Ditertibkan, Warga Mengaku Dapat Izin dari TPU

Selasa, 12 Agustus 2014 - 12:01 WIB
Ditertibkan, Warga Mengaku...
Ditertibkan, Warga Mengaku Dapat Izin dari TPU
A A A
JAKARTA - Penertiban bangunan liar yang berdiri di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Prumpung, Jakarta Timur, sempat diwarnai kericuhan. Warga menolak ditertibkan karena mengaku telah mendapat izin dari pengurus TPU.

"Kami tahu ini melanggar, tapi kami sebelumnya sudah mendapat izin dari pengurus TPU untuk mendirikan bangunan dan berjualan di sini. Kalau nanti diperlukan, maka kami akan pindah. Tapi tidak dengan main bongkar tanpa pemberitahuan," ujar Ketua RT 06, Sunardi, saat ditemui di lokasi, Selasa (12/8/2014).

Area yang ditertibkan biasa digunakan warga untuk lahan parkir dan tempat berdagang. Menurut Sunardi, warga sangat membutuhkan lahan parkir karena permukiman yang padat dan tidak dapat dilalui kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat.

"Lahan parkir di sini sangat vital. Warga yang tinggal di sini tidak bisa parkir di dalam, karena sempit. Kalau di gang tidak bisa lewat," jelasnya.

Rosidah (35) mengaku biasa berjualan di area makam. Ia juga telah membayar sejumlah uang agar mendapat izin berjualan. Uang tersebut dibayarkan setiap hari, dengan alih-alih uang kebersihan dan keamanan.

"Saya berjualan di sini, bayar tempat Rp4.000 setiap harinya. Buat bayar keamanan dan kebersihan. Iurannya itu dikumpulkan ke RW," ungkapnya.

Ibu dua anak itu merasa keberatan dengan adanya penertiban. Untuk menghidupi keluarganya, Rosidah bergantung pada hasil jual sayur di tempat tersebut. Ia mengatakan, akan tetap berjualan di area makam secara sembunyi-sembunyi.

Sementara itu, Kepala Seksi Penertiban Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Salim menegaskan, tidak ada izin yang diberikan kepada warga untuk berjualan maupun untuk lahan parkir. Warga juga telah diberikan peringatan sebanyak tiga kali sebelum proses eksekusi.

"Sudah ada pemberitahunan melalui kecamatan setempat. Ini yang terakhir langsung eksekusi. Warga tidak pernah diberikan izin untuk berjualan atau lahan parkir. Itu mereka sendiri yang mendirikan semuanya," tegasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Jebak Harimau Liar di...
Jebak Harimau Liar di Pemukiman Warga, Kambing Dijadikan Umpan
Diduga Kelaparan, Kawanan...
Diduga Kelaparan, Kawanan Monyet Liar Masuk ke Pemukiman Warga Bandung Barat
PM Baru Israel Tetap...
PM Baru Israel Tetap Dukung Pembangunan Permukiman Yahudi di Tanah Palestina
Heboh Rusa Liar Turun...
Heboh Rusa Liar Turun ke Pemukiman, Tanda Gunung Merapi Bakal Erupsi? TNGM Bilang Begini
Tutupi Bisnis di Permukiman...
Tutupi Bisnis di Permukiman Israel, Amnesty Kecam Airbnb Jelang IPO
Rusia Kecam Rencana...
Rusia Kecam Rencana Perluasan Pemukiman Baru Israel
Berita Terkini
Dorong Kemandirian,...
Dorong Kemandirian, UMB Asah Kreativitas Siswa Disabilitas lewat Ekonomi Kreatif
48 menit yang lalu
Halte Transjakarta Tebet...
Halte Transjakarta Tebet Eco Park Tetap Beroperasi usai Ditabrak Truk
1 jam yang lalu
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik 1,2 Km
5 jam yang lalu
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
17 jam yang lalu
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
18 jam yang lalu
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
23 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved