PSK Lokalisasi Dolly Dilarang Masuk Bali

Rabu, 11 Juni 2014 - 17:18 WIB
PSK Lokalisasi Dolly...
PSK Lokalisasi Dolly Dilarang Masuk Bali
A A A
NUSA DUA - Pemerintah Provinsi Bali mulai mewanti-wanti masuknya para Pekerja Seks Komersial (PSK) dari Jawa Timur, sebagai akibat dari penutupan Lokalisasi Dolly.

Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta menyatakan, menjelang ibadah puasa di bulan Ramadan tahun ini, pemerintah berkewajiban menjamin ibadah bagi umat Islam agar tetap nyaman, aman dan khusyuk.

Salah satu yang menjadi prioritasnya, adalah menghindari hal-hal yang dapat mengganggu pelaksanaan ibadah puasa di Bali, yaitu dengan menertibkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi tindakan maksiat, seperti aktivitas prostitusi.

Diakuinya, rencana penutupan lokalisasi Dolly, membuat Pemprov Bali terus mengantisipasi masuknya para PSK dari Surabaya. Apalagi, belum lama ini sudah ada beberapa PSK eks-Dolly yang didapati masuk ke Kabupaten Jembrana.

"Ya, mereka sudah dipulangkan kembali ke Jawa. Kedepan harus dilakukan pengetatan terhadap warga pendatang yang tidak mengantongi identitas maupun pekerjaan jelas," tandas Sudikerta, yang juga Ketua DPD Partai Golkar Bali, ditemui di Nusa Dua, Bali, Rabu (11/6/2014).

Dilanjutkan dia, pihaknya sudah melakukan langkah koordinasi dengan stakeholder, termasuk Desa Pekraman, aparat desa terbawah untuk diajak bersama-sama menjaga wilayahnya masing-masing. Jangan sampai, desa mereka dijadikan lokalisasi baru.

"Harapan kami, mereka bisa diberangus, untuk itu harus diperketat agar mereka tidak masuk ke Bali. Saya sudah minta aparat keamanan daerah dan Satpol PP memantapkan koordinasi," imbuhnya.

Langkah koordinasi dilakukan bekerjasama dengan desa pekraman maupun aparat kelurahan dalam menegakkan aturan kependudukan dan memeriksa secara jelas identitas para pendatang.

"Ya kalau mereka punya pekerjaan yang jelas, pasti kita dukung, tetapi jika sampai melanjutkan aktivitas sebagai pekerja seks, jelas kita larang, karena itu akan membawa dampak bagi keamanan dan nama Bali ke depan," demikian Sudikerta.
(san)
Berita Terkait
Malam di Dolly dan Kerlip...
Malam di Dolly dan Kerlip Rezeki yang Abadi
Coba Bangkitkan Kembali...
Coba Bangkitkan Kembali Prostitusi Dolly, 10 Orang Diproses Hukum
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Asia Tenggara Itu Kini Jadi Sentra Kuliner, Yuk Intip Sajiannya
Bisnis Esek-esek Itu...
Bisnis Esek-esek Itu Masih Tumbuh Subur di Kota Pahlawan, Dolly Belum Mati
Diajak ke Eks Lokalisasi...
Diajak ke Eks Lokalisasi Dolly, Ini Komentar Scroll of Honour Award
Berita Terkini
60,5% Wilayah Indonesia...
60,5% Wilayah Indonesia Telah Memasuki Musim Kemarau
21 menit yang lalu
UMB Bangun Sistem Pengelolaan...
UMB Bangun Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu di Pondok Kelor Tangerang
1 jam yang lalu
Gunung Dukono Erupsi,...
Gunung Dukono Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 2.300 Meter
1 jam yang lalu
Sidang Praperadilan,...
Sidang Praperadilan, Ahli Pidana Soroti Bukti Permulaan Penetapan Tersangka Roy Suryo
8 jam yang lalu
Penampakan Tiang dan...
Penampakan Tiang dan Tangga JPO Tendean Dipotong Petugas Gabungan
10 jam yang lalu
Aplikasi SIAP DAN, Inovasi...
Aplikasi SIAP DAN, Inovasi Pemkab Bandung dalam Perkuat Pengawasan Berbasis Digital
10 jam yang lalu
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved