Dijadikan Tempat Prostitusi Terselubung, Warung Ayu Digusur

Rabu, 10 September 2014 - 17:35 WIB
Dijadikan Tempat Prostitusi...
Dijadikan Tempat Prostitusi Terselubung, Warung Ayu Digusur
A A A
KARANGANYAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menggusur bangunan semi permanen, di pinggir Jalan Raya Solo-Sragen, tepatnya di Dusun Nangsri, Kecamatan Kebakkramat. Bangunan yang dikenal Warung Ayu tersebut selama ini diduga sebagai tempat prostitusi terselubung.

Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar Samsi mengatakan, pihaknya telah memerintahkan Satpol PP untuk meratakan bangunan maksimal hingga akhir September 2014. Kini, pihak yang menempati dipersilahkan untuk membongkar secara swadaya.

Tempat yang ditengarai sebagai lokalisasi terselubung tersebut, tidak beroperasi sejak pertengahan 2013 lalu, usai dirazia berulangkali oleh aparat Kepolisian.

Sedangkan 30 perempuan yang berprofesi sebagai wanita Pekerja Seks Komersial (PSK), penghuni Warung Ayu telah dikirim ke Balai Rehabilitasi Sosial (Barehsos) milik Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Jawa Tengah.

“Kalau tidak dirobohkan, penghuni lama bisa saja menghidupkan kembali lokasi di tempat itu. Juga dikhawatirkan menjadi sarang nyamuk,” ujar Samsi, kepada wartawan, Rabu (10/9/2014).

Selanjutnya, bekas lahan akan dikembalikan ke Perusahaan Gula (PG) Tasikmadu, selaku pemilik aset lahan. Bangunan yang berdiri di atas lahan yang dulunya merupakan bantaran rel kereta pengangkut tebu PG Tasikmadu. Juga menempel di PT Delta I dan III. Di lokasi itu juga terdapat satu rumah di atas tanah hak milik yang kini dihuni perempuan berusia 49 tahun.

“Dia hidup sebatang kara, rencananya akan dititipkan ke Dinas Sosial. Sedangkan rumahnya diikutkan rehab rumah tidak layak huni. Jika PG Tasikmadu mengizinkan, bekas lokasi Warung Ayu akan dibuat jalan tembus antar desa," jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Kebakkramat AKP Dwi Ernawati mengatakan, aktivitas di Warung Ayu telah berlangsung sejak puluhan tahun silam. Lokasinya banyak dikunjungi, karena terletak di pinggir jalan penghubung antar kota antar provinsi.

"Kami telah menganjurkan agar para germo yang ada di lokasi itu untuk pulang ke daerah asalnya. Mereka banyak yang pulang ke Blora dan Pati. Dianjurkan untuk beralih profesi,” ungkap Dwi Ernawati.
(san)
Berita Terkait
Masih Bertahan, Penghuni...
Masih Bertahan, Penghuni Bangunan Gang Royal Rawa Bebek Resah dan Pasrah
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
Prostitusi Online-Lokalisasi...
Prostitusi Online-Lokalisasi Berkedok Karaoke Marak di Ketapang, Warga Resah
ABG Cantik asal Serang...
ABG Cantik asal Serang Dijual ke Pengelola Lokalisasi di Jakarta
3 Tempat Prostitusi...
3 Tempat Prostitusi di Jakarta yang Sudah Ditutup, 2 di Antaranya Disulap Jadi Bangunan Bermanfaat
Berita Terkini
Plt Bupati Bekasi Bakal...
Plt Bupati Bekasi Bakal Evaluasi Kinerja Dirum Perumda Tirta Bhagasasi
21 menit yang lalu
Hadir di IFBC Yogyakarta...
Hadir di IFBC Yogyakarta 2026, Booth Bingxue Dipadati Calon Mitra
49 menit yang lalu
Penyelundupan 3 Ton...
Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling ke Kamboja Terbongkar, Kemenhut Buru Jaringan Internasional
53 menit yang lalu
KDM Buka Lowongan Kerja,...
KDM Buka Lowongan Kerja, Buru Begal Komisi Rp50 Juta
1 jam yang lalu
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
3 jam yang lalu
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
5 jam yang lalu
Infografis
5 Bahaya Harimau Dijadikan...
5 Bahaya Harimau Dijadikan Sebagai Hewan Peliharaan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved