Pedagang Pasar Turi akan mengadu ke SBY

Kamis, 24 April 2014 - 15:05 WIB
Pedagang Pasar Turi...
Pedagang Pasar Turi akan mengadu ke SBY
A A A
Sindonews.com - Para pedagang Pasar Turi yang tergabung dalam Kelompok Pedagang (kompag) Pasar Turi, berencana berangkat ke Jakarta. Mereka hendak menemui Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), guna menyampaikan masalah tersebut.

Tak hanya itu, mereka juga berencana ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk mengadukan dugaan korupsi di pasar itu.

Ketua Kompag Pasar Turi Syukur mengatakan, selain ke Presiden dan KPK, pihaknya juga akan mengadukan masalah pembangunan Pasar Turi ini ke DPR RI. Tidak hanya itu, dia juga berencana meminta hasil audit dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait audit teknis dan manajemen yang tidak sesuai dengan kualifikasi.

Hasil audit ini yang akan menentukan, apakah ada unsur korupsi dalam pembangunan pasar ini. “Saat pembelian, kami juga kena pajak 10 persen. Nah, setelah pajak kami bayar, kami tidak menerima faktur, tanda bukti pembayaran pajak, tapi hanya kwitansi biasa,” katanya, Kamis (24/4/2014).

Sebagai bahan laporan, dia akan melampirkan keterangan, bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, cenderung dirugikan dalam pengelolaan Pasar Turi.

Dalam Memorandum of Understanding (MoU) dengan investor, pemkot hanya mendapai keuntungan sekitar Rp30 miliar selama 25 tahun. Angka ini, menurutnya tergolong cukup rendah. Dia menilai, pemkot terkesan diam dan tidak bertindak.

Sejauh ini, pemkot hanya memberikan sanksi kepada investor. Itupun sanksinya tidak diketahui pedagang. “Saya maklum kalau pemkot cenderung diam. Karena diduga adanya intervensi dari oknum pejabat pemkot. Ada pejabat pemkot yang memiliki saham di kontraktor yang menggarap Pasar Turi,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Surabaya Agus Sudarsono mengaku prihatin dengan nasib pedagang di Pasar Turi. Sebab, investor Pasar Turi tak mampu menyelesaikan pekerjaan pembangunan sesuai deadline, pada 10 April 2014. Sehingga, pedagang terlantar selama tujuh tahun.

“Kami akan memanggil pemkot dan investor untuk melakukan hearing. Kami ingin tahu apa penyebab pembangunan Pasar Turi tak selesai sesuai batas waktu seperti itu,” tuturnya.

Diketahui, Pasar Turi dikerjakan oleh PT Gala Mega Investment JO (Join Operation). JO ini terdiri atas tiga pengembang. Diantaranya, PT Gala Bumi Perkasa, PT Lucida Sejahtera, dan PT Central Asia Investment.

Pembangunan Pasar Turi pasca kebakaran hebat beberapa tahun lalu ini menelan investasi sekitar Rp1 triliun. Rencananya, Pasar Turi memiliki area parkir berkapasitas 4.000 unit sepeda motor dan 2.000 mobil. Fasilitas lain berupa pusat makanan yang berkapasitas 2.000 pengunjung.
(san)
Berita Terkait
Sentra Ikan Bulak Surabaya...
Sentra Ikan Bulak Surabaya Bakal Disulap Jadi Sentra Pengolahan Hasil Laut
Legislator Makassar...
Legislator Makassar Dorong Pemberdayaan Pasar Tradisional
Pj Wali Kota Makassar...
Pj Wali Kota Makassar Soroti Kondisi Pasar Tradisional
Biar Tak Ada Kerumunan...
Biar Tak Ada Kerumunan Baru, Pasar Tradisional Tetap Dibuka
Pemasangan Tiang Pancang...
Pemasangan Tiang Pancang Pembangunan Pasar Tempe Segera Dilakukan
Khofifah Dorong Pasar...
Khofifah Dorong Pasar Tradisional Terapkan Ganjil Genap
Berita Terkini
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
13 menit yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
24 menit yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
1 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
3 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
10 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved