3 Kecamatan di Karo Masih Tertutup Abu Vulkanik Sinabung

Rabu, 08 Oktober 2014 - 08:39 WIB
3 Kecamatan di Karo...
3 Kecamatan di Karo Masih Tertutup Abu Vulkanik Sinabung
A A A
MEDAN - Tiga Kecamatan di Kabupaten Karo masih tertutup abu vulkanik akibat erupsi Sinabung. Tiga kecamatan di Tanah Karo tertutup abu vulkanik hingga Rabu pagi (8/10/2014) diantaraya Namanteran, Berastagi dan Kecamatan Merdeka.

Pantauan, Kecamatan Merdeka merupakan kecamatan yang paling tebal tertutup abu vulkanik. Sedangkan, Kecamatan Brastagi dan Namanteran, hanya tertutup abu vulkanik kurang dari 1 centimeter saja.

Tidak hanya rumah warga, namun sejumlah ladang perkebunan warga pun turut menjadi korban hujan abu vulkanik.

Sebelumnya Gunung Sinabung, kembali erupsi pada Selasa pagi 7 Oktober selama 1.260 detik disertai dengan guguran awan panas dari puncak sejauh 4.500 meter ke arah Selatan dan 3000 meter ke arah Tenggara.

Kepala Penyelidikan dan Pengamatan Gunung Api Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Dr I Gede Suwantika mengungkapkan, walau jarak guguran awan panas yang terjadi kali ini merupakan jarak guguran terjauh selama sebulan terakhir.

Namun erupsi ini tidak menyebabkan PVMBG mengeluarkan rekomendasi status bahaya gunung setinggi 2460 dari permukaan laut (mdpl) itu.

Tapi apabila, jarak guguran awan panas melebihi radius aman, 5000 meter, maka PVMBG akan mengkaji ulang untuk menaikkan status bahaya Gunung Sinabung tersebut.

Dr I Gede Suwantika menambahkan guguran awan panas Gunung Sinabung mendominasi ke arah Selatan dikarenakan kubah lava yang berada di puncak Gunung Sinabung berada di sebelah kiri gunung tersebut.

“Kalau dilihat dari pos pengamatan Gunung Sinabung, kubah lava yang berada di sebelah kiri Gunung Sinabung sudah dipenuhi oleh supply magma yang berasal dari dalam Gunung Sinabung. Makanya, tumpahan awan panasnya mengarah ke Selatan. Namun apabila kubah lavanya berada di sebelah kanan, maka tumpahan awan panasnya mengarah ke Tenggara,” ujarnya, Selasa 7 Oktober 2014.

Hingga saat ini, Dr I Gede Suwantika menambahkan belum ada pembentukan kubah lava baru yang terdapat di puncak Gunung Sinabung.

“Tumpahan awan panas masih berasal dari pembentukan kubah lava yang lama. Hingga saat ini, belum ada pembentukan kubah lava yang baru. Hal itu pulalah yang menyebabkan PVMBG belum mengeluarkan rekomendasi baru terkait status bahayanya,” paparnya.
(sms)
Berita Terkait
Pemerintah Pusat Didesak...
Pemerintah Pusat Didesak Cepat Tangani Dampak Erupsi Sinabung
Gunung Sinabung Erupsi,...
Gunung Sinabung Erupsi, Maskapai Penerbangan Diminta Semakin Waspada
Sinabung Erupsi, Bagaimana...
Sinabung Erupsi, Bagaimana Dampaknya ke Penerbangan?
Erupsi Sore Hari, Abu...
Erupsi Sore Hari, Abu Vulkanik Gunung Sinabung Berbentuk Siluet dengan Ketinggian 2.000 Meter
Sinabung Terus Erupsi,...
Sinabung Terus Erupsi, Muntahkan Abu Vulkanik Setinggi 1.000 Meter
Gunung Sinabung Terus...
Gunung Sinabung Terus Erupsi, Waspadai Banjir Lahar
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
7 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
7 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
7 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
7 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
9 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
11 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved