Ombak Tinggi Masih Mengancam Perairan Laut Jawa

Kamis, 07 Agustus 2014 - 19:52 WIB
Ombak Tinggi Masih Mengancam...
Ombak Tinggi Masih Mengancam Perairan Laut Jawa
A A A
SEMARANG - Cuaca buruk dan gelombang tinggi di perairan laut Jawa diprediksi masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan. Karena itu, Stasiun Meteorologi Maritim Semarang mengimbau kepada kapal-kapal berukuran kecil untuk sementara tidak melaut sampai cuaca kembali normal.

Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Semarang Retno Widyaningsih mengatakan, kondisi cuaca di perairan Laut Jawa masih kurang bersahabat. Gelombang laut masih mencapai 3-4 meter.

Diperkirakan hingga tanggal 9 Agustus ombak tinggi di perairan Laut Jawa masih akan terjadi dan ketinggian ombak diperkirakan masih di atas 2 meter. "Kami akan update setiap 12 jam untuk mengetahui kondisi cuaca terakhir," ujarnya saat dihubungi KORAN SINDO, Kamis (7/8/2014).

Dia mengatakan, kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi ini karena ada badai Halong di perairan Laut Pasifik bagian barat. Masih belum normalnya kondisi cuaca ini membuat jalur transportasi laut dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menuju beberapa pelabuhan di Kalimantan seperti Kumai, Pontianak, dan Sampit hanya bisa dilakukan dengan kapal-kapal berukuran besar.

Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Kapten Karolus G Sangadji mengaku, sampai saat ini hanya kapal-kapal milik Pelni yang bisa melakukan perjalanan.

Namun, sambung Karolus, untuk Kamis (7/8) malam dijadwalkan akan ada dua kapal jenis feri yakni Dharma Kencana II dan Dharma Kencana III tetap dijadwalkan untuk bisa berlayar. "Infomasi sementara kondisi cuaca untuk nanti malam lebih baik, oleh karena itu nanti malam (Kamis malam) akan ada dua kapal melakukan perjalanan. Tetapi tetap akan memantau kondisi cuaca, kalau kembali memburuk tentu akan dibatalkan," katanya.

Cuaca buruk tidak hanya berdampak pada tersendatnya perjalanan jalur transportasi laut, namun juga bagi para nelayan. Para nelayan di Perkampungan Nelayan Tambak Lorok, Semarang terpaksa tidak melakukan aktivitas pencarian ikan mengingat gelombang laut masih tinggi.

Berdasarkan pantauan, ratusan kapal nelayan di Kampung Tambak Lorok, bersandar memenuhi dermaga. Untuk mengisi aktivitas sebagian nelayan tampak sedang memperbaiki jaring mereka yang rusak, ataupun memperbaiki mesin.

Namun, tetap ada nelayan yang nekat melaut meski hanya dilakukan di sepanjang pantai yang ombaknya tidak terlalu besar. Kalaupun berani melaut sampai ke tengah, para nelayan tidak berani berlama-lama karena ombak terlalu besar. Hasilnya, tangkapan mereka pun tidak bisa maksimal.

"Di tengah laut anginnya kencang, jadi tidak tenang kalau lama lama mencari ikan. Kalau biasanya sampe sore, saat ini sampai setengah hari saja di laut," ujar Sugianto, salah seorang nelayan.
(zik)
Berita Terkait
Peringatan Gelombang...
Peringatan Gelombang Tinggi Pantai Padang
Gelombang Tinggi, Nelayan...
Gelombang Tinggi, Nelayan Kenjeran Surabaya Memilih Tidak Melaut
Diterjang Banjir Rob,...
Diterjang Banjir Rob, PKL Kenjeran Park Tutup
BMKG Peringatkan Gelombang...
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi 4 Meter di Sejumlah Perairan
Ombak 4 Meter Hantam...
Ombak 4 Meter Hantam Pantai Baron, Lima Kapal Nelayan Rusak
Ngeri, Ombak Besar Terjang...
Ngeri, Ombak Besar Terjang Pesisir Manado, Pusat Perbelanjaan Tergenang Air Laut
Berita Terkini
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
6 jam yang lalu
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
7 jam yang lalu
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
7 jam yang lalu
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
8 jam yang lalu
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
8 jam yang lalu
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
8 jam yang lalu
Infografis
26 Perwira Dimutasi...
26 Perwira Dimutasi Jadi Kapolres di Pulau Jawa pada Mutasi Juni 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved