Usut Korupsi Lahan UGM, Kejati Minta Pendapat Ahli Pidana

Jum'at, 10 Oktober 2014 - 16:34 WIB
Usut Korupsi Lahan UGM,...
Usut Korupsi Lahan UGM, Kejati Minta Pendapat Ahli Pidana
A A A
YOGYAKARTA - Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY meminta keterangan ahli pidana dari Universitas Atmajaya Yogyakarta, Riawan Candra. Keterangan ahli pidana itu dibutuhkan untuk memperkuat sangkaan terkait kasus dugaan korupsi alih fungsi lahan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Riawan dimintai pendapatnya soal proses hukum yang ditempuh oleh Kejati. "Penyidik minta pendapat dari ahli pidana, Pak Riawan. Keterangannya dimasukkan dalam BAP untuk memperkuat sangkaan penyidik atas sangkaan tindak pidana korupsi kasus lahan UGM," kata Kasi Penerangan Hukum Kejati DIY Purwanta Sudarmaji, Jumat (10/10/2014).

Nantinya, ahli pidana itu juga akan diminta penyidik Kejati untuk memberikan keterangannya di persidangan. "Beliau selaku ahli pidana dari akademisi, keterangannya akan dipakai penyidik baik di BAP maupun nanti saat proses persidangan telah berjalan," jelasnya.

Selain itu, pemberkasan keterangan ahli ini juga atas petunjuk dari jaksa peneliti yang menyatakan berkas pemeriksaan belum lengkap.

"Berkas sudah dilimpahkan tahap pertama, tapi belum bisa dinyatakan lengkap oleh jaksa peneliti. Petunjuknya salah satunya agar penyidik minta pendapat ahli pidana," imbuh Purwanta.

Dalam kasus dugaan korupsi alih fungsi lahan UGM oleh Yayasan Fapertagama ini, Kejati menetapkan empat orang dosen aktif Fakultas Pertanian UGM sebagai tersangka. Mereka adalah Profesor Susamto, saat ini menjabat sebagai Ketua Majelis Guru Besar UGM. Dalam kasus ini dia selaku ketua yayasan kurun waktu 2000-2007.

Kemudian Triyanto, ketua yayasan 2009 2014, saat ini menjabat Wakil Dekan 3 Fakultas Pertanian Bidang Keuangan, Aset dan SDM. Dua tersangka lainnya adalah Toekidjo dan Ken Suratiyah selaku pengurus yayasan.

Kasus ini berawal atas temuan penyidik Kejati yang menyatakan Yayasan Fapertagama dengan sengaja mengklaim kepemilikan dan pengelolaan lahan milik UGM seluas 4.000 meter persegi di Dusun Plumbon, Banguntapan, Bantul.

Setelah dilakukan pengembangan, penyidik kembali menemukan barang bukti lahan di Wukirsari, Cangkringan, Sleman seluas lebih dari 9.000 meter persegi dan lahan seluas hampir tiga hektare di Wonocatur, Banguntapan, Bantul.

Beberapa lahan tersebut ada yang dijual dan disewakan oleh yayasan kepada pihak ketiga. Uang hasil penjualan dan sewa tersebut diduga kuat dimanfaatkan untuk kepentingan internal yayasan. Akibatnya negara mengalami kerugian keuangan mencapai Rp11,5 miliar.
(zik)
Berita Terkait
Dua Jaksa yang Ditangkap...
Dua Jaksa yang Ditangkap KPK Divonis 4 Tahun dan 1,5 Tahun
Fasilitas Lengkap, Next...
Fasilitas Lengkap, Next Hotel Yogyakarta Cocok untuk Aktivitas Komunitas, Rekreasi dan MICE
Next Hotel Yogyakarta...
Next Hotel Yogyakarta Tawarkan Staycation dan Bisnis
Korupsi Pembangunan...
Korupsi Pembangunan Stadion di Yogyakarta, KPK Geledah 2 Perusahaan Swasta
Rawan Disalahgunakan,...
Rawan Disalahgunakan, JCW Dorong KPK Awasi Penggunaan Danais DIY
September to Remember...
September to Remember di Next Hotel Yogyakarta: Tips Jitu Melepas Rindu Suasana Yogya
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
27 menit yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
44 menit yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
52 menit yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
1 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
1 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
1 jam yang lalu
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved