Gunung Slamet Naik Siaga, Radius 4 KM Dikosongkan

Rabu, 13 Agustus 2014 - 03:29 WIB
Gunung Slamet Naik Siaga,...
Gunung Slamet Naik Siaga, Radius 4 KM Dikosongkan
A A A
JAWA TENGAH - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah menyatakan Gunung Slamet naik statusnya dari waspada (level II) menjadi siaga (level III) Selasa 12 Agustus 2014.

Status gunung dinaikkan menyusul hasil pemantauan kontinyu yang merekam terjadinya kenaikan berbagai aktivitas vulkanik di sana. Kenaikan status ini ditetapkan oleh PVMBG Badan Geologi, dan telah dilaporkan kepada Kepala BNPB, BPBD Jawa Tengah dan BPBD kabupaten di sekitarnya

Direkomendasikan agar masyarakat, pendaki, dan wisatawan tidak diperkenankan beraktivitas dalam radius 4 km dari kawah.

Gunung api bertinggi 3.432mdpl ini sempat berada di level siaga selama 12 hari terhitung 30 April-12 Mei 2014 lalu, sebelum kemudian turun menjadi waspada. Gunung Slamet sendiri statusnya naik dari normal (level I) ke waspada (level II) pada 10 Maret lalu.

“Per jam 10 (Selasa 12/8) naik statusnya, dari waspada ke siaga," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Sarwa Pramana, saat ditemui KORAN SINDO di Kantor BPBD Jateng, Selasa (12/8).

Aktivitas itu membuat radius rawan bencana naik menjadi 4 km dari kawah gunung dari semula 2 km. Wilayah terdampak ancaman erupsi Gunung Slamet ada di Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes dan Kabupaten Pemalang. Di 5 kabupaten itu ada 174.644 KK yang tersebar di 34 desa dan 11 kecamatan.

"Di radius 4 km dari kawah memang belum ada permukiman, Jika 6,5 km baru ada permukiman walaupun sedikit, kalau 8 km itu 5 kabupaten akan kena (terdampak)," lanjutnya.

Dia meminta masing-masing kepala daerah di sana agar cepat tanggap. Camat dan lurah diminta membangun posko.

"Juga penambahan jalur evakuasi. Sejauh ini jalur evakuasi di wilayah Gunung Slamet masih belum baik, jalan kampung, tidak aspal," kata dia.

Dalam sejarahnya, kata Sarwa, Gunung Slamet memang belum pernah meletus besar. Namun, masyarakat tetap harus waspada dan mematuhi imbauan.


(ilo)
Berita Terkait
Gua Lawa di Lereng Timur...
Gua Lawa di Lereng Timur Gunung Slamet Terbentuk oleh Magma
Jenazah Pendaki Gunung...
Jenazah Pendaki Gunung Slamet Syafiq Ali Dievakuasi, Penyebab Meninggalnya Diumumkan Rumah Sakit
Suara Gemuruh dari Puncak...
Suara Gemuruh dari Puncak Gunung Slamet, Bikin Siswa SD Ketakutan
4 Legenda Gunung Berapi...
4 Legenda Gunung Berapi di Tanah Jawa, dari Merapi hingga Kelud
Waspada! Aktivitas Gunung...
Waspada! Aktivitas Gunung Slamet Meningkat, Warga Diminta Menjauh
Kisah Naomi Pendaki...
Kisah Naomi Pendaki Gunung Slamet: Tersesat 2 Hari, Selamat karena Ikuti Burung
Berita Terkini
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
9 menit yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
1 jam yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
9 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
9 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
9 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
9 jam yang lalu
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved