Ketua Paguyuban TKI Kendal di Korsel Meninggal

Kamis, 14 Agustus 2014 - 15:12 WIB
Ketua Paguyuban TKI...
Ketua Paguyuban TKI Kendal di Korsel Meninggal
A A A
KENDAL - Bambang Sugiharto (42), seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kelurahan Ngilir RT 5 RW 1, Kecamatan Kendal, meninggal dunia di Korea Selatan. Hingga saat ini penyebeb kematian korban belum diketahui secara pasti.

Kabid Transmigrasi, Pelatihan, Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kabupaten Kendal, Supardi mengatakan bahwa pihaknya mendapat informasi meninggalnya korban, Jumat (8/8) oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Korea Selatan. Korban merupakan Ketua Paguyuban Bahurekso di Korea Selatan. Paguyuban ini untuk mengkoordinir TKI dan TKW asal Kabupaten Kendal yang ada di Korea Selatan.

"Kabar meninggalnya korban kami terima langsung dari KBRI setempat, Jumat lalu," ujarnya, Kamis (14/8/2014).

Soal penyebab meninggalnya korban, Supardi mengaku belum mengetahui secara pasti. Dari informasi yang didapatnya, korban melakukan kegiatan bersama TKI lain pada 7 Agustus hingga malam hari. Namun, sekitar pukul 04.00 waktu Korea Selatan, korban mengalami kejang-kejang dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.

"Nyawa korban tidak bisa tertolong dan dinyatakan meninggal 8 Agustus, sekitar pukul 05.00 waktu di sana," lanjutnya.

Rencananya, jenazah korban akan sampai di rumah duka sekitar 23.00 WIB. Supardi menjelaskan, jenazah korban diterbangkan dari Korea Selatan pukul 11.00 WIB melalui Jakarta, kemudian ke rumah duka.

Sementara itu, Arief Fitriyanto, kakak korban mengaku menerima informasi terkait meninggalnya korban dari Wawan, salah seorang rekan korban di Korea Selatan, Jumat (8/8/2014) sesaat setelah kejadian.

"Malam sebelum meninggal, adik saya mengadakan kegiatan di Sekretariat Paguyuban Bahurekso di sana bersama anggota lain. Mereka masak-masak sampai tidur di lokasi. Tapi, saat hendak salat subuh, adik saya mengalami kejang dan dilaporkan ke KBRI setempat, kemudian disarankan untuk dibawa ke rumah sakit," kata dia.

Menurut Arief, adiknya itu tidak memiliki riwayat penyakit dalam. Bambang mulai bekerja di Korea Selatan tahun 2008, lalu sempat pulang pada Mei 2013. Hanya tiga bulan di kampung halaman, Bambang kembali berangkat ke Korea Selatan 8 Agustus 2013. "Satu tahun persis adik saya di Korea, bekerja di perusahaan bagian mesin. Tapi jelasnya kami tidak tahu pasti perusahaan apa. Korban meninggalkan satu istri dan dua anak."

Arief menambahkan, pemakaman rencananya dilakukan besok di kompleks pemakaman kelurahan setempat.
(zik)
Berita Terkait
Dikejar Polisi, Tekong...
Dikejar Polisi, Tekong Penyelundup 31 TKI Ilegal ke Malaysia Lompat ke Sungai
TKI Sumarkinah Korban...
TKI Sumarkinah Korban Penganiayaan di Saudi Sudah Dievakuasi dari Rumah Majikan
BP2MI Apresiasi Polda...
BP2MI Apresiasi Polda Jatim Bongkar Sindikat TKI Ilegal
TNI AL Amankan 124 Pekerja...
TNI AL Amankan 124 Pekerja Migran Ilegal di Labuhanbatu Utara
Jual TKI Jadi Budak...
Jual TKI Jadi Budak Kapal Ikan China, 7 Orang Dibekuk Polda Kepri
Tiba di Batubara, 122...
Tiba di Batubara, 122 TKI Langsung Dikarantina
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
3 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
4 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
5 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
5 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
5 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved