Chikungunya Serang 3 Kecamatan di Garut

Selasa, 12 Agustus 2014 - 15:45 WIB
Chikungunya Serang 3...
Chikungunya Serang 3 Kecamatan di Garut
A A A
GARUT - Warga tiga kecamatan, di Kabupaten Garut, Jawa Barat, kembali terjangkit penyakit chikungunya. Tiga kecamatan yang kerap melaporkan munculnya penyakit chikungunya ini adalah Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, dan Garut Kota.

“Meski demikian, bukan berarti pada 39 kecamatan lain di Garut penyakit chikungunya tidak muncul. Di kecamatan lain juga pernah terjadi," kata Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Garut Tatang Wahyudin, Selasa (12/8/2014).

Menurut Tatang, penyakit ini sering muncul karena faktor cuaca ekstrim yang terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Hujan tidak menentu selalu terjadi di setiap bulan dalam beberapa tahun ini.

“Faktornya cuaca ekstrim. Guyuran hujan tidak bisa diprediksi terjadi, kemudian besoknya cuaca panas. Bekas hujan itu, muncul banyak genangan. Paling sering di lokasi permukiman. Banyaknya genangan ini membuat nyamuk aedes albopoctu penyebar chikungunya berkembang biak dengan pesat, dan akhirnya menyerang manusia,” ungkapnya.

Sejak Januari-Agustus 2014, penyakit chikungunya telah menjangkiti ratusan warga Garut di sejumlah kecamatan lainnya. Pada periode pertama, sejak Januari-April, Dinkes Garut mencatat 238 warga terjangkit penyakit chikungunya.

“Pada periode selanjutnya, yaitu hingga Agustus ini, serangan penyakit chikungunya masih dilaporkan terjadi,” terangnya.

Tatang menjelaskan, mewabahnya penyakit chikungunya, karena warga seringkali terlambat melaporkan adanya serangan. Serangan penyakit baru dilaporkan setelah lebih dari lima orang berjatuhan terjangkit.

“Kalau sebelumnya melaporkan lebih awal, mungkin akan tepat penanganannya sehingga tidak muncul penderita baru. Misalnya seperti langsung memusnahkan sarang-sarang nyamuk. Jika terlambat, nyamuk penyebar chikungunya akan berkeliaran dan menjangkiti warga lainnya. Dan kondisi inilah yang sering terjadi di masyarakat,” ungkapnya.

Gejala yang ditimbulkan dari penyakit chikungunya adalah pegal-pegal, panas, demam, dan kelumpuhan sementara. Tatang menegaskan, penyakit ini tidak berdampak kematian, seperti demam berdarah.

“Orang yang terkena penyakit chikungunya akan sembuh dengan sendirinya jika diberi perawatan yang tepat. Dia dapat kembali pulih, bila kondisi fisik tubuhnya membaik," jelasnya.

Pihaknya berharap, masyarakat dapat membersihkan lingkungan mereka dari genangan-genangan air, mengubur sampah, dan memberikan bubuk abate pada penampungan air rumah mereka. Cara ini dinilai lebih efektif ketimbang fogging. Sebab fogging hanya akan membuat nyamuk semakin kebal.

Sementara itu, salah seorang warga, mantan penderita gejala chikungunya di Kampung Babakankalapa, Suhartini (60) mengaku, saat mengalami chikungunya seluruh tulang tubuhnya terasa nyeri. Pada tingkat paling parah, dia kesulitan menggerakan tubuh.

"Awalnya saya cuma merasa linu dan saya pikir itu hanya karena faktor usia. Tetapi beberapa hari kemudian, saya diterjang demam dan tiba-tiba seluruh tubuh saya terasa kaku hingga sulit untuk digerakan. Ada rasa sakit juga yang dirasakan terutama pada jari-jari tangan dan kaki," tutur Suhartini.
(san)
Berita Terkait
Amerika Serikat Resmi...
Amerika Serikat Resmi Rilis Vaksin Chikungunya Pertama di Dunia
Cegah Chikungunya, Permukiman...
Cegah Chikungunya, Permukiman Padat Penduduk di Kemayoran Difogging
Lawan DBD dan Chikungunya...
Lawan DBD dan Chikungunya di Banyuwangi, Enesis Group Luncurkan Program Desa Bebas Nyamuk
Wabah Chikungunya di...
Wabah Chikungunya di China Infeksi 8.000 Orang, Karantina Massal Diberlakukan
Kasus Chikungunya di...
Kasus Chikungunya di Singapura Melonjak Dua Kali Lipat, Pengawasan Diperketat
Kasus Chikungunya di...
Kasus Chikungunya di Singapura Melonjak, Berikut 5 Cara Efektif Mencegah Penularannya
Berita Terkini
Gelar Rakernas di Yogyakarta,...
Gelar Rakernas di Yogyakarta, APJI Perkuat Kolaborasi dan Profesionalisme
18 menit yang lalu
Dari Pulau Terpencil...
Dari Pulau Terpencil ke Dunia yang Lebih Luas, PNM Bangun Ruang Literasi untuk Anak Rinca
21 menit yang lalu
Sahroni Minta Polisi...
Sahroni Minta Polisi Tindak Tegas Pungli Pengendara di Jakbar Biar Gak Menjamur!
59 menit yang lalu
Masyarakat Diimbau Jaga...
Masyarakat Diimbau Jaga Jarak Aman 3 Meter dari Jaringan dan Instalasi Listrik
2 jam yang lalu
Operasi Patuh Jaya 8-21...
Operasi Patuh Jaya 8-21 Juni 2026, Pengendara Copot Pelat Nomor Jadi Target
4 jam yang lalu
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Segera Disidang, Roy Suryo: Kayaknya Ini Didorong Termul yang Ngamuk
6 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved