Tanah Sekitar Tambak Udang Mulai Rusak

Sabtu, 20 September 2014 - 01:31 WIB
Tanah Sekitar Tambak...
Tanah Sekitar Tambak Udang Mulai Rusak
A A A
BANTUL - Lahan di sekitar lokasi pembangunan tambak udang di Bantul mulai menurun kualitasnya. Kadar keasaman tanah di sekitar tambak sudah melebihi kadar normal. Diduga, penurunan tersebut akibat pencemaran air tambak udang.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Dokumentasi Lingkungan Hidup, Priya Haryanta mengungkapkan, pihaknya telah melakukan penelitian kondisi tanah di sekitar tambak udang. Tiga zona mereka sasar yaitu di Kecamatan Kretek, Sanden, dan Srandakan. Hanya saja, pihaknya baru menyelesaikan kajian di Kecamatan Sanden.

"Letaknya memang berdekatan dengan pertanian. Hanya ada batas tanggul," ujarnya, Jumat (19/9/2014).

Kadar keasaman di sumur untuk mengairi sawah milik warga mencapai 7,22 atau melebih kadar keasaman air tambak berkisar 7,16. Sementara, kondisi keasaman tanah di sekitar tambak mencapai 7,8 melebihi batas atas kesuburan normalnya.

Sementara TDS (Total Dissolved Solid) air mencapai 31,1 mg/liter yang berarti kepekatan larutan total 30 gram per liter. Pihaknya belum meneliti kepadatan apa yang menyebabkan kepekatannya bisa mencapai angka 31,1 mg/liter tersebut.

"Ini baru yang ada di Sanden, yang dibatasi tanggul. Sementara yang di sebelah barat yaitu di Srandakan masih diuji laboratorium," jelasnya.

Meski sudah menunjukkan peningkatan keasaman, Priya belum bersedia mengatakan karena pengaruh tambak udang. Pasalnya, ia belum meneliti lebih jauh apakah peningkatan keasaman karena intrusi air tambak.

Namun ia berharap hal tersebut bukan karena intrusi tambak udang dan tidak ada unsur kimia, hanya unsur organik. Seandainya organik, ia juga berharap kadarnya tetap normal. Karena, jika sampai jenuh efeknya juga tidak baik. "Kondisi tidak normal tersebut mempengaruhi kesuburan," ujarnya.

Kepala BLH Bantul Eddy Susanto menambahkan, BLH tidak tinggal diam terkait tambak udang. Hanya saja, sesuai dengan tugas pokok fungsinya, mereka hanya melakukan kajian. Mereka tidak memiliki kewenangan melakukan eksekusi tambak udang. "Kajian itu akan kami sampaikan Bupati untuk pertimbangan."
(zik)
Berita Terkait
Chevron Kolaborasi Tingkatkan...
Chevron Kolaborasi Tingkatkan Produktivitas Petambak Udang di Berau
Dongkrak Ekspor Udang...
Dongkrak Ekspor Udang Indonesia lewat Modernisasi Tambak
Wow! Pengembangan Tambak...
Wow! Pengembangan Tambak Udang Vaname Manfaatkan Satelit Amerika
Danrem 011 Lilawangsa...
Danrem 011 Lilawangsa Panen Udang Vaname Usaha Mandiri
Bupati Jembrana Ikut...
Bupati Jembrana Ikut Panen Udang Vaname Teknologi Hyper Density di Situbondo
Nelayan Lampung Timur...
Nelayan Lampung Timur Belajar Pengelolaan Tambak Udang Ramah Lingkungan
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
2 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
2 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
2 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
2 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
4 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
6 jam yang lalu
Infografis
10 Jurusan yang Mulai...
10 Jurusan yang Mulai Ditinggalkan dan 6 Prodi Primadona Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved