Tangkap Penjahat, Wali Kota Imingi Warga Rp10 Juta
Minggu, 28 September 2014 - 18:00 WIB
Tangkap Penjahat, Wali Kota Imingi Warga Rp10 Juta
A
A
A
LUBUKLINGGAU - Wali Kota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe mengimingi warganya uang Rp2,5 -Rp10 juta jika berhasil menangkap penjahat. Langkah ini dilakukan karena marak dan tingginya kasus kriminalitas di Kota Lubuklinggau sehingga sangat meresahkan masyarakat
Menurut Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe, siapapun termasuk aparat kepolisian diberikan reward Rp2,5 juta hingga Rp10 juta jika berhasil menangkap pelaku kejahatan.
"Siapapun bisa mendapatkan reward pribadi dari saya. Baik itu warga atau aparat penegak hukum. Besaran hadiah uang disiapkan sesuai kasus kriminal dilakukan oleh pelaku,"ungkap SN Prana Putra Sohe, Minggu (28/9/2014).
Nanan panggilan akrab SN Prana Putra Sohe menjelaskan, dicontohkan reward uang diberikan senilai Rp5 juta akan diberikan kepada siapapun yang dapat menangkap pelaku kejahatan dengan kekerasan (curas), pencurian dengan kendaraan bermotor (curanmor) dan pelaku perampokan.
"Pokoknya pelaku yang ditangkap dilihat dari kasusnya. Hadiah yang disediakan mulai Rp2,5 juta sampai Rp10 juta dari saya pribadi," jelasnya.
Nanan menegaskan, belakangan ini tindak kriminalitas di Kota Lubuklinggau cukup tinggi. Hal itu dikarenakan banyak faktor.
Salah satunya Kota Lubuklinggau letak geografis daerah ini yang diapit oleh beberapa daerah tetangga seperti, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Kabupaten Mura dan Kabupaten Muratara.
Lubuklinggau bisa dikatakan sentra pertemuan ekonomi berbagai daerah lainnya. Meningkatnya kriminalitas terjadi hampir di seluruh Indonesia. Diduga dipengaruhi komoditi perkebunan seperti harga getah karet sedang tidak menentu.
Pencegahan tindak kriminalitas tidak dapat serta merta dibebankan kepada aparat penegak hukum. Namun butuh kepedulian dari seluruh elemen masyarakat.
"Saya juga akan meminta kepada seluruh Ketua RT dan masyarakat mengaktifkan kembali pos kamling di wilayahnya masing-masing. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan," ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Kota Lubuklinggau, AKBP Dover Cristian LG mengatakan, reward diberikan Wali Kota Lubuklinggau sebagai perangsang positif untuk masyarakat yang sama-sama menjaga situasi kamtibmas.
"Diharapkan masyarakat tidak melakukan tindakan anarkis saat melakukan penangkapan para pelaku kejahatan berpikir melakukan aksi kejahatan," pungkasnya.
Menurut Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe, siapapun termasuk aparat kepolisian diberikan reward Rp2,5 juta hingga Rp10 juta jika berhasil menangkap pelaku kejahatan.
"Siapapun bisa mendapatkan reward pribadi dari saya. Baik itu warga atau aparat penegak hukum. Besaran hadiah uang disiapkan sesuai kasus kriminal dilakukan oleh pelaku,"ungkap SN Prana Putra Sohe, Minggu (28/9/2014).
Nanan panggilan akrab SN Prana Putra Sohe menjelaskan, dicontohkan reward uang diberikan senilai Rp5 juta akan diberikan kepada siapapun yang dapat menangkap pelaku kejahatan dengan kekerasan (curas), pencurian dengan kendaraan bermotor (curanmor) dan pelaku perampokan.
"Pokoknya pelaku yang ditangkap dilihat dari kasusnya. Hadiah yang disediakan mulai Rp2,5 juta sampai Rp10 juta dari saya pribadi," jelasnya.
Nanan menegaskan, belakangan ini tindak kriminalitas di Kota Lubuklinggau cukup tinggi. Hal itu dikarenakan banyak faktor.
Salah satunya Kota Lubuklinggau letak geografis daerah ini yang diapit oleh beberapa daerah tetangga seperti, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Kabupaten Mura dan Kabupaten Muratara.
Lubuklinggau bisa dikatakan sentra pertemuan ekonomi berbagai daerah lainnya. Meningkatnya kriminalitas terjadi hampir di seluruh Indonesia. Diduga dipengaruhi komoditi perkebunan seperti harga getah karet sedang tidak menentu.
Pencegahan tindak kriminalitas tidak dapat serta merta dibebankan kepada aparat penegak hukum. Namun butuh kepedulian dari seluruh elemen masyarakat.
"Saya juga akan meminta kepada seluruh Ketua RT dan masyarakat mengaktifkan kembali pos kamling di wilayahnya masing-masing. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan," ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Kota Lubuklinggau, AKBP Dover Cristian LG mengatakan, reward diberikan Wali Kota Lubuklinggau sebagai perangsang positif untuk masyarakat yang sama-sama menjaga situasi kamtibmas.
"Diharapkan masyarakat tidak melakukan tindakan anarkis saat melakukan penangkapan para pelaku kejahatan berpikir melakukan aksi kejahatan," pungkasnya.
(sms)