Warga Pengguna Jalan Keluhkan Kemacetan di Inti Kota
Selasa, 28 Oktober 2014 - 16:21 WIB
Warga Pengguna Jalan Keluhkan Kemacetan di Inti Kota
A
A
A
MEDAN - Kemacetan di inti kota menjadi pemandangan setiap hari. Apalagi jika ada unjuk rasa seperti yang terjadi di Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro, kemarin. Warga pengguna jalan terjebak hingga berjam-jam.
Seperti yang dikeluhkan Yenni, 37, warga Simalingkar, Medan. Dia sengaja naik angkutan kota (angkot) dari rumahnya menuju Jalan Balai Kota. Dia mengaku terjebak macet hingga dua jam ketika angkutan kota yang ditumpanginya tiba di Jalan Diponegoro. “Sampai di Jalan Diponegoro macetnya sangat parah. Petugas memang ada yang mengatur, tapi tetap saja macet. Angkotnya e nggak bisa jalan. Karena sudah terlambat, akhirnya saya turun saja dari angkot dan jalan kaki ke jalan Balai Kota,” ungkapnya.
Dia berharap, ke depan, pemerintah dapat memberikan informasi kepada warga mengenai jalan-jalan mana saja yang perlu dihindari, agar warga tidak terjebak macet.
“Biasanya, kalau mau demo, pasti ada suratnya dulu masuk ke tempat yang akan didemo. Pemerintah harusnya mengimbau warga untuk tidak melewati jalan-jalan tertentu karena ada demo, atau petugas bisa saja memberi jalan alternatif supaya tidak berlama-lama berada di kemacetan,” ucapnya.
Keluhan yang sama diungkapkan Maysarah, 33, warga Binjai yang kesehariannya bekerja di Medan. Pagi itu, dia seperti biasa hendak menuju tempatnya bekerja di Jalan Kejaksaan. Sesampainya di Jalan Diponegoro, dia terjebak macet karena aksi unjuk rasa.
“Tadi, karena ada keperluan sebentar, makanya lewat Jalan Diponegoro. Sesampainya di depan Kantor Gubsu terjebak macet. Mungkin karena habis hujan juga makanya jadi macet,” ujarnya.
Eko Agustyo fb
Seperti yang dikeluhkan Yenni, 37, warga Simalingkar, Medan. Dia sengaja naik angkutan kota (angkot) dari rumahnya menuju Jalan Balai Kota. Dia mengaku terjebak macet hingga dua jam ketika angkutan kota yang ditumpanginya tiba di Jalan Diponegoro. “Sampai di Jalan Diponegoro macetnya sangat parah. Petugas memang ada yang mengatur, tapi tetap saja macet. Angkotnya e nggak bisa jalan. Karena sudah terlambat, akhirnya saya turun saja dari angkot dan jalan kaki ke jalan Balai Kota,” ungkapnya.
Dia berharap, ke depan, pemerintah dapat memberikan informasi kepada warga mengenai jalan-jalan mana saja yang perlu dihindari, agar warga tidak terjebak macet.
“Biasanya, kalau mau demo, pasti ada suratnya dulu masuk ke tempat yang akan didemo. Pemerintah harusnya mengimbau warga untuk tidak melewati jalan-jalan tertentu karena ada demo, atau petugas bisa saja memberi jalan alternatif supaya tidak berlama-lama berada di kemacetan,” ucapnya.
Keluhan yang sama diungkapkan Maysarah, 33, warga Binjai yang kesehariannya bekerja di Medan. Pagi itu, dia seperti biasa hendak menuju tempatnya bekerja di Jalan Kejaksaan. Sesampainya di Jalan Diponegoro, dia terjebak macet karena aksi unjuk rasa.
“Tadi, karena ada keperluan sebentar, makanya lewat Jalan Diponegoro. Sesampainya di depan Kantor Gubsu terjebak macet. Mungkin karena habis hujan juga makanya jadi macet,” ujarnya.
Eko Agustyo fb
(ftr)