PKL Jalan Kartini Harus Bersedia Direlokasi

Rabu, 01 Oktober 2014 - 07:00 WIB
PKL Jalan Kartini Harus...
PKL Jalan Kartini Harus Bersedia Direlokasi
A A A
SEMARANG - Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Trijoko Sardjoko berharap para PKL Jalan Kartini, Semarang, bersedia direlokasi.

Menurut Trijoko, proses penertiban kemarin memang urung dilakukan karena para Pedagang Kaki Lima (PKL) Jalan Kartini masih belum mau pindah dari lokasi itu.

"Sebenarnya persiapan penertiban hari ini sudah matang, kami sudah menyurati mereka untuk segera pindah. Tapi karena para pedagang mengaku belum siap, kami masih memberikan toleransi waktu," kata dia, Selasa (30/9/2014).

Padahal, lanjut Trijoko, proses relokasi seharusnya mendapat dukungan penuh dari para PKL Jalan Kartini. Sebab, pihaknya telah menyediakan lokasi baru kepada mereka agar tetap bisa berjualan.

"Tapi alasan mereka lokasi tidak layak. Padahal menurut kami tempat baru di Pasar Dargo dan Pasar Burung Karimata itu sangat layak bagi mereka. Selain itu, mereka sendiri yang meminta untuk pindah tidak jauh dari lokasi semula (Jalan Kartini), kami tempatkan di Pasar Karimata tetap saja tidak mau," tegasnya.

Pihaknya, lanjut Trijoko, dia akan kembali melakukan perundingan dengan para pedagang pada Jumat depan. Ia berharap, hasil perundingan akan berjalan positif. "Kalau tetap buntu maka kami akan melangkah sesuai peraturan yang ada," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pesona Pedagang Burung Semarang (P3BS) Wahyudi mengatakan, pihaknya akan terus menolak rencana relokasi tersebut. Alasannya, lokasi yang dijadikan relokasi tidak layak dan dapat mengancam masa depan para pedagang.

"Tentu kami akan terus menolak kalau belum ada tempat yang layak bagi kami. Kalau Pasar Karimata itu tidak layak sama sekali, tempatnya rusak dan aksesnya sulit. Kalau dipaksakan, maka kami para pedagang akan gulung tikar," ujarnya.

Sebenarnya, lanjut dia, para pedagang siap untuk dipindahkan asalkan ada lokasi yang cocok. Penentuan lokasi itu harus melibatkan para pedagang, karena mereka yang menjadi pelaku utama dalam kegiatan itu.

"Dinas bilang layak karena mereka tidak melakukan, kami ini pelaku sebenarnya yang tahu mana lokasi layak dan tidak. Kami akan terus bertahan di sini sebelum ada lokasi yang layak bagi kami berjualan," pungkasnya.
(zik)
Berita Terkait
Agar Lebih Aman, Ikuti...
Agar Lebih Aman, Ikuti Prokes Jajan Makanan di Kaki Lima
120 Los Kanre Rong Disegel...
120 Los Kanre Rong Disegel Karena Menunggak Iuran Listrik
Curhat Pedagang Pecel...
Curhat Pedagang Pecel Lele dan Mi Ayam Terkait Pengetatan Jam Malam
Kerap Dijadikan Lokasi...
Kerap Dijadikan Lokasi Pesta Miras, Lapak PKL Dibongkar Satpol PP
Wakil Bupati Bone Minta...
Wakil Bupati Bone Minta PKL Bantu Pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi
Usaha Terpuruk Akibat...
Usaha Terpuruk Akibat PPKM Darurat, PKL Tamansari Salatiga Berduka
Berita Terkini
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
1 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
3 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
3 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
4 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
12 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
12 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved