Peta Rawan Kebakaran Hutan di Tingkat Provinsi segera Dibuat

Jum'at, 13 Juni 2014 - 16:28 WIB
Peta Rawan Kebakaran...
Peta Rawan Kebakaran Hutan di Tingkat Provinsi segera Dibuat
A A A
PALEMBANG - Pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah segera membuat peta kerawanan kebakaran hutan dan lahan di tingkat provinsi.

Hal ini merupakan salah satu keputusan dari 13 kesepakatan dalam rapat pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan yang dipimpin Wapres Boediono di Istana Wapres, Jakarta, Kamis 12 Juni 2014.

Menurut Wapres Boediono, setiap tahunnya terutama di puncak musim kemarau, Indonesia selalu disibukkan untuk mengatasi masalah kebakaran hutan yang memberikan kerugian besar, dan juga membuat posisi Indonesia menjadi sorotan di mata negara tetangga karena efek kabut asap yang juga dirasakan dari kebakaran itu sendiri.

Karena itu, Wakil Presiden Boediono meminta jajaran pemerintah menyepakati rencana aksi untuk melakukan upaya yang lebih terkoordinasi secara baik dan efektif untuk mengurangi resiko kebakaran hutan.

Boediono menegaskan, ada beberapa pertimbangan yang membuatnya menaruh perhatian khusus pada pencegahan kebakaran hutan tahun ini. Pertama, kemungkinan terjadinya fenomena El Nino pada tahun ini berdampak cukup tinggi.

“Tahun ini risiko yang kita hadapi lebih besar karena kekeringan yang lebih intens dan lebih panjang,” tutur Wapres.

Kedua, saat ini kendati puncak kekeringan belum terjadi, titik-titik panas sudah tampak di berbagai kawasan.

Misalnya, menurut data Unit Kerja Presiden bidang Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan (UKP4), di wilayah provinsi Riau saja sejak Januari-Juni 2014 saja sudah terdeteksi 8.480 titik panas di kawasan pengusahaan yang berizin.

Mengingat masih banyaknya titik panas yang berada di kawasan berizin, Wapres menekankan pentingnya penegakan hukum sebagai upaya pencegahan. '

“Penegakan hukum di lapangan sangat penting untuk menimbulkan efek jera," timpal Wapres.

Semantara itu Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan akan melanjutkan tugas tim yang memadamkan kebakaran hutan di Riau beberapa waktu lalu, kendati sekarang ukurannya jauh lebih kecil.

“Mereka harus patroli setiap hari, dengan dua helikopter yang selalu siaga. Begitu ada titik api, langsung menangani dan jika ada pelanggaran pelakunya ditangkap,” jelasnya Zulkifli.

'Menanggapi situasi ini, Wakil Gubernur Sumatera Selatan H Ishak Mekki yang hadir dalam rapat tersebut meminta dinas terkait, mengambil langkah yang konkret dan sesuai dengan situasi daerah di seluruh Sumatera selatan.

Saat ini, kata Ishak, pemerintah daerah di kabupaten/kota yang rawan kebakaran hutan juga sudah menyiapkan pos komando (posko) di wilayah masing-masing.

“BNPB sudah menyiapkan anggaran Rp355 miliar untuk penanggulangan bencana, termasuk untuk biaya menyewa pesawat dan mobilisasi personel, " kata Ishak disela kegiatan di Istana Wapres.

Rapat pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan ini juga menyepakati 12 langkah rencana aksi pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Pelaksanaan rencana aksi ini akan dipantau dengan ketat oleh UKP4.

Ke-12 rencana itu diantaranya, percepatan PP tentang perlindungan lahan gambut; meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan; integrasi peta hutan lindung dan gambut dengan RTRW; membentuk gerakan satu desa satu masyarakat peduli api, pembuatan aturan tentang audit ketaatan terhadap perusahaan yang di wilayah konsesinya kerap ditemukan titik panas oleh LH; pembentukan regu pencegah kebakaran (RPK) yang bertugas di kawasan hutan dan non hutan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota; penyelesaian standar operasi dan prosedur (SOP) khusus tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, penggunaan radio masyarakat sebagai sarana pencegahan kebakaran hutan dan lahan; meminta Pemda melakukan pengawasan rutin terhadap tingkat ketaatan perusahaan dan mengenakan sanksi administratif bagi pemegang izin konsesi yang melanggar kewajiban pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Acara tersebut yang dihadiri Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Jaksa Agung Basrief Arief, Wakapolri Badrodin Haiti, Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan, Wakil Gubernur Riau, Wakil Gubernur Jambi, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, serta para pejabat eselon 1 terkait.
(sms)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
5 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
8 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
9 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
9 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
10 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
10 jam yang lalu
Infografis
Gunung Berapi Bawah...
Gunung Berapi Bawah Laut Jadi Ancaman AS setelah Kebakaran Hutan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved