Kapolda Jawa Barat Tolak Pencabutan Jam Malam

Selasa, 28 Oktober 2014 - 15:31 WIB
Kapolda Jawa Barat Tolak...
Kapolda Jawa Barat Tolak Pencabutan Jam Malam
A A A
BANDUNG - Kapolda Jawa Barat Irjen Pol M Iriawan menolak mencabut jam malam yang diberlakukan terhadap tempat hiburan malam di Kota Bandung, meski banyak desakan dari para pekerja dan pengusaha hiburan malam di kota kembang tersebut

"Sampai sekarang saya masih komit dan berpegang pada imbauan kami yang pertama. Sebab banyak yang memberi dukungan dan menyampaikan terima kasih atas imbauan tersebut," ungkap Kapolda Jawa Barat usai Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Gedung Sate Jalan Diponegoro Bandung, Selasa (28/10/2014).

Iriawan menegaskan, dirinya bersikukuh menolak mencabut jam malam karena banyak manfaat yang dirasakan masyarakat Kota Bandung.

Diantaranya mengenai Kamtibmas yang cenderung aman dan kasus-kasus kejahatan lainnya cenderung menurun pasca ditetapkan kebijakan tersebut.

"Kamtibmas kondusif, tertib. Apalagi sempat ada berita di media bahwa Jabar termasuk sebagai daerah dengan potensi konflik tertinggi di Indonesia termasuk di antaranya 5 kabupaten kota di Jabar. Tapi sejak ada imbauan itu, peredaran miras dan narkotika menurun, bahkan prostitusi. Masa itu tidak didukung," timpalnya.

Dengan begitu, mantan Direskrimum Polda Metro Jaya ini pun malah meminta dukungan semua elemen masyarakat agar mendukung kebijakan tersebut untuk menciptakan kondusifitas di wilayah Jabar.

Bahkan diungkapkan mantan Kapolda NTB ini daerah lain pun justru memberikan apresiasi mengenai kebijakan tersebut.

"Banyak dari daerah yang lain juga bertanya bagaimana Jawa Barat bisa seperti ini. Ingin belajar ke tempat kita. Makanya dukungan masyarakatlah yang paling penting, karena ini banyak manfaatnya. Maka dari itu saya tetap komit pada imbauan itu," tandasnya.

Sementara itu sejumlah pekerja hiburan malam berunjuk rasa di Gedung DPRD Kota Bandung.

Mereka menuntut penghapusan jam malam di Kota Bandung. Dengan begitu semua tempat hiburan bisa beroperasi kembali hingga maksimal pukul 03.00 WIB.

Mereka meminta agar peraturan sebelumnya yang resmi berlaku, yakni Perda Nomor 7 Tahun 2012 kembali diberlakukan. Di mana batas maksimal tempat hiburan malam beroperasi hingga pukul 03.00 WIB.
(sms)
Berita Terkait
Deteksi Dini Penting...
Deteksi Dini Penting untuk Cegah Gangguan Keamanan dan Ketertiban
Kapolres Pinrang Harap...
Kapolres Pinrang Harap Dukungan Semua Pihak Ciptakan Keamanan dan Ketertiban
Pos Terpadu Diharapkan...
Pos Terpadu Diharapkan Mampu Jaga Keamanan dan Ketertiban di Bulukumba
Kapolres Ajak Pengurus...
Kapolres Ajak Pengurus Parpol Jaga Keamanan dan Ketertiban di Maros
Ingin Ekonomi Pulih,...
Ingin Ekonomi Pulih, Pengusaha Minta Stabilitas Keamanan dan Ketertiban di Ibu Kota
Gangguan Keamanan Jakarta...
Gangguan Keamanan Jakarta Paling Banyak Dilaporkan melalui Kanal Pemprov DKI
Berita Terkini
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
50 menit yang lalu
Warga Wanam Harap Pembangunan...
Warga Wanam Harap Pembangunan PSN di Papua Selatan Dilanjutkan
57 menit yang lalu
PLN Cikarang Tegaskan...
PLN Cikarang Tegaskan Jarak Aman 3 Meter, Kegiatan Berisiko Tinggi Wajib Koordinasi
1 jam yang lalu
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
1 jam yang lalu
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
1 jam yang lalu
Tinjau SDN Babakan 01...
Tinjau SDN Babakan 01 Pascarevitalisasi, Wakil Wali Kota Tangsel Pastikan KBM Nyaman
1 jam yang lalu
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved