Fakta Baru Kasus Tewasnya Siswa SMAN 3 Setiabudi

Jum'at, 04 Juli 2014 - 15:20 WIB
Fakta Baru Kasus Tewasnya...
Fakta Baru Kasus Tewasnya Siswa SMAN 3 Setiabudi
A A A
JAKARTA - Penyidik menemukan fakta baru terkait dengan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh senior SMAN 3 Setiabudi, Jakarta terhadap junior pecinta alam.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, kasus penganiayaan yang dilakukan oleh senior pecinta alam SMAN 3 Setiabudi Jaksel, ternyata pernah terjadi pada bulan Februari 2014 lalu.

"Kalau yang Februri korbannya sempat melapor, tetapi dicabut laporannya. Kita sudah kantongi identitasnya nanti akan kita telusuri," katanya di Mapolda Metro Jaya, Jumat (4/7/2014).

Dia menegaskan, kasus penganiayaan yang terjadi dalam kelompok ekstrakulikuler pecinta alam ini sudah menjadi tradisi. Dari hasil pemeriksaan saksi, setiap orientasi memang ada pemukulan yang dilakukan oleh para senior terhadap juniornya.

"Ini yang menjadi pembenaran para pelaku melakukan itu, semestinya hal ini tidak terjadi," tegasnya.

Sementara, terkait kematian dua peserta orientasi pecinta alam Sabhawana Arfian Ceasary (16) dan Padian Prawiradirja (16) penyidik saat ini masih mendalami adanya tersangka baru dalam kasus tersebut. Menurutnya, para tersangka yang ditahan sudah mulai membuka mulut terkait kasus ini.

"Awalnya mereka bungkam, tapi sekarang mereka sudah mau buka mulut siapa saja yang ikut dalam penganiayaan yang berkedok pembinaan tersebut," jelas Rikwanto.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan pelaku diluar dari siswa aktif atau alumni ikut terlibat dalam penganiayaan tersebut.
"Pastinya pelaku lebih dari lima orang, karena dari pemeriksaan disebutkan kalau para peserta mendapat jatah pemukulan dari senior-senior mereka. Tetapi, porsinya berbeda-beda," ujarnya.

Sehingga, kemungkinan tersangka bertambah sangat besar. Mengingat keterangan saksi menyebut kalau seluruh senior yang ikut dalam orientasi yang dilaksanakan di Kawasan Tangkuban Perahu, Bandung, Jawa Barat tersebut ikut melakukan pemukulan.

"Jadi menurut saksi, mereka ditampar dan dipukul oleh para senior," tuturnya.

Oleh karena itu, saat ini penyidik masih mendalami peranan para pelaku dalam kasus penganiayaan ini.
(ysw)
Berita Terkait
Beraninya Aniaya Pasutri...
Beraninya Aniaya Pasutri Lansia, 2 Pemuda Ini Nangis Ditangkap Tim Paniki Rimbas Satu
Tak Terima Ditegur Kecilkan...
Tak Terima Ditegur Kecilkan Volume Ponsel, Pria China Hajar Penumpang Subway
Tersangka KDRT Belum...
Tersangka KDRT Belum Ditahan, Korban Berharap Mendapat Keadilan
Temui Direktur Keuangan,...
Temui Direktur Keuangan, Wanita Ini Diduga Dipukuli di Apartemen Jakarta Barat
Polisi Tangkap Pelaku...
Polisi Tangkap Pelaku Pemukulan Ade Armando
Balas Dendam, 2 Pemuda...
Balas Dendam, 2 Pemuda di Magelang Hajar 2 Orang sampai Kepala Bocor
Berita Terkini
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
1 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
1 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
2 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
2 jam yang lalu
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
2 jam yang lalu
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
3 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved