Longsor di Sibolga diduga akibat pengerukan tebing

Jum'at, 04 April 2014 - 17:04 WIB
Longsor di Sibolga diduga...
Longsor di Sibolga diduga akibat pengerukan tebing
A A A
Sindonews.com - Kapolres Kota Sibolga Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Guntur AS mengatakan, sebelum terjadi longsor warga sudah megingatkan agar aktivitas pengerukan tebing dengan menggunakan alat berat segera dianulir, karena sangat membahayakan penduduk.

Namun peringatan warga tersebut diabaikan dan pengerukan tetap dijalankan. Hingga akhirnya terjadi hujan deras dan tanah longsor menimbun rumah warga, di Jalan Sudirman, Gang Walet, Kelurahan Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan.

"Kami akan menegakkan hukum bagi siapapun yang terlibat dalam peristiwa ini. Saat ini, kami belum bisa menetapkan siapa saja pelaku, karen harus dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap pekerjaan itu, apakah proyek Negara, Pemerintah Daerah (Pemda) atau swasta?" kata Guntur, di lokasi kejadian, Jumat (4/4/2014).

Dia menambahkan, pihaknya akan melakukan pengecekan apakah ada Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) dan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UPL) Hidupnya serta adakah kajian-kajian lingkungan hidupnya dan bagaimana dokumen–dokumennya.

Selain itu, pihaknya juga akan mengecek apakah proyek tersebut sudah memenuhi syarat atau prosedur terkait dengan ketaatan dalam penataan lingkungan hidup, karena jelas kegiatan yang dilakukan telah mengubah bentangan alam dan merusak tatanan, alam serta ekosistem di situ.

“Kalau ini belum nyata dan jelas ada kelalaian yang sangat fatal di dalamnya. Maka kalau sudah seperti ini, Tuhan marah dan saya akan tegakkan hukumnya seadil-adilnya, apalagi ini menyangkut nyawa. Mohon maaf, siapapun yang terlibat akan saya mainkan,” ancamnya.

Sebelumnya diberitakan, masyarakat Kota Sibolga berduka. Tiga pelajar di daerah itu tewas tertimbun longsor yang menimpa empat unit rumah warga, di Jalan Sudirman, Gang Walet, Kelurahan Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan.

Ketiga korban yang diketahui masih bersaudara, terdiri dari Syahriana Alfi Nasution (15), pelajar SMP 5 Kelas IX, Hannum, (12), pelajar Kelas VI SD, dan Darma (10), pelajar Kelas IV SD.

Selain korban tewas, ada beberapa korban kritis. Terdiri dari Sri Poniem (14), pelajar Kelas VIII SMP 5 (sedang dirawat di RSU Meta Medika), ditambah lima orang lainnya. Terdiri dari Hasan (48) (dirawat di RSU FL. Tobing), Fariem (35) (dirawat di RSU FL. Tobing), Syahrial Nasution (49), Nurhanifah (45), dan Muhammad Syafri Tanjung (38).

Baca juga
:
Sibolga berduka, 3 pelajar tewas tertimbun longsor
(san)
Berita Terkait
Material Longsor Putus...
Material Longsor Putus Akses Jalan Kota Palopo-Toraja
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Longsor, Lalu Lintas Lumpuh Total Tewaskan Satu Orang
Galian Tambang di KBB...
Galian Tambang di KBB Longsor, Tiga Kendaraan Tertimpa
Akses Jalan Poros Sinjai-Malino...
Akses Jalan Poros Sinjai-Malino Sempat Putus Diterjang Longsor
Hidup Menumpang, Korban...
Hidup Menumpang, Korban Longsor Palopo Butuh Bantuan Pemerintah
Ojek Pikul di Lokasi...
Ojek Pikul di Lokasi Longsor Palopo Angkut Karung Beras hingga Motor
Berita Terkini
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
26 menit yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
1 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
1 jam yang lalu
Pengamat: Blackout Sumatera...
Pengamat: Blackout Sumatera Belum Tentu Dipicu karena Pengadaan Batu Bara
1 jam yang lalu
Bantargebang Hanya Terima...
Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu, 146 Pasar Dilengkapi Tempat Sampah Pilah
2 jam yang lalu
Abidin Fikri: Evaluasi...
Abidin Fikri: Evaluasi Haji 2026, Bekal Perbaikan Layanan Tahun Depan
3 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved