7 WNA dideportasi diduga ingin kacaukan Pemilu 2014
Rabu, 09 April 2014 - 18:28 WIB
7 WNA dideportasi diduga ingin kacaukan Pemilu 2014
A
A
A
Sindonews.com - Bupati Cirebon yang juga Ketua Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Kabupaten Cirebon Sunjaya Purwadi menyatakan, ada tujuh orang Warga Negara Asing (WNA) yang dicurigai ingin mengganggu kelangsungan pemilihan umum legislatif 2014.
“Sejauh ini Kabupaten Cirebon masuk kategori aman. Sebelumnya kami undang Kominda untuk mengetahui kesiapan pileg dan diketahui ada tujuh orang asing yang patut diwaspadai,” katanya, kepada wartawan, usai mencoblos, Rabu (9/4/2014).
Para WNA itu, katanya, hanya mengantongi izin sebagai wisatawan. Namun, pihaknya memperoleh informasi mereka menggelar rapat di salah satu hotel, di Kabupaten Cirebon tanpa izin.
Karena pertimbangan keamanan, para WNA tersebut akhirnya diserahkan kepada Kantor Imigrasi untuk proses deportasi. Lebih jauh dia menduga, para WNA tersebut diduga jaringan internasional yang ingin mengacaukan pemilu disejumlah daerah. Salah satunya adalah Cirebon.
"Indikasi itu segera ditangani sebelum hari pencoblosan. Sudah di atasi dengan diserahkannya mereka kepada Kantor Imigrasi Wilayah Cirebon," terangnya.
“Sejauh ini Kabupaten Cirebon masuk kategori aman. Sebelumnya kami undang Kominda untuk mengetahui kesiapan pileg dan diketahui ada tujuh orang asing yang patut diwaspadai,” katanya, kepada wartawan, usai mencoblos, Rabu (9/4/2014).
Para WNA itu, katanya, hanya mengantongi izin sebagai wisatawan. Namun, pihaknya memperoleh informasi mereka menggelar rapat di salah satu hotel, di Kabupaten Cirebon tanpa izin.
Karena pertimbangan keamanan, para WNA tersebut akhirnya diserahkan kepada Kantor Imigrasi untuk proses deportasi. Lebih jauh dia menduga, para WNA tersebut diduga jaringan internasional yang ingin mengacaukan pemilu disejumlah daerah. Salah satunya adalah Cirebon.
"Indikasi itu segera ditangani sebelum hari pencoblosan. Sudah di atasi dengan diserahkannya mereka kepada Kantor Imigrasi Wilayah Cirebon," terangnya.
(san)