan Rel...
Pembebasan Lahan Rel Kereta Api di Pangkep Ditarget Rampung 2 Bulan
Berita Terkini
Parapuar 2026 Hadirkan...
Parapuar 2026 Hadirkan Senja, Budaya dan Musik di Labuan Bajo
37 menit yang lalu
Tragis! Wanita Tewas...
Tragis! Wanita Tewas usai Jatuh dari Lantai 27 Apartemen di Cempaka Putih
1 jam yang lalu
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
3 jam yang lalu
Momen Siswa SRMP 17...
Momen Siswa SRMP 17 Tabanan Curhat ke Prabowo
4 jam yang lalu
Tembus 16,46 Juta Pengguna,...
Tembus 16,46 Juta Pengguna, LinkUMKM BRI Sukses Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
4 jam yang lalu
Ciangir Disiapkan Jadi...
Ciangir Disiapkan Jadi Penampungan Kompos, Pramono Yakin 9.000 Ton Sampah Jakarta Bisa Tertangani
5 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved