Angka Bunuh Diri Melonjak

Senin, 19 Mei 2014 - 14:30 WIB
Angka Bunuh Diri Melonjak
Angka Bunuh Diri Melonjak
A A A
BANTUL - Angka bunuh diri di Kabupaten Bantul melonjak. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, hingga Mei tahun ini terjadi lonjakan cukup drastis. Tahun ini, hingga Mei angka bunuh diri sudah mencapai 12 orang, sementara tahun 2013 lalu hingga Mei angkanya hanya 8 kasus.

Kaur Identifikasi Polres Bantul, Dasiman mengatakan, selama tahun 2013 yang lalu angka bunuh diri tercatat 16 kasus.

Dan hingga bulan kelima tahun ini, ternyata sudah 12 orang yang mengakhiri hidupnya dengan beberapa cara.

Paling banyak modus yang digunakan adalah gantung diri, disusul dengan minum racun dan menceburkan diri ke laut. "Memang terjadi peningkatan cukup signifikan," ujarnya, Senin (19/5/2014).

Dari catatan Polres Bantul, usia bunuh diri di Bantul hampir merata, dari usia 60 ke atas dan bahkan usia remaja berusia 17 tahun.

Sementara untuk wilayah yang melakukan bunuh diri, sebagian besar berada di penyangga perkotaan, seperti Kecamatan Kasihan dan Banguntapan.

Menurut Dasiman, ada dua hal yang menjadi kebiasaan penyebab bunuh diri. Jika usia lanjut yang melakukan bunuh diri sebagian besar karena menderita penyakit menahun, dan di usia remaja karena alasan pergaulan seperti diputus oleh pacarnya.

"Biasanya memang itu penyebabnya, itu kami ketahui dari riwayatnya selama hidup dan peninggalan surat wasiatnya,"tambahnya.

Kapolres Bantul, AKBP Surawan menambahkan, pihaknya tidak bisa menganalisa secara spesifik fenomena yang terjadi di Bantul tersebut.

Namun menengarai secara umum karena kedewasaan masyarakat yang masih kurang. Akibat keputusasaan mereka lebih senang melakukan tindakan singkat untuk mengakhiri penderitaan mereka. "Itu lebih banyak karena keputusasaan," ujarnya.

Sementara itu, Psikolog dari UGM Rahmat Hidayat mengaku kaget dengan adanya lonjakan tersebut. Angka bunuh diri di Bantul tergolong tinggi dan bahkan hampir menyamai dengan Kabupaten Gunungkidul.

Namun dia menampik adanya tren 'penularan virus' bunuh diri dari Gunungkidul ke Bantul.
"Ini hanya suatu kebetulan saja," tukasnya.

Menurut Rahmat, jika dilihat dari fenomena yang terjadi di Bantul hal tersebut bukan karena faktor makro atau kondisi secara makro.

Dari kasus-kasus bunuh diri yang ada di Bantul, hal tersebut lebih banyak karena faktor sosial yaitu hubungan dengan keluarga dan teman yang mengalami keretakan.

"Jika yang tua itu karena perhatian dari anak-anaknya sangat kurang. Sementara yang remaja karena tekanan kondisi pergaulan mereka," paparnya.
(sms)
Berita Terkait
Bom Bunuh Diri di Somalia...
Bom Bunuh Diri di Somalia Tewaskan 32 Orang
Rumah Lokasi Brigadir...
Rumah Lokasi Brigadir RAT Tewas Dihuni Pengusaha Tambang
Mengenal Kapsul Bunuh...
Mengenal Kapsul Bunuh Diri Sarco: Teknologi Kontroversial yang Menggemparkan Dunia
Ciri Orang Hampir Bunuh...
Ciri Orang Hampir Bunuh Diri, Begini Cara Mencegahnya
Minta Polisi Usut Tuntas...
Minta Polisi Usut Tuntas Kematian Brigadir RAT, Kompolnas: Pastikan Bunuh Diri atau Tidak
Refleksi dari Kasus...
Refleksi dari Kasus Meninggalnya Siswa SD di NTT, Anak Tak Selalu Mampu Ungkap Perasaannya
Berita Terkini
KPK Ungkap Biro Jasa...
KPK Ungkap Biro Jasa Harus Setor Rp100 Ribu hingga Rp2,5 Juta untuk Pengurusan Izin Tinggal WNA di Bali
1 jam yang lalu
Viral Kabar Ganjil Genap...
Viral Kabar Ganjil Genap di 28 Gerbang Tol Jakarta, Polda Metro Jaya Angkat Bicara
2 jam yang lalu
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
11 jam yang lalu
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
11 jam yang lalu
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
11 jam yang lalu
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
12 jam yang lalu
Infografis
Angka Kemiskinan Indonesia...
Angka Kemiskinan Indonesia Turun, Ekonom Ragukan Data BPS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved