Taruna Tewas saat Apel, Senior dan Dokter Poliklinik Diperiksa

Jum'at, 17 Oktober 2014 - 17:29 WIB
Taruna Tewas saat Apel,...
Taruna Tewas saat Apel, Senior dan Dokter Poliklinik Diperiksa
A A A
SEMARANG - Polisi mulai memeriksa senior dan dokter poliklinik Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang terkait tewasnya Rio Arsa Kusumabahari (20) taruna tingkat II saat apel malam.

Pemeriksaan dan penyelidikan dilakukan karena polisi mencurigai kematian korban akibat dari tindak kekerasan.

Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto, mengatakan sejauh ini saksi – saksi yang sudah dimintai keterangan ada lima orang.

“Satu senior pembimbing, dokter poliklinik PIP Semarang dan tiga teman sekamar korban. Sekarang masih diselidiki,” ungkapnya di Mapolrestabes Semarang, Jumat (17/10/2014).

Pemeriksaan sementara, kata Wika, hasilnya tidak ada kekerasan di tubuh korban. Namun demikian, Wika menyebut sejauh ini pihaknya masih menunggu hasil visum dari medis yang menangani.

Pasalnya, memang ditemukan bekas lebam di punggung korban. “Visum dari dokter masih kami tunggu,” lanjutnya.

Terpisah, Kapolsek Semarang Selatan, Kompol Yuni, menambahkan dari keterangan dokter yang didapatnya, penyebab kematian korban karena gagal nafas.

“Mungkin saat tidur terus tiba – tiba berdiri, lalu gagal nafas. Diagnosa dari dokter seperti itu,” kata dia dikonfirmasi terpisah.

Dari keterangan yang didapatnya, korban sempat dilakukan pacu jantung di RS Roemani Semarang. Yuni mengatakan, pihak keluarga korban menerima insiden ini sebagai suatu musibah dan tidak menuntut apa – apa.

Seperti diberitakan, insiden kematian Rio bermula pada Rabu (15/10/2014) sekira pukul 22.00 WIB di PIP, Jalan Singosari Raya Semarang, sedang dilakukan pengecekan kamar.

Korban Rio yang merupakan warga asli Kupang Dukuh RT07/RW02, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, berbaris bersama teman-temannya, posisinya paling kiri.

Belum diketahui penyebab pastinya, korban tiba-tiba jatuh telentang dan pingsan di tempat tidur.

Oleh teman-temannya; yakni Adit Mahendra Kurniawan (Taruna Tingkat II), Yannis Dwi Poerdianto (Taruna Tingkat II), Muhammad Rizky Satiyo Hutomo (Taruna Tingkat II) dan Viyan Ardiyanto (Taruna Tingkat IV), korban dibawa ke poliklinik setempat.

Namun, karena belum sadar dibawa ke RS Roemani. Belum sampai RS yang jaraknya sekitar 200 meter dari PIP, korban ternyata sudah meninggal dunia.

Humas RS Roemani, Mardiyah, menyebut, pihaknya menerima pasien Rio sekira pukul 23.00 WIB. “Tapi saat tiba kondisinya sudah meninggal,” tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Taruna Politeknik Pelayaran...
Taruna Politeknik Pelayaran di Surabaya Tewas Diduga Dianiaya Seniornya
Polisi Ungkap Arogansi...
Polisi Ungkap Arogansi Senior terhadap Junior Jadi Motif Penganiayaan Taruna STIP hingga Tewas
Anggota Karang Taruna...
Anggota Karang Taruna Tewas Tertembus Peluru Polisi, Luka Bahu Kanan Belakang Tembus Pinggang Kiri
JCW Minta Proses Hukum...
JCW Minta Proses Hukum Kasus Anggota Karang Taruna Tewas Tertembak Senjata Polisi Transparan
Kronologi Anggota Karang...
Kronologi Anggota Karang Taruna Tewas Tertembak Peluru Polisi
Taruna STIP Tewas Dianiaya...
Taruna STIP Tewas Dianiaya Seniornya, Kemenhub Perbanyak CCTV
Berita Terkini
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
12 jam yang lalu
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
12 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
12 jam yang lalu
Roy Suryo Bakal Ajukan...
Roy Suryo Bakal Ajukan Praperadilan Jilid III soal Penerapan Pasal 35 UU ITE
13 jam yang lalu
UNJ Dampingi Penguatan...
UNJ Dampingi Penguatan Kapasitas Guru PKBM Ghaisan Cendekia
13 jam yang lalu
Bea Cukai-Polri Bongkar...
Bea Cukai-Polri Bongkar Penyelundupan 3.336 Gram Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta
13 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved