Komplotan oknum polisi rampok 13 kg emas
Jum'at, 25 April 2014 - 21:49 WIB
Komplotan oknum polisi rampok 13 kg emas
A
A
A
Sindonews.com - Polda Metro Jaya ringkus sejumlah anggota kepolisian yang menjadi komplotan perampokan emas seberat 13 kilogram. Kejadian itu di Jalan Tol Jagorawi Jakarta Timur, beberapa hari lalu.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan, polisi masih mengembangkan untuk mencari otak pelaku dan penadahnya. Dia menegaskan, para pelaku yakni Aipda DS, Brigadir BH, Bripda L anggota Intelijen Mobil, Brigadir GA anggota SDM Polda Metro Jaya, AS sipil, Brigadir JM anggita Brimob Satuan I Gegana, dan Brigadir F anggota Badan Narkotika Nasional.
Para pelaku menjalankan modus dengan cara mengikuti mobil korban yang mengangkut emas dari kantor di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Pelaku Brigadir BH diduga mendapatkan informasi mobil korban akan berangkat dari seorang informan Serka A. Selanjutnya, pelaku mengikuti dan membawa kabur korban dan mobil "Panther" menuju Jungleland Bogor. Tersangka AS yang mengambil alih mobil korban dan dikawal tersangka Brigadir GA menggunakan mobil Innova.
Pelaku membuang korban di kawasan Sentul Bogor Jawa Barat, kemudian para tersangka pulang ke Kelapa Dua Depok. Anggota Polda Metro Jaya menyelidiki kasus pencurian dengan kekerasan tersebut berdasarkan laporan korban.
Kemudian, aparat Polda Metro Jaya meringkus para pelaku di Komplek Timah Kelapa Dua Blok DD Nomor 18A - RT02/12 Tugu Cimanggis Depok, Jawa Barat Rabu 23 April sekitar pukul 21.00 WIB.
Selain membekuk pelaku, polisi menyita barang bukti senjata api yang digunakan oknum anggota kepolisian tersebut dan telepon seluler milik korban, sedangkan emas hasil perampokan sudah dijual kepada penadah.
Informasi beredar kelompok tersebut melakukan pencurian dengan kekerasan di Purwakarta, Jawa Barat pada Desember 2013.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dwi Priyatno menuturkan, pihaknya sampai saat ini masih melakukan pengembangan terkait kasus ini.
"Iya memang ada, sekarang masih dalam pengembangan," tukasnya di Jakarta, Jumat (25/4/2014).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan, polisi masih mengembangkan untuk mencari otak pelaku dan penadahnya. Dia menegaskan, para pelaku yakni Aipda DS, Brigadir BH, Bripda L anggota Intelijen Mobil, Brigadir GA anggota SDM Polda Metro Jaya, AS sipil, Brigadir JM anggita Brimob Satuan I Gegana, dan Brigadir F anggota Badan Narkotika Nasional.
Para pelaku menjalankan modus dengan cara mengikuti mobil korban yang mengangkut emas dari kantor di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Pelaku Brigadir BH diduga mendapatkan informasi mobil korban akan berangkat dari seorang informan Serka A. Selanjutnya, pelaku mengikuti dan membawa kabur korban dan mobil "Panther" menuju Jungleland Bogor. Tersangka AS yang mengambil alih mobil korban dan dikawal tersangka Brigadir GA menggunakan mobil Innova.
Pelaku membuang korban di kawasan Sentul Bogor Jawa Barat, kemudian para tersangka pulang ke Kelapa Dua Depok. Anggota Polda Metro Jaya menyelidiki kasus pencurian dengan kekerasan tersebut berdasarkan laporan korban.
Kemudian, aparat Polda Metro Jaya meringkus para pelaku di Komplek Timah Kelapa Dua Blok DD Nomor 18A - RT02/12 Tugu Cimanggis Depok, Jawa Barat Rabu 23 April sekitar pukul 21.00 WIB.
Selain membekuk pelaku, polisi menyita barang bukti senjata api yang digunakan oknum anggota kepolisian tersebut dan telepon seluler milik korban, sedangkan emas hasil perampokan sudah dijual kepada penadah.
Informasi beredar kelompok tersebut melakukan pencurian dengan kekerasan di Purwakarta, Jawa Barat pada Desember 2013.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dwi Priyatno menuturkan, pihaknya sampai saat ini masih melakukan pengembangan terkait kasus ini.
"Iya memang ada, sekarang masih dalam pengembangan," tukasnya di Jakarta, Jumat (25/4/2014).
(mhd)