Ketua Koperasi Cipaganti Mengaku Hanya Dijadikan Boneka

Kamis, 26 Juni 2014 - 17:54 WIB
Ketua Koperasi Cipaganti...
Ketua Koperasi Cipaganti Mengaku Hanya Dijadikan Boneka
A A A
BANDUNG - Ketua Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada (KCKGP), Rochman Sunarya Saleh menyatakan, dirinya tidak mengetahui apapun mengenai dana-dana yang ada di koperasi tersebut. Dia bahkan mengaku tidak tahu jumlah pasti anggota koperasinya itu.

“Saya itu hanya dijadikan boneka yang duduk manis. Saya tidak diberitahu apapun soal dana-dana yang ada di koperasi. Laporan pertanggung jawaban dari ketua sebelumnya saja tidak ada,” ungkapnya saat ditemui Kamis (26/6/2014).

Mengenai usaha apa yang dijalankan koperasinya itu, dia menyatakan juga tidak tahu pasti. Rochman hanya berasumsi bahwa biasanya koperasi itu menjalankan simpan pinjam untuk anggota dan karyawan, juga menghimpun dana dari masyarakat untuk modal penyertaan.

Selama menjabat ketua koperasi, Rohman mengaku dirinya bahkan tidak memiliki kewenangan dalam menandatangani berkas-berkas perihal keuangan. Bahkan untuk tanda tangan gaji karyawan saja tidak bisa.

“Dari sini saya melihat ada kejanggalan. Saya tidak memiliki wewenang dan tugas pokok yang jelas sebagai ketua koperasi. Sejak bulan Agustus dan September, saya mulai mempertanyakan posisi saya pada Andiyanto Setiabudhi, baik secara langsung atau melalui telepon. Namun tidak pernah dijawabnya,” ungkapnya.

Karena posisinya dianggap semakin tidak jelas, Rochman pun akhirnya membuat surat pertanyaan tertulis pada 25 April 2014 yang ditujukan pada Andianto Setiabui selaku Pengawas dan Pimpinan Cipaganti Group.

“Dalam surat tersebut saya meminta dengan sangat, agar yang bersangkutan mau memberikan berita acara yang menyangkut dokumen-dokumen tata kelola organisasi, usaha, permodalan, keuangan dan SDM Koperasi. Namun surat itu tidak dihiraukan,” tambahnya.

Ditambah lagi dengan adanya surat dari Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Perdagangan Kota Bandung, yang mempertanyakan laporan keuangan koperasinya.

Akhirnya Rochman pun membuat surat jawaban yang berisi ketidaktahuannya sebagai ketua koperasi.

“Tanggal 30 April 2014 Dinas KUKM dan Perindustrian Perdagangan menanyakan laporan keuangan KCKGP karena harus dilaporkan ke menteri. Saya sudah menyampaikan hal ini pada Andianto Setiabudi namun tidak juga dihiraukan. Akhirnya saya, beserta sekretaris koperasi, Cece Kadarisman, membuat surat jawaban itu,” katanya.

Dia juga menegaskan bahwa yang memiliki otoritas penggunaan dana-dana koperasi di bank ada tiga orang, yaitu Yulia Sri Rejeki, Yulinda Cendrawati, dan Susanto Hadi.

Ketiganya merupakan petinggi dari Cipaganti Group dan masih memiliki hubungan kekeluargaan dengan Andianto Setiabudi.

“Saya berharap Andianto Setiabudi dan keluarganya bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut pada kepolisian dan para nasabah,” tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Do Kwon, Dalang Penipuan...
Do Kwon, Dalang Penipuan Kripto Rp606,7 Triliun, Ditangkap
Bos OpenAI Sebut Aksi...
Bos OpenAI Sebut Aksi Penipuan Menggunakan AI Mengintai Dunia
Polisi Tetapkan Bos...
Polisi Tetapkan Bos Wedding Organizer Ayu Puspita Tersangka Penipuan
Korban Penipuan Bos...
Korban Penipuan Bos WO Ayu Puspita Capai 87 Orang
Warga Cipaganti Geger,...
Warga Cipaganti Geger, Ada Mayat Pria di Sungai Cikapundung
Bos Penipuan Investasi...
Bos Penipuan Investasi Rp84 Miliar Hilang dari Tahanan, Hakim Murka
Berita Terkini
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
1 jam yang lalu
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
3 jam yang lalu
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
4 jam yang lalu
4 Kombes Digeser ke...
4 Kombes Digeser ke Polda Pulau Jawa pada Mutasi Polri Mei 2026
6 jam yang lalu
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
6 jam yang lalu
Gerakan Kurbanlah Salurkan...
Gerakan Kurbanlah Salurkan Hewan Kurban untuk 3.000 Keluarga di Aceh
7 jam yang lalu
Infografis
Ketua Umum PP Muhammadiyah...
Ketua Umum PP Muhammadiyah Minta PPN 12% Dikaji Ulang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved