Warga Terpaksa Makan Ubi, Kemarau Keringkan Sawah

Selasa, 16 September 2014 - 16:34 WIB
Warga Terpaksa Makan...
Warga Terpaksa Makan Ubi, Kemarau Keringkan Sawah
A A A
GARUT - Warga terpaksa makan ubi setelah musim kemarau panjang melanda Kabupaten Garut, wilayah Selatan.

Hingga hari ini kemarau di daerah tersebut telah berlangsung selama satu bulan. Areal persawahan warga yang terletak di Kampung Ciwaru, Desa Cijambe, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, sudah tidak produktif lantaran mengalami kekeringan.

Titing, (45), seorang warga Kampung Ciwaru, hanya bisa pasrah melihat sawah seluas 2.800 meter persegi miliknya kering kerontang. Rencana panen dalam waktu dekat, terpaksa batal karena tanaman padinya mati mengering.

“Air tidak lagi mengaliri sawah saya dan sawah milik orang lain di sini. Semenjak permulaan kemarau hingga kini, sawah-sawah mulai mengering. Termasuk milik saya seluas 200 tumbak (2.800 meter persegi),” kata Titing, Selasa (16/9).

Menurutnya, musim kemarau yang melanda daerahnya dirasakan cukup parah, bahkan sebagian pemilik sawah di kawasan tersebut dipastikan mengalami gagal panen.

“Dengan keadaan seperti ini sudah dipastikan kami tidak akan bisa menikmati musim panen dan menderita kerugian cukup besar. Modal tanam pada musim ini tidak menghasilkan sama sekali,” ungkapnya.

Total luas areal persawahan di tempat di mana dia tinggal, yaitu seluas 40 hektare (ha) mengalami kekeringan. Dampak lain dari kekeringan ini, kata Titing, sebagian warga terpaksa beralih dengan mulai mengonsumsi gadung (umbi-umbian yang biasa tumbuh di hutan).

“Beras sangat sedikit karena tidak ada sawah yang menghasilkan. Beras raskin juga sedikit. Jadi, sebagian warga mulai mengonsumsi gadung,” ujarnya.

Di Kecamatan Cikelet, gadung biasanya diolah warga sebagai makanan ringan berupa keripik seperti singkong. Jika dimasak untuk keperluan pengganti nasi, gadung diolah dengan cara direbus.

Diberitakan sebelumnya, pada musim kemarau tahun ini, areal persawahan yang tercatat di Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Kabupaten Garut mengalami kekeringan baru sekitar 145 ha. Sementara ratusan ha sawah lainnya terancam kekeringan.

“145 ha itu baru terdapat di Kecamatan Cibatu dan Sukawening. Belum daerah lain yang masih kita data. Sementara ini ratusan ha sawah lainnya juga terancam. Untuk yang 145 ha sawah saja misalnya, produksi beras menghilang sebanyak 141 ton,” kata Kepala Dinas TPH Tatang Hidayat beberapa waktu lalu.
(ilo)
Berita Terkait
Warga Bontoa Jalan Puluhan...
Warga Bontoa Jalan Puluhan Kilometer untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih
Karawang Mulai Kekeringan,...
Karawang Mulai Kekeringan, BPBD Pasok Air Bersih hingga Tengah Malam
Menteri Siti Nurbaya...
Menteri Siti Nurbaya Ingatkan Pentingnya Kebijakan Water Balance
Lahan Pertanian Alami...
Lahan Pertanian Alami Kekeringan, Petani di Aceh Terancam Gagal Panen
Atasi Kekeringan, Pemkab...
Atasi Kekeringan, Pemkab Bekasi Bakal Pasang Pipa dan Buat Sumur
El Nino Meningkat Lebih...
El Nino Meningkat Lebih 50%, Potensi Kekeringan Makin Nyata
Berita Terkini
Gempa Magnitudo 4,7...
Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Polewali Mandar Pagi Ini, Dirasakan hingga Makassar
20 menit yang lalu
Gelar Intercultural...
Gelar Intercultural Festival 2026, UMB Satukan Mahasiswa 9 Negara lewat Budaya
2 jam yang lalu
18 DPC Beri Dukungan,...
18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
13 jam yang lalu
Tingginya Antusiasme...
Tingginya Antusiasme Peserta saat Ikuti Perlombaan Antar Madrasah Diniyah yang Digelar MNC Lido dan MNC Peduli
13 jam yang lalu
Pengadilan Agama Jaksel...
Pengadilan Agama Jaksel Gandeng Pemkot, Siapkan Isbat Nikah Terpadu bagi Warga
13 jam yang lalu
Menyemarakkan Tahun...
Menyemarakkan Tahun Baru Islam, MNC Lido dan MNC Peduli Gelar Lomba Kaligrafi hingga Cerdas Cermat
14 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Tangguhkan...
Arab Saudi Tangguhkan Visa Warga 14 Negara Termasuk Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved