Uang saku bagi PSK Dolly dinilai tidak tepat

Senin, 12 Mei 2014 - 16:24 WIB
Uang saku bagi PSK Dolly...
Uang saku bagi PSK Dolly dinilai tidak tepat
A A A
Sindonews.com - Upaya Pemkot Surabaya memberikan saku kepada para Pekerja Seks Komersial (PSK) di Lokalisasi Dolly sebesar Rp5 juta dinilai sebagai solusi yang keliru.

Karena, setelah Dolly ditutup penghuninya akan kehilangan mata pencaharian. Sedangkan dengan uang saku sebesar Rp5 jutaan itu belum tentu bisa bertahan hidup.

Pakar Kominikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Suko Widodo mengatakan, tak heran saat ini muncul beragam penolakkan dari kalangan masyarakat atas upaya Pemkot untuk menutup lokalisasi tersebut.

Menurutnya, komunikasi antara Pemkot dengan sejumlah elemen di sekitar lokalisasi Dolly kurang baik.

Seharusnya, sejak awal Pemkot memberikan penjelasan secara menyeluruh ke warga, tentang apa saja alasan penutupan dan bagaimana penanganan warga yang terdampak.

"Mereka menolak karena motif ekonomi. Mereka khawatir tidak dapat penghasilan setelah lokalisasi ini tutup," kata Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Unair, Senin (12/5/2014).

Dalam kasus ini, Pemkot harus menyelesaikan dengan cara win-win solution. Artinya, tidak ada yang dirugikan.

Menurut Suko, upaya Pemkot untuk menutup Dolly adalah dalam rangka menegakkan peraturan daerah (Perda). Namun dalam menegakkan itu jangan sampai masyarakat menjadi korban.

Terkait pesangon sebesar Rp5 juta itu, Suko menganggap adalah solusi yang keliru. Uang tersebut tentunya akan habis dalam waktu yang sebentar.

Meski ada beberapa yang sudah dibekali dengan keterampilan tapi belum tentu dengan keterampilan itu mampu mendapatkan penghasilan.

"Seharusnya, tidak hanya uang saku dan pemberian ketrampilan, pemkot juga harus siap menanggung atau memberi bantuan keuangan pada orang-orang yang terdampak atas penutupan lokalisasi ini. Pemberian bantuan ini harus dilakukan terus menerus sampai orang yang bersangkutan bisa mandiri dan bisa hidup tanpa bantuan pemerintah. Soal berapa rupiah yang harus diberikan tiap bulan, itu teknis saja," paparya.

Suko mencontohkan, di negara manapun termasuk Amerika Serikat (AS), program pengentasan kemiskinan membutuhkan waktu yang cukup panjang dan dengan dana yang cukup besar.

Mengaca pada penutupan Dolly, jika para PSK dan Mucikari belum bisa mandiri maka program tersebut harus diperpanjang.

"Justru kesan yang sekarang muncul, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, lebih sibuk mencari pencitraan. Caranya dengan mencoba mendapat penghargaan, baik dari dalam maupun luar negeri. Jangan hanya karena award (penghargaan) rakyat menjadi korban. Ingat, pemerintah harus mampu menjamin kelangsungan hidup warga, termasuk Dolly," pungkasnya.
(sms)
Berita Terkait
Masih Bertahan, Penghuni...
Masih Bertahan, Penghuni Bangunan Gang Royal Rawa Bebek Resah dan Pasrah
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
Prostitusi Online-Lokalisasi...
Prostitusi Online-Lokalisasi Berkedok Karaoke Marak di Ketapang, Warga Resah
3 Tempat Prostitusi...
3 Tempat Prostitusi di Jakarta yang Sudah Ditutup, 2 di Antaranya Disulap Jadi Bangunan Bermanfaat
ABG Cantik asal Serang...
ABG Cantik asal Serang Dijual ke Pengelola Lokalisasi di Jakarta
Berita Terkini
JPO Tendean yang Ditabrak...
JPO Tendean yang Ditabrak Truk Belum Dievakuasi, Polisi Tunggu Pengerahan Alat Berat
29 menit yang lalu
Universitas Yarsi Dorong...
Universitas Yarsi Dorong Budidaya Perikanan melalui Inovasi POC di Desa Mandalamekar
30 menit yang lalu
Rumah di Koja Jakarta...
Rumah di Koja Jakarta Utara Kebakaran, Diawali Suara Ledakan
32 menit yang lalu
Truk Crane Tabrak JPO...
Truk Crane Tabrak JPO di Tendean, Lalu Lintas Menuju Blok M Macet Parah
1 jam yang lalu
Gunung Semeru Kembali...
Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini, PVMBG: Waspadai Awan Panas dan Guguran Lava
2 jam yang lalu
516 Unit Layanan di...
516 Unit Layanan di Wilayah 3T, PNM Perluas Akses Pembiayaan bagi Masyarakat Prasejahtera
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved