Pasca Kematian Fajar, Pihak Sekolah Menutup Diri

Senin, 26 Mei 2014 - 10:29 WIB
Pasca Kematian Fajar,...
Pasca Kematian Fajar, Pihak Sekolah Menutup Diri
A A A
SUKOHARJO - Suasana sepi terlihat di Sekolah Dasar (SD) Negeri Klumprit 01 Bekonang, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah. Pasca kematian Fajar Nur Murdianto (11) yang tewas diduga dianiaya teman sekelasnya itu, pihak sekolah terlihat menutup diri.

Ruangan tempat korban Fajar Nur Murdianto menimba ilmu saat masih hidup, terlihat kosong. Hanya tas milik para siswa yang ada di atas meja.

Sayup-sayup terdengar suara siswa mengaji dari musala. Rupanya, guru sengaja membawa para siswa ke musala. Dan pintu musala itu sendiri sengaja ditutup para guru. Tujuannya, agar para wartawan yang mulai berdatangan ke sekolah, tidak bisa masuk ke musala.

Di ruangan kelas lainnya, terlihat sejumlah siswa beraktivitas seperti biasa. Sedangkan ruang kepala sekolah terlihat kosong. Sejak kejadian, kepala sekolah memang menutup diri. Tak hanya kepala sekolah yang enggan berkomentar, para guru lainnya juga seakan kompak tak mau bersuara.

"Para guru di sekolah ini, termasuk kepala sekolahnya sejak kematian Fajar merasa trauma," jelas Hartana Kepala Desa Klumprit, Mojolaban, Sukoharjo yang berada di SDN Klumprit 01, Senin (26/5/2014).

Hartana sangat menyesalkan adanya kekerasan di lingkungan sekolah. Dia merasa punya kewajiban mencari tahu kenapa kejadian itu bisa terjadi. Hartana mengaku khawatir adanya aksi balas dendam dari pihak keluarga atau warga terhadap pihak sekolah yang dianggap membiarkan kasus kekerasan berujung kematian seorang siswa ini bisa terjadi.

"Makanya, saya ada di sini untuk mencegah, barangkali ada pihak-pihak yang merasa tidak terima dengan kasus ini datang ke sekolah ini," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Fajar Nur Murdianto tewas karena diduga dikeroyok empat orang teman sekelasnya. Fajar sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukoharjo, sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir Minggu (25/5/2014) sekitar pukul 05.00 WIB.

"Fajar ini di kelas dikenal anak yang pintar. Keempat temannya ini sering meminta contekan ke Fajar. Karena sering dimintai contekan, Fajar menolak. Dan, keempat temannya ini marah terus mengeroyoknya," cerita Agus, tetangga korban, Minggu (25/5/2014).
(zik)
Berita Terkait
Sopir di Makassar Dikeroyok...
Sopir di Makassar Dikeroyok Karena Dituduh jadi Informan Polisi
Warga Bajoe Diduga Jadi...
Warga Bajoe Diduga Jadi Korban Pengeroyokan 3 Oknum TNI
Keroyok Petugas Tol...
Keroyok Petugas Tol saat Antar Jenazah, Empat Pria Diamankan Polisi
Kasus Pengeroyokan Remaja...
Kasus Pengeroyokan Remaja di Dalam Warnet Berujung Damai
Pemuda di Makassar Dikeroyok...
Pemuda di Makassar Dikeroyok 5 Bersaudara Hingga Jarinya Putus
TPN Kecam Aksi Pengeroyokan...
TPN Kecam Aksi Pengeroyokan Relawan Ganjar-Mahfud oleh Oknum TNI di Boyolali
Berita Terkini
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
41 menit yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
43 menit yang lalu
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
43 menit yang lalu
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
56 menit yang lalu
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
3 jam yang lalu
Infografis
Respons Israel Saat...
Respons Israel Saat Komandan Senior Hamas ‘Bangkit dari Kematian’
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved