Pemerintah Aceh Nilai Kombatan GAM Hanya Aksi Preman Biasa

Kamis, 16 Oktober 2014 - 15:42 WIB
Pemerintah Aceh Nilai...
Pemerintah Aceh Nilai Kombatan GAM Hanya Aksi Preman Biasa
A A A
BANDA ACEH - Pemerintah Aceh menilai aksi kelompok mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di bawah pimpinan Nurdin alias Abu Minimi yang mengancam akan menggunakan senjata api untuk menghancurkan Pemerintahan Aceh yang sedang dipimpin Gubernur Zaini Abdullah dan Wakil Gubernur Muzakir Manaf hanya aksi gertak sambal dari para preman.

Menurut Humas Pemerintah Aceh Murthala, apa yang dilakukan oleh mantan kombatan GAM tersebut adalah merupakan aksi premanisme belaka yang kerap dilakukan dengan memamerkan senjatanya ke publik dengan harapan mendapatkan jatah.

"Biasa mereka tidak mau kerja keras tapi maunya dapat uang. Jadi kalau tidak ada uang kerjanya pamer senjata dengan harapan mendapatkan jatah dari warga dan masyarakat, " ungkap Murthala saat dihubungi Sindonews via telepon selularnya, Kamis (16/10/2014).

Saat ini Murthala mengklaim kondisi Aceh sangat aman dan terkendali. Bahkan dia menyatakan kondisi kamtibmas di Aceh lebih baik dibanding dengan Pemprov Sumsel, Lampung dan DKI Jakarta.

"Dengan luas wilayah dan perbandingan penduduknya Aceh relatif lebih aman dibanding Sumsel, Lampung dan Jakarta, " timpal Murthala.

Dia juga menyayangkan pernyataan Abu Minimi yang menyebut Pemerintahan Zaini-Muzakir telah lalai dan tidak mampu melaksanakan amanah nota kesepahaman (MoU) Helsinki, khususnya dalam memenuhi hak- hak para mantan kombatan GAM dan korban konflik.

Saat ini pembangunan di Aceh, kata dia, sudah semakin pesat namun memang tidak semua korban konflik bisa mendapatkan rumah yang layak.

"Seharusnya jika mau bekerja keras tentunya akan ada hasilnya. Pemerintah Aceh tidak akan berpangku tangan. Ini mamang tidak semudah membalik telapak tangan, " tandasnya.

Sebelumnya kelompok mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di bawah pimpinan Nurdin alias Abu Minimi, membuat pernyataan keras dan mengancam termasuk dengan menggunakan senjata api untuk menghancurkan Pemerintahan Aceh yang sedang dipimpin Gubernur Zaini Abdullah dan Wakil Gubernur Muzakir Manaf.

Kelompok ini beralasan, perdamaian Aceh sudah berlangsung sembilan tahun, namun keadilan dan kesejahteraan rakyat Aceh tidak juga terpenuhi. Hal itu, karena kesalahan Pemimpin di Aceh.
(sms)
Berita Terkait
Pemerintah Aceh bersama...
Pemerintah Aceh bersama DPRA Teken KUA-PPAS 2021
Pemerintah Aceh Kembali...
Pemerintah Aceh Kembali Bantu Korban Banjir di Aceh Timur dan Aceh Utara
Banjir Aceh Timur, Pemerintah...
Banjir Aceh Timur, Pemerintah Aceh Salurkan Bantuan Masa Panik
Pemerintah Siapkan RUU...
Pemerintah Siapkan RUU Pemerintahan Aceh di Tengah Polemik 4 Pulau Masuk Sumut
Miris, Puluhan Rumah...
Miris, Puluhan Rumah Warga di Aceh Utara Ini Sangat Tak Layak Huni
Pemerintah Aceh Serahkan...
Pemerintah Aceh Serahkan Rumah Layak Huni untuk Warga Aceh Besar
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
2 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
2 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
3 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
3 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
5 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
6 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved