Pertahankan Laptop, Candra Tewas Lima Tusukan

Selasa, 07 Oktober 2014 - 18:29 WIB
Pertahankan Laptop,...
Pertahankan Laptop, Candra Tewas Lima Tusukan
A A A
PALEMBANG - Pertahankan laptop, Candra Husman alias Hasan (25), warga Lorong Patra Jaya RT 9/2, Kelurahan 14 Ilir, Kecamatan ITII, Palembang, tewas ditikam senjata tajam.

Korban ditemukan tergeletak tidak bernyawa di Jalan Segaran dengan menderita lima luka tusukan Senin, (06/10/2014) 22.00 WIB. Aparat kepolisian Polsek Ilir Timur (IT) I menduga Hasan adalah korban perampokan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban kesehariannya membantu mahasiswa untuk membuat skripsi.

Ketika kejadian, pada pukul 18.30 WIB korban pamit dari rumah karena mendapatkan job membuat skripsi. Diduga, saat melintas di lokasi ditemukan jasad korban itulah, dihadang pelaku. Dikarenakan, laptop yang dibawa korban tidak ada ditempat.

“Korban ditemukan tewas bersimbah darah dengan menggunakan kaos berwarna abu-abu hati dan mengenakan celana panjang,”kata Kapolsek IT II AKP Ary Sudrajat, saat di konfirmasi di ruang kerjannya, Selasa, (7/10/2014).

Menurut Ary, dari saku celana korban ditemukan, 1 buah handphone merk Sony dan 4 buah kunci. Korban sebelumnya sempat mengirim uang dari ATM BNI ke ATM BCA. “Kasus ini, masih terus kita kembangkan untuk mencari para pelakunya,”ujar Ary.

Saat ditemui di kamar jenazah departemen forensik RS Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang, orang tua korban Lien Hua, (48) terkejut melihat kondisi anaknya tidak bernyawa lagi.

Dia mengaku, tidak memiliki firasat apapun karena sang anak memiliki prilaku sopan dan tidak memiliki musuh.

“Dia itu anak baik, tidak ada musuh kenapa harus meninggal seperti itu. Sebelum keluar rumah, saya suruh dia makan dulu, tapi dia tidak mau,”ucap Lien

Lien bercerita, anaknya kesehariannya bekerja memberikan bimbingan skripsi kepada mahasiswa semester akhir. Dari sana, dia mendapatkan imbalan uang atas jasanya tersebut.

Korban juga tidak memiliki kendaraan, keseharian anaknya keluar rumah berjalan kaki sambil membawa laptop yang baru saja dibeli seharga Rp18 juta.

“Mungkin dia di rampok karena mempertahankan laptop yang baru dibelinya itu dia di bunuh. Dia keluar mau ke rumah mahasiswa di kawasan Pujasera membawa laptopnya,” ungkapnya.
(ilo)
Berita Terkait
Pembunuhan di Semarang...
Pembunuhan di Semarang Berhasil Diungkap, Motifnya Perampokan
Pelaku Pembunuhan Perempuan...
Pelaku Pembunuhan Perempuan di Kosan Elite Denpasar Ditangkap
Perampok Sadis Tewas...
Perampok Sadis Tewas Ditembak Polisi di Medan, Begini Ceritanya
Lansia Tewas Dibunuh,...
Lansia Tewas Dibunuh, Saksi Curigai 2 Orang Berperawakan Tinggi Besar
Perampok Sadis Beraksi...
Perampok Sadis Beraksi di Bone, Pemilik Kios Dibunuh
Polisi Ringkus Pembunuh...
Polisi Ringkus Pembunuh yang Mayatnya Ditemukan di Setu
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
11 jam yang lalu
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
12 jam yang lalu
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
18 jam yang lalu
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
19 jam yang lalu
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
20 jam yang lalu
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
23 jam yang lalu
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved