Perjuangan Siswa SD di Daerah Terpencil

Sabtu, 16 Agustus 2014 - 06:00 WIB
Perjuangan Siswa SD...
Perjuangan Siswa SD di Daerah Terpencil
A A A
NGANJUK - Kemerdekaan yang identik dengan fasilitas dan sarana prasarana memadai belum dirasakan sepenuhnya oleh anak-anak di sebuah desa terpencil di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Sebab, setiap hari mereka harus pergi sekolah dengan jalan kaki, melintasi sungai, hutan, hingga mendaki perbukitan kapur.

Dusun Suruh, Dusun Kalimati, dan Dusun Bendorayut, Kecamatan Ngluyu merupakan daerah terpencil yang terletak di tengah hutan, sekitar 45 kilometer dari pusat Kota Nganjuk. Selepas Subuh, sejumlah anak dari dusun tersebut pergi ke sekolah. Mereka berjalan mengarah SDN Ngepung I di Desa Sumbermiri, Kecamatan Lengkong, Nganjuk. Namun, bukan hal mudah bagi anak-anak tersebut untuk tiba ke sekolah.

Selain harus berangkat pagi-pagi sekali karena jaraknya cukup jauh sekitar 3 hingga 5 kilometer, mereka juga harus melintasi jalanan hutan, melintasi sungai, hingga mendaki perbukitan kapur. Beruntung, saat musim kemarau seperti sekarang kondisi air sungai mengering. Jika musim hujan datang, mereka harus bersusah payah menyeberangi sungai.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 hingga 1,5 jam, tibalah anak-anak itu di sekolah mereka.
Namun bukannya langsung bisa beristirahat atau belajar, mereka harus membersihkan ruang kelasnya terlebih dahulu.

Ironisnya, meski waktu sudah menunjukkan lebih dari pukul 07.00 pagi, mereka tetap belum bisa masuk untuk belajar. Sebab, memang belum datang. Menurut mereka, biasanya guru di sekolah ini datang pukul 08.00. "Itu pun tidak semuanya, beberapa di antaranya kadang malah tidak datang," kata Rohman, salah seorang siswa.

Meski minimnya sarana dan prasarana yang ada, tidak menyurutkan semangat anak-anak ini untuk tetap belajar. Walau harus jalan kaki dan didera rasa takut melintasi hutan, setiap hari mereka tetap penuh semangat pergi ke sekolah demi menggapai cita-citanya yang tinggi.

Kondisi yang serba minus tersebut sebenarnya telah membuat warga setempat prihatin sejak lama. Warga prihatin karena sampai saat ini kondisi jalan dan desa mereka masih jauh dari perhatian pemerintah dan nyaris tidak pernah tersentuh pembangunan.

Sujiono, salah seorang warga, berharap pemerintah membangun jalan desa mereka secara layak serta mengawasi sekolah mereka secara rutin agar anak-anak di desanya bisa menikmati fasilitas pendidikan seperti anak-anak di daerah lainnya.
(zik)
Berita Terkait
Stafsus Menkeu: Inovasi...
Stafsus Menkeu: Inovasi Kebijakan Daerah Jadi Kunci Pembangunan Nasional
Kunjungi Pelosok, Gubernur...
Kunjungi Pelosok, Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Rp1 Miliar
Pohuwatu Gunakan Dana...
Pohuwatu Gunakan Dana Desa Bangun Rumah Sehat Komunal Gratis Bagi Warga Miskin
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Tunjukkan Komitmen Dukung Pembangunan Daerah
Daya Saing Award, Upaya...
Daya Saing Award, Upaya Majukan Potensi di Daerah
Akselerasi Pembangunan...
Akselerasi Pembangunan Daerah
Berita Terkini
Mimika Darurat Narkoba,...
Mimika Darurat Narkoba, Rampeani Rachman Minta Bandar Diburu hingga ke Akar
51 menit yang lalu
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
2 jam yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
3 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
4 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
4 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
6 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved