Kemarau Panjang, Warga Jembrana Krisis Air Bersih

Minggu, 21 September 2014 - 20:02 WIB
Kemarau Panjang, Warga...
Kemarau Panjang, Warga Jembrana Krisis Air Bersih
A A A
JEMBRANA - Sejak sebulan terakhir warga di Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau panjang dan padamnya aliran air yang disuplai PDAM.

Pemkab Jembrana telah mengantisipasi dengan menyuplai secara rutin air bersih ke desa-desa yang dilanda krisis air bersih dengan mengerahkan beberapa mobil tangki.

Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo misalnya, sejak beberapa minggu ini, ribuan warga menanti pasokan air bersih yang didrop mobil-mobil tangki air Pemkab Jembrana, untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari.

Begitu mengetahui mobil tangki datang, warga setempat berdatangan membawa jerigen, ember dan alat penampung air lainnya, guna mengambil air untuk kebutuhan sehari-hari.

Bahkan beberapa warga harus rela antre mendapatkan air bersih. Banyaknya warga yang datang sehingga air dalam tangki berisi air 5.000 liter ludes dalam waktu sekejap.

Gusti Kade Suarsa (45) seorang warga menuturkan, krisis air bersih dialami mereka berlangsung sebulan lebih.

“Setiap kemarau, air PDAM selalu mati. warga di tiga banjar, yakni Banjar Kaleran, Banjar Wali dan Banjar Bale Agung hanya mengantungkan air dari suplai PDAM sebab jarang yang memiliki sumur,” terangnya kepada wartawan Minggu (21/9/2014).

warga ada yang memanfaatkan air dari saluran irigasi untuk keperluan sehar-hari dengan menempuh jarah yang jauh.

Menurutnya dalam satu hari Pemkab Jembrana hanya menyuplai air bersih sebanyak enam tangki untuk melayani 12 titik penampungan yang tersebar banjar-banjar yang dilanda kekeringan. “

Perbekel Yehembang I Made Semadi membenarkan ribuan warganya mengalami krisis air bersih. Krisis terparah terjadi di Banjar Kaleran Kauh dan Banjar Wali. Bantuan enam tangki air dari pemerintah, dirasa masih kurang,

"Kami harapkan bisa ditambah. Namun demikian langkah Pemkab Jembrana sudah bisa mengatasi krisis air,” imbuhnya.
(sms)
Berita Terkait
Awal Musim Kemarau 2024...
Awal Musim Kemarau 2024 Diprediksi Mundur, Ini Rincian Daerahnya
Sungai Batanghari Surut...
Sungai Batanghari Surut Akibat Kemarau, Munculkan Pulau Berpasir
Puncak Kemarau di Maros...
Puncak Kemarau di Maros Diprediksi Pada Bulan Agustus
56% Wilayah Indonesia...
56% Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau Sejak Awal Juli 2023
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus 2025, BMKG: Berlangsung Lebih Singkat
September Puncak Musim...
September Puncak Musim Kemarau, Oktober Transisi ke Musim Hujan
Berita Terkini
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
59 menit yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
1 jam yang lalu
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
1 jam yang lalu
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
1 jam yang lalu
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
3 jam yang lalu
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved