Warga Napak Tilas Ki Daruno dan Ni Daruni

Rabu, 29 Oktober 2014 - 15:33 WIB
Warga Napak Tilas Ki...
Warga Napak Tilas Ki Daruno dan Ni Daruni
A A A
KULONPROGO - Ratusan warga Pedukuhan X, Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, Kulonprgo, kemarin siang menggelar tradisi budaya napak tilas perjuangan Ki Daruno dan Ni Daruni. Warga juga menggelar kirab tumpengan berisi hasil bumi sebagai ungkapan rasa syukur.

Kirab budaya ini dilakukan warga dari Balai Desa Bugel menuju ke petilasan yang berada di Pedukuhan X Beran. Iringiringan kirab sejauh satu kilometer ini diawali dari barisan pasukan yang membawa tombak Kiai Landean peninggalan Ki Daruno dan umbul-umbul.

Di belakangnya ada pasukan putri yang dipimpin Ni Daruni yang bersenjatakan keris, lalu diikuti pasukan yang dipimpin Ki Daruno bersenjatakan pedang. Menyusul di belakangnya gunungan hasil bumi yang dikirab berikut warga membawa beberapa uba rampedan hasil pertanian.

Sesampai di petilasan, aneka uba rampe ini kemudian didoakan oleh sesepuh desa. Aneka gunungan ini ludes diperebutkan warga sekitar. Mereka meyakini apa yang diperoleh dari gunungan akan mendatangkan rezeki. “Ki Daruo dan Ni Daruni itu anak buah Pangeran Diponegoro, kami selalu menggelar rutin setiap tahun untuk mengenang jasanya mengusir Belanda,” papar Prawotoyono, yang menjadi pemangku adat.

Menurut dia, Daerah Beran dulunya merupakan kawasan rawa-rawa. Dua anak buah Pangeran Diponegoro tersebut lari ke wilayah ini saat dikejar tentara Belanda. Selama tinggal di Beran, mereka mampu melatih warga sekitar dengan berbagai ilmu bela diri untuk melawan Belanda.

Sebelum pergi, Ki Daruno juga meninggalkan pusaka berupa tombak dan sebuah petilasan yang ditandai dengan bibit pohon asem. Ini merupakan tempat menyimpan senjata. “Tradisi ini rutin, biar warga tahu sejarah,” ujarnya.

Kabid Kebudayaan Disbudparpora Kulonprogo Joko Mursito mengatakan, kirab budaya dan tradisi itu telah menjadi bagian dari acara budaya yang ada di masyarakat. Dinas telah berupaya menggelar beberapa acara budaya untuk mendukung keistimewaan DIY. Kebetulan, pada festival desa budaya lalu, Desa Budaya Bugel menjadi juara pertama dan berhak atas hadiah Rp20 juta. “Acara seperti ini harus dilestarikan dan pemerintah akan mencoba membantu.”

Salah seorang warga Puji Rahayu merasa senang dalam perebutan gunungan ini karena memperoleh beberapa macam sayuran. Hasil ini akan dimasak untuk disantap bersama keluarga. Dia yakin, apa yang diperoleh dalam rebutan gunungan akan memberikan berkah. “Saya yakin, karena itu saya datang ke sini,” ucap warga Desa Kanoman Panjatan ini.

Kuntadi
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
15 menit yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
25 menit yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
58 menit yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
1 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
3 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
3 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved