Seorang Anggota Polisi Dianiaya Puluhan Oknum TNI

Rabu, 06 Agustus 2014 - 15:23 WIB
Seorang Anggota Polisi...
Seorang Anggota Polisi Dianiaya Puluhan Oknum TNI
A A A
WATAMPONE - Bripka Hariyadi, anggota polisi yang bertugas di Polsek Lappariaja, Kabupaten Bone menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan oleh sejumlah anggota TNI AD dari Kompi Senapan B Yonif 726 Lappacenrana di Desa Walimpong, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone.

Padahal korban bermaksud baik hanya karena hendak melerai perselisihan oknum TNI dengan sopir mobil angkutan. Akibatnya bintara Polri ini menjadi bulan-bulanan puluhan anggota TNI AD tersebut.

Informasi yang diperoleh, oknum TNI yang belum diketahui identitasnya ini diduga kalah dalam pertandingan sepakbola yang digelar pemerintah desa setempat.

Saat pulang, salah satu oknum TNI terlibat kegaduhan dengan sopir mobil angkutan. Bripka Hatyadi yang datang melerai akhirnya menjadi korban pengeroyokan.

Kasi Penerangan (Kapen) Komando Resort Militer (Korem) 141/Toddopuli, Mayor Chj Rudi yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Menurut dia, kasus tersebut ditangani oleh Sub Denpom VII/Bone. Sejumlah pelaku telah diperiksa satu persatu dan namun belum diketahui alasan pengeroyokan itu.

"Kedua institusi juga telah dipertemukan agar tidak berdampak luas. Kami imbau agar persoalan ini diserahkan ke proses hukum dan para aparat hukum mengendalikan diri," ujar Rudi yang dihubungi via ponselnya, Rabu (6/8/2014).

Rudi menjelaskan jika kejadian itu belum diketahui motifnya karena para pelaku masih dalam tahap pemeriksaan.

Namun informasi sementara kejadian itu dipicu karena kondisi ramai saat pertandingan sepak bola dan saat hendak pulang, kendaraan anggota TNI bersenggolan dengan sopir mobil angkutan. Ditengah percekcokan itu, datang seorang polisi yang berpakaian preman.

"Polisi itu baru diketahui saat dia memperkenalkan diri usai dikeroyok. Karena awalnya dikira akan membantu sopir dan tiba tiba sejumlah anggota TNI datang," katanya.

Hingga proses hukum ini, baik korban dan sejumlah anggota TNI telah berada di Denpom VII Wirabuana. Kendati, perdamaian kedua belah pihak telah dilakukan, namun jika terbukti bersalah maka proses hukum tetap berlanjut.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Endi Sutendi, mengatakan pihaknya prihatin atas kejadian tersebut dan tentunya akan lakukan koordinasi dengan pihak POM TNI untuk melakukan penyelidikan bersama sama.

"Jika benar tentunya diserahkan kepada Angkumnya untuk lakukan proses hukum selanjutnya," ujar Endi.
(sms)
Berita Terkait
Keroyok Petugas Tol...
Keroyok Petugas Tol saat Antar Jenazah, Empat Pria Diamankan Polisi
Kasus Pengeroyokan Remaja...
Kasus Pengeroyokan Remaja di Dalam Warnet Berujung Damai
Pemuda di Makassar Dikeroyok...
Pemuda di Makassar Dikeroyok 5 Bersaudara Hingga Jarinya Putus
Sopir di Makassar Dikeroyok...
Sopir di Makassar Dikeroyok Karena Dituduh jadi Informan Polisi
Warga Bajoe Diduga Jadi...
Warga Bajoe Diduga Jadi Korban Pengeroyokan 3 Oknum TNI
TPN Kecam Aksi Pengeroyokan...
TPN Kecam Aksi Pengeroyokan Relawan Ganjar-Mahfud oleh Oknum TNI di Boyolali
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
4 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
4 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
6 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
6 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
8 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
8 jam yang lalu
Infografis
Profil Pangkopassus...
Profil Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Jenderal Kopassus Peraih Adhi Makayasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved