Aktivitas di lereng Merapi masih dibatasi

Rabu, 14 Mei 2014 - 10:36 WIB
Aktivitas di lereng...
Aktivitas di lereng Merapi masih dibatasi
A A A
Sindonews.com - Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) saat ini masih membatasi aktivitas warga di lereng gunung tersebut, meski saat ini aktivitas gunung teraktif di Indonesia itu sudah mulai menunjukkan penurunan.

Kepala Resort Selo BTNGM Suwigyo menyebutkan, aktivitas warga maupun pendaki saat ini memang dalam pengawasan ketat. Menurutnya, warga yang beraktivitas hanya diperbolehkan hingga ketinggian sekira 2.000 meter di atas permukaan laut, dari ketinggian puncak Merapi sekira 2.965 meter di atas permukaan laut.

Ia mengatakan, aktivitas di ketinggian itu hanya diperbolehkan bagi warga yang ingin berladang. Sedangkan bagi warga yang ingin melakukan pendakian, pihaknya mengaku tidak memperbolehkan aktivitas apa pun. Menurutnya, hal itu dilakukan agar hal-hal yang tidak diinginkan dapat diminimalisasi selama gunung itu menunjukkan aktifitasnya.

Larangan itu, menurutnya, bakal dicabut setelah status gunung itu diturunkan menjadi aktif normal seperti sebelumnya. "Saat ini kita terus patroli untuk menghindari pendaki yang nekat naik ke puncak gunung. Selain itu kita juga arahkan para pendaki untuk naik ke Gunung Merbabu yang lebih aman," ucapnya, Rabu (14/5/2014).

Sementara itu, di lereng Merapi Kecamatan Kemalang, Klaten, tren menjual hewan ternak saat ini terus terjadi. Warga yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) Merapi terus menjual ternak-ternak mereka seiring dengan naiknya status Waspada di gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu.

Warga menjual hewan ternak mereka dan kemudian uang yang ada dibelikan kendaraan atau sarana transportasi yang nantinya bisa dipakai untuk proses evakuasi keluarga mereka saat Merapi meletus.

Koordinator Relawan Induk Balerante 907, Suharno, mengatakan sejak status gunung itu naik, setidaknya sudah puluhan ekor sapi dijual oleh warga. Jumlah itu terus bertambah setiap harinya, meskipun saat ini harga sapi di lereng Merapi mengalami penyusutan harga dari Rp2 juta-Rp4 juta setiap ekornya.

"Mayoritas warga khawatir dengan peningkatan status Merapi dan menjual ternak mereka agar tidak berisiko."
(zik)
Berita Terkait
Takut Wedus Gembel,...
Takut Wedus Gembel, Ratusan Warga Kemalang Klaten Mengungsi
Merapi Masuk Fase Erupsi,...
Merapi Masuk Fase Erupsi, Ganjar Minta BPBD Memastikan Kondisi Pengungsi
Selain Lava Pijar, Pagi...
Selain Lava Pijar, Pagi Ini Merapi Luncurkan Awan Panas
Pagi Ini Merapi Keluarkan...
Pagi Ini Merapi Keluarkan Dua Kali Suara Gemuruh
Selama 6 Jam Terjadi...
Selama 6 Jam Terjadi 9 kali, Intensitas Guguran Lava Pijar Merapi Terus Meningkat
BPPTKG Prediksi Erupsi...
BPPTKG Prediksi Erupsi Merapi Menuju Selatan dan Tenggara
Berita Terkini
Kortastipidkor Polri...
Kortastipidkor Polri Datangi Ruko di Jalan Asem Cipete, Penggeledahan Lagi?
6 jam yang lalu
Kukuhkan Guru dan Karyawan...
Kukuhkan Guru dan Karyawan TK Ketilang, Rektor UIN: Seluruh Tenaga Pendidik Kini Punya Status Jelas
8 jam yang lalu
Bandar Narkoba yang...
Bandar Narkoba yang Bikin 3 Polisi Gugur di Katingan Ditangkap!
10 jam yang lalu
Yayasan Gugah Nurani...
Yayasan Gugah Nurani Indonesia Sabet CSR Award 2026 Pemkab Bekasi
12 jam yang lalu
Pemprov DKI Bakal Bangun...
Pemprov DKI Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Pramono: Baru Dua yang Sudah Ada Angggarannya
13 jam yang lalu
Perbaikan MBG Harus...
Perbaikan MBG Harus Dimulai dari Ketepatan Sasaran hingga Transparansi Tata Kelola
13 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved