PSK Dolly akan buka praktik di kota sekitar Surabaya

Kamis, 08 Mei 2014 - 17:04 WIB
PSK Dolly akan buka...
PSK Dolly akan buka praktik di kota sekitar Surabaya
A A A
Sindonews.com - Penutupan lokalisasi Dolly diperkirakan menjadi kabar buruk bagi kota-kota yang berada di sekitar Surabaya. Pasalnya, dengan ditutupnya lokalisasi terbesar di Asia Tenggara tersebut, para Pekerja Seks Komersial (PSK) akan berpraktik di kota penyangga. Kota-kota penyangga itu di antaranya Pasuruan, Gresik, Bangkalan, Sidoarjo, Mojokerto, hingga Jombang.

Hal itu dikatakan antropolog dari Universitas Airlangga (Unair) Laurentius Dyson. Dyson mengungkapkan, saat ini kabarnya Malang sudah menjadi sasaran para PSK dari Dolly. Para wanita penghibur ini membuka praktik di hotel-hotel di Kota Bunga tersebut. Modusnya, si PSK dihubungi via telepon dan dijemput di tempat tinggalnya. Setelah itu, PSK ini dibawa ke hotel.

"PSK tentu saja butuh tempat untuk mereka bisa bertahan hidup. Lokalisasi ini muncul kan hanya karena masalah uang, masalah ekonomi," katanya, Kamis (8/5/2014)

Di sisi lain, Dyson menyoroti pemberian uang pesangon bagi para penghuni, khususnya mucikari. Oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, mucikari mendapat uang saku sebesar Rp5 juta. Sedangkan untuk PSK sebesar Rp5,05 juta.

Menurut dia, seharusnya mucikari tidak perlu mendapat pesangon. Sebab, mucikari merupakan pihak yang paling diuntungkan dengan adanya praktik prostitusi ini. "Saya nggak tahu logikanya pemerintah itu apa. Masak mucikari juga dapat pesangon. Dalam logika berpikir saya, ini tidak benar," jelasnya.

Apakah ada unsur politis dari penutupan lokalisasi di kecamatan Sawahan ini? Dyson menyatakan, setiap ada penutupan tempat maksiat, baik itu lokalisasi maupun tempat judi, pasti ada unsur politis di baliknya. Kepentingan politis ini tujuannya untuk meraih simpati massa untuk mendukung partai politik tertentu.

"Bisa juga, penutupan Dolly ini juga karena tekanan politik dari pihak tertentu. Apalagi, orang menduduki jabatan di pemerintahan misalnya, juga tidak lepas dari campur tangan politik. Saya kira, ini unsur politisnya lebih kuat dibanding manusiawinya," katanya.
(zik)
Berita Terkait
Masih Bertahan, Penghuni...
Masih Bertahan, Penghuni Bangunan Gang Royal Rawa Bebek Resah dan Pasrah
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
Prostitusi Online-Lokalisasi...
Prostitusi Online-Lokalisasi Berkedok Karaoke Marak di Ketapang, Warga Resah
ABG Cantik asal Serang...
ABG Cantik asal Serang Dijual ke Pengelola Lokalisasi di Jakarta
3 Tempat Prostitusi...
3 Tempat Prostitusi di Jakarta yang Sudah Ditutup, 2 di Antaranya Disulap Jadi Bangunan Bermanfaat
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
1 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
3 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
3 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
3 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
4 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved