Sidang Penganiayaan di SMAN 3 Digelar Tertutup

Senin, 11 Agustus 2014 - 14:39 WIB
Sidang Penganiayaan...
Sidang Penganiayaan di SMAN 3 Digelar Tertutup
A A A
JAKARTA - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menggelar sidang perdana kasus penganiayaan siswa SMAN 3, Setiabudi, Jakarta Selatan yang dilakukan lima seniornya.

Namun, karena salah satu dari pelaku D sudah masuk usia dewasa, sidang kali ini hanya diikuti oleh empat tersangka yang masih di bawah umur. Alhasil, persidanganpun digelar secara tertutup untuk umum dan media.

Keempat tersangka berinisial K, P, T, dan A dibawa dari ruang tunggu anak PN Jakarta Selatan sekitar pukul 11.30 WIB menuju Ruang Sarwarta, SH. Ruangan ini dibuat khusus untuk persidangan bagi anak, sehingga dibuat tertutup. Hanya ada sedikit celah dijendela untuk bisa melihat ke dalam ruang sidang.

Tepat pukul 12.00 WIB, sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Made Sutrisna dimulai. Nampak keempat tersangka duduk berhadapan dengan para hakim yang berada di depan. Tersangka P yang merupakan satu-satunya tersangka perempuan, menempati bangku paling kanan menghadap hakim.

Dalam persidangan kali ini, majelis hakim tidak memakai toga. Terlihat, dalam tata cara penyampaian materi sidangnya pun para hakim berbicara tidak seperti dalam persidangan kasus umum biasa. Sekitar pukul 13.00 WIB sidang selesai dan para tersangka langsung kembali dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) Salemba dan untuk perempuan ke Rutan Pondok Bambu.

Ketua Majelis Hakim Made Sutrisna mengatakan, untuk sidang perdana ini pihak pengadilan mengajukan untuk proses diversi kepada kedua belah pihak. Ini dilakukan sebagai langkah untuk memediasi antara keluarga korban dengan tersangka.

"Memang tadi diajukan diversi tapi akhirnya tidak bisa dilaksanakan. Karena syaratnya harus ada kesepakatan antara kedua belah pihak," katanya usai persidangan kepada wartawan di di PN Jaksel, Senin (11/8/2014).

Menurut Made, untuk proses selanjutnya akan ada pemeriksaan saksi-saksi. "Kalau diversi itukan di luar perkara. Ya nanti kelanjutannya pemeriksaan saksi-saksi," tegasnya.

Diana ibu korban Arfian Caesar Al-Irhamy (16), mengakui jika majelis hakim menawarkan diversi, dan ditolak oleh pihak keluarga.

"Memang ditawarkan diversi, tapi kita inginnya dijalankan sesuai proses hukum yang berlaku. Kita ingin seadil-adilnya, kalau masalah mengajukan penangguhan penahanan itu hak mereka," jelasnya.

Dalam sidang perdana kali ini selain penawaran diversi, majelis hakim juga membacaan dakwaan kepada para tersangka yang akan dijerat dengan Pasal 351 tentang penganiayaan dengan ancaman dua tahun delapan bulan.

Meski demikian, berdasarkan Undang Undang Nomor 11/2012, tentang sistem peradilan pidana anak yang memungkinkan terpidana hanya menjalankan separo dari hukuman yang diberikan.

Sekadar diketahui, D, K, P, T, dan A ditetapkan sebagai tersangka, karena diduga terlibat dalam penganiayaan salah satu murid SMAN 3, Setiabudi, Jakarta, Arfian Caesar Al-Irhamy (16). Pasca mengikuti kegiatan pecinta alam di Tangkuban Perahu, Bandung, Jawa Barat, Arfian tewas dengan luka di beberapa bagian tubuh.
(mhd)
Berita Terkait
Beraninya Aniaya Pasutri...
Beraninya Aniaya Pasutri Lansia, 2 Pemuda Ini Nangis Ditangkap Tim Paniki Rimbas Satu
Tak Terima Ditegur Kecilkan...
Tak Terima Ditegur Kecilkan Volume Ponsel, Pria China Hajar Penumpang Subway
Tersangka KDRT Belum...
Tersangka KDRT Belum Ditahan, Korban Berharap Mendapat Keadilan
Temui Direktur Keuangan,...
Temui Direktur Keuangan, Wanita Ini Diduga Dipukuli di Apartemen Jakarta Barat
Polisi Tangkap Pelaku...
Polisi Tangkap Pelaku Pemukulan Ade Armando
Balas Dendam, 2 Pemuda...
Balas Dendam, 2 Pemuda di Magelang Hajar 2 Orang sampai Kepala Bocor
Berita Terkini
Dorong Kemandirian,...
Dorong Kemandirian, UMB Asah Kreativitas Siswa Disabilitas lewat Ekonomi Kreatif
32 menit yang lalu
Halte Transjakarta Tebet...
Halte Transjakarta Tebet Eco Park Tetap Beroperasi usai Ditabrak Truk
1 jam yang lalu
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik 1,2 Km
5 jam yang lalu
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
17 jam yang lalu
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
18 jam yang lalu
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
23 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved